patung tugu tani jakarta hd

3 Patung Jakarta Yang Bisa Dinikmati Dalam Kemacetan

Artikel, Pariwisata

Tinggal di Jakarta pasti sering kali mengalami keemacetan. Di Jalur – jalur utama Ibu Kota, Sahabat pastinya sering memerhatikan lingkungan sekitar ketika terkena macet. Nah, Coba kenali tiga patung jakarta berikut jika kalian melewati kawasan berikut!

Patung Tugu Tani Jakarta

Tugu yang dibangun pada tahun 1963 ini berada di wilayah Jakarta Pusat, tepatnya di daerah Menteng, Kebon Sirih. Tugu ini awalnya disebut Patung Pahlawan. Pembuatnya merupakan orang Rusia bernama Matvey Manizer dan Ossip Manizer. Tugu ini sebenarnya menggambarkan sesosok ibu yang merelakan anaknya untuk pergi menuju medan perang. Sosok Ibu tersebut terkesan menggunakan caping, sehingga nampak seperti seorang petani, karena itulah masyarakat menyebutnya Tugu Tani.

Baca Juga : Tips Liburan di Jakarta

Ketika Tahun 1963, Presiden Soekarnolah yang meresmikan keberadaan patung ini. Terdapat Plakat di patung ini yang berbunyi “Hanya Bangsa yang menghargai pahlawan – pahhlawannya dapat menjadi Bangsa yang besar”

patung pancoran jakarta monumen dirgantara indonesia

Monumen Patung Pancoran / Dirgantara Jakarta

Patung satu ini merupakan simbol kedirgantaraan. Bapak Presiden Pertama Indonesia, Ir Soekarno merupakan pemilik gagasan pertama pembuatan patung ini. Sang Presiden terinspirasi Yuri Gugarin, seorang Kosmonaut Rusia yang pertama kali ke luar angkasa. Patung yang lebih dikenal dengan Tugu Pancoran ini dikerjakan kurang lebih satu tahun (1964-1965) dan kemudian diresmikan oleh Preseden Soekarno pada tahun 1966.

Baca Juga : Gaji Pilot setara dengan gaji DPR?

Patung yang berada di kawasan Pancoran Jakarta Selatan ini keseluruhannya dibiayai oleh Presiden Soekarno dengan menjual mobil pribadinya dan dikerjakan Keluarga Arca dari Jogjakarta dipimpin langsung oleh Edhi Sunarso untuk proses pemahatannya. Sementara itu, I Gardono yang merupakan Artistik Dekoratif Jogjakarta memimpin proses pengecorannya.

patung jenderal sudirman jakarta pusat indonesia

Patung Panglima Besar Jenderal Sudirman

Patung ini dibuat oleh Soenario, seorang Dosen yang juga merupakan seniman ITB Bandung. Soenario membangung patung ini dengan menghabiskan anggaran sebesar APBD 3,5 Milyar. Terbuat dari perunggu, patung ini memiliki ketinggian 12 meter dan berat kurang lebih 4 ton.

Patung ini diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso meskipun saat peresmiannya banyak kontroversi. Patung yang berada di kawasan Setia Budi, Jakarta Pusat ini diresmikan pada tahun 2003.

Di monumen patung ini juga terdapat pelakat , diambil dari kata – kata Sang Jenderal yang berbunyi “Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasadku ini, tetapi jiwaku dilindungi oleh Benteng Merah Putih, akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapu lawan yang ku hadai”


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *