buku BAHASA INDONESIA KELAS VII KURIKULUM 2013 1

ANALISIS BUKU SISWA BAHASA INDONESIA KELAS VII KURIKULUM 2013 KAJIAN ISI, BAHASA, DAN TAMPILAN

Uncategorized

oleh: Ahmad Sujai

Abstrak: Permasalahan utama yang dikaji pada penelitian ini adalah analisis kualitas buku siswa Bahasa Indonesia kelas VII kajian isi, bahasa, dan tampilan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kualitas buku siswa Bahasa Indonesia kelas VII terbitan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dari aspek isi, bahasa, dan tampilan. Mengingat penelitian ini adalah studi pustaka, maka metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Setelah metode dokumentasi, dilanjutkan dengan teknik catat. Setelah data dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis tentang kualitas buku siswa Bahasa Indonesia kelas VII, dapat diketahui beberapa hal: dari segi isi pada komponen kesesuaian materi dengan KI/KD (kurikulum) dapat dikatakan memiliki kualitas yang kurang bagus karena masih ada KI/KD yang materinya kurang lengkap dan tidak lengkap seperti pada KI dan KD 3.2, 3.3, 4.3, 4.4 (Bab I Cinta Lingkungan Hidup); KI/KD 3.1, 3.2, 3.3, 3.4, 4.1, 4.3, 4.4 (Bab II Pengenalan Budaya Indonesia); KI/KD 3.2, 4.1 (Bab III Remaja dan Pendidikan Karakter); KI/KD 3.2 (Bab V Peristiwa Alam); KI/KD 3.2, 3.4, 4.3, 4.4 (Bab VI Cerita Pendek Indonesia) juga dapat dilihat dari jumlah presentasenya yaitu jumlah yang tidak lengkap ada 31,77%, kurang lengkap 7,47% dan yang lengkap 60,74%. Sedangkan pada komponen kedekatan dengan lingkungan peserta didik dapat dikatakan berkualitas bagus. Kedua, kategori bahasa terdapat tiga komponen, dan ketiga komponen tersebut berkualitas bagus. Ketiga, dari segi tampilan statusnya bagus karena semua gambar yang ada pada buku siswa ini sebagian besar berwarna, ukuran huruf yang digunakan di atas normal dan tebal sesuai dengan umur peserta didik yang memakainya serta sangat bervariasi.

Kata kunci: analisis buku siswa, isi, bahasa, tampilan

  1. PENDAHULUAN

Proses belajar mengajar merupakan inti dari pendidikan, komponennya adalah guru, siswa, media pembelajaran dan sumber belajar. Semua komponen tersebut memiliki kaitan yang erat, karena suksesnya pendidikan terlihat dari integritas komponen-komponen tersebut. Pendidikan memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan manusia. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin bagus pula tingkat kedewasaan dalam berinteraksi dengan sesamanya baik dalam hal sosial budaya maupun ekonomi. Oleh sebab itu, pendidikan dituntut meningkatkan kualitas dan fasilitasnya agar apa yang diharapkan bisa tercapai.

Banyaknya materi menyebabkan siswa tidak bisa meyerap dengan baik apa yang disampaikan oleh gurunya, hal itu terjadi karena dalam proses pembelajaran, guru memiliki keterbatasan waktu dalam menyampaikan materi. Salah satu strategi dalam mengatasi masalah tersebut adalah dengan memilih dan memfasilitasi peserta didik dengan buku teks yang memadai sehingga menciptakan pembelajaran yang optimal.

Berbicara mengenai sumber belajar maka pasti akan berkaitan dengan buku teks sebagai bahan belajar bagi siswa maupun guru dalam mendalami materi. Buku teks sangat bermanfaat dalam menunjang proses belajar mengajar. Dengan adanya buku teks siswa dapat belajar tanpa adanya seorang guru, karena buku bersifat permanen, bisa dibaca kapan pun, tidak habis isinya jika tetap dijaga. Buku teks juga dapat mentransformasikan ilmu pengetahuan dan ilmu kehidupan sesuai dengan kompetensi dasar yang diajarkan.

Pemilihan buku teks harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Berbicara mengenai buku teks penetapan pemerintah terkait dengan tugas BSNP sebagai penilai kelayakan buku teks yaitu diatur dalam Peraturan Pemerintah yang berbunyi “Kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikan atau tampilan buku teks pelajaran dinilai oleh BSNP dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri”. Dalam penelitian ini penulis tidak menggunakan semua kriteria yang sudah ditetapkan oleh BSNP itu sendiri, tetapi hanya menggunakan tiga kriteria yang paling mendasar yaitu dari segi isi, bahasa, dan tampilan saja. Pertama, dilihat dari segi isinya penulis hanya menggunakan dua kriteia yaitu tingkat kesesuaian materi dengan kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD), dan kedekatan dengan lingkungan siswa. Kedua, dilihat dari segi bahasanya terdapat beberapa kriteria yaitu ketepatan ejaan, kebakuan istilah, dan kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik. Ketiga, dilihat dari segi tampilannya kriterianya yaitu ukuran huruf, serta kejelasan gambar.

Sesuai dengan penjelasan tersebut maka buku teks yang dinyatakan berkualitas harus memiliki beberapa kriteria. Oleh sebab itu, batasan penelitian ini yaitu dari segi isi, bahasa yang digunakan apakah sudah sesuai dengan umur siswa, kemudian tampilannya sudah bagus atau tidak.

Tujuan penilaian kualitas buku teks ini yaitu untuk mengetahui apakah buku tersebut sudah benar-benar berkualitas sehingga layak digunakan sebagai sumber belajar. Oleh karena itu, hal yang harus diperhatikan oleh para penyusun buku teks pada setiap pelajaran hendaknya dapat mengarahkan, membekali dan mengembangkan pengetahuan siswa dan keterampilan baik aspek kognitif, afektif dan psikomotor.

Alasan mengapa penulis memilih kelas VII SMP adalah karena kepribadian siswa kelas VII masih membawa sifat kekanak-kanakan ketika SD sehingga perilakunya mudah dikendalikan oleh guru pemula seperti penulis, berbeda dengan siswa yang kelas VIII dan IX yang sudah mengalami perubahan sikap karena sudah berinteraksi dengan kakak kelasnya, selain itu juga karena materi kelas VII tidak terlalu sulit, sesuai untuk penulis kaji sebagai calon guru. Pada saat ini kurikulum yang digunakan adalah kurikulum 2013 yang masih dalam tahap awal pelaksanaan. Pada kurikulum ini merupakan era sentralisasi buku teks karena kurikulum 2013 menetapkan satu buku teks sebagai acuan bagi peserta didik yang telah diterbitkan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan, yang artinya setiap jenjang menggunakan buku teks yang sama di Indonesia

Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengambil judul Analisis Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VII Kurikulum 2013 Kajian Isi, Bahasa, dan Tampilan. Harapan peneliti semoga dengan adanya penelitian ini dapat menghasilkan peserta didik yang unggul, cerdas, dan sesuai dengan yang diharapkan. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah kualitas buku teks Bahasa Indonesia kelas VII ditinjau dari segi isi? (2)Bagaimanakah kualitas buku teks Bahasa Indonesia kelas VII ditinjau dari segi bahasa? (3)Bagaimanakah kualitas buku teks Bahasa Indonesia kelas VII ditinjau dari segi tampilan?. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu (1)Mendeskripsikan kualitas buku teks Bahasa Indonesia kelas VII ditinjau dari segi isi, (2)Mendeskripsikan kualitas buku teks Bahasa Indonesia kelas VII ditinjau dari segi bahasa, (3)Mendeskripsikan kualitas buku teks Bahasa Indonesia kelas VII ditinjau dari segi tampilan. Dengan demikian, akan diperoleh pula manfaat-manfaat penelitian baik secara teoretis maupun secara praktis.

  1. KAJIAN PUSTAKA

 

Penelitian yang sebelumnya sangat penting di setiap penelitian karena itu merupakan acuan atau bahan pertimbangan, begitu juga dalam penelitian ini. Penelitian yang relevan sebagai bahan partimbangannya adalah sebagai berikut:

Skripsi dari Aprilina Kurnia Widhiastuti (2009) yang berjudul “Analisis Kelayakan Buku Teks Pelajaran Biologi SMA/MA Kelas XII Terbitan Esis untuk digunakan dalam Proses Pembelajaran Ditinjau dari Komponen Kelayakan Isi, Komponen Kebahasaan, Komponen Penyajian.” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan buku teks pelajaran biologi SMA/MA Kelas XII terbitan esis ditinjau dari kelayakan isi, untuk mengetahui tingkat kelayakan buku teks pelajaran biologi SMA/MA Kelas XII terbitan esis ditinjau dari komponen kebahasaan, untuk mengetahui tingkat kelayakan buku teks pelajaran biologi SMA/MA Kelas XII terbitan esis ditinjau dari proses penyajian. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah buku ajar biologi SMA/MA kelas XII terbitan Esai sudah cukup layak dilihat dari persentasenya yaitu : pada kriteria kelayakan isi (56,5% ), kriteria kebahasaannya (92,75%), berdasarkan kriteria penyajiannya (60%).

Skripsi oleh Amrih Prayoga (2011) yang berjudul “Analisis Kelayakan Isi Buku Teks Pelajaran Fisika SMA.” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kelayakan isi buku teks pelajaran fisika yang digunakan sebagai buku acuan wajib dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah pembandingan dua buku ajar fisika SMA yaitu buku ajar fisika lama dengan buku ajar fisika baru. Hasil yang didapatkan adalah kedua buku tersebut sama-sama layak walaupun terdapat sedikit perbedaan.

Skripsi dari Hulida Eka Nurmutia (2013) yang berjudul “Analisis Materi, Penyajian, dan Bahasa Buku Teks Matematika SMA Kelas X Di Kabupaten Rembang Tahun Ajaran 2012/2013.” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas buku teks Matematika SMA kelas X di kabupaten Rembang ditinjau dari segi materi, penyajian, dan bahasa buku teks matematika menurut BSNP serta memuat materi pokok yang memenuhi ketiga aspek standar tersebut. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah buku teks matematika jilid 1 untuk SMA Kelas X karangan Sartono Wirodikromo terbitan Erlangga sudah memenuhi standar aspek materi, penyajian, dan bahasa buku teks matematika menurut BSNP. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan rata-rata skor pada aspek materi 85,66%, aspek penyajian 66,80%, dan aspek bahasa 82,54%. Ketiga aspek tersebut masing-masing memperoleh skor rata-rata lebih dari 65% atau sudah memenuhi kriteria baik. Dan buku matematika jilid 1 untuk SMA kelas X karangan Sartono Wirodikromo terbitan Erlangga sudah memuat materi pokok yang memenuhi standar aspek materi, penyajian, dan bahasa buku teks matematika menurut BSNP. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan rata-rata skor pada materi pokok aljabar 77,23%, logika 75,72%, trigonometri 79,81%, dan geometri 73,15%. Keempat materi pokok tersebut masing-masing memperoleh skor rata-rata lebih dari 65% sehingga sudah memenuhi kriteria baik. Rata-rata skor tertinggi diperoleh pada materi pokok trigonometri dan rata-rata skor paling rendah pada materi pokok geometri.

Skripsi oleh Mahardika Dewi Pertiwi (2013) yang berjudul “Analisis Buku Teks Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 1 Sekolah Dasar Dabin II Kecamatan Candinsari Semarang (suatu kajian sebagai kelayakan bahan ajar).” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan buku teks Bahasa Indonesia kelas 1 karangan Bambang Trimansyah ditinjau dari empat komponen yaitu komponen kelayakan isi/materi, penyajian, bahasa, dan tampilan berdasarkan kurikulum yang digunakan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu kelayakan isi/materi buku mencapai tingkat kelayakan sebesar 90,5%. Dalam kurva yang diadaptasi dari kurva normal Gronlud, maka kriteria kelayakan isi/materi masuk dalam daerah C (81,00% – 11900%) sehingga masuk katagori sesuai. Kelayakan penyajian buku mencapai tingkat kelayakan sebesar 98,8%. Dalam kurva yang diadaptasi dari kurva normal Gronlud, maka kriteria kelayakan penyajian masuk dalam daerah C (81,00% – 11900%) sehingga masuk katagori sesuai. Kelayakan bahasa buku mencapai tingkat kelayakan sebesar 93,1%. Dalam kurva yang diadaptasi dari kurva normal Gronlud, maka kriteria kelayakan bahasa masuk dalam daerah C (81,00% – 11900%) sehingga masuk katagori sesuai. Kelayakan kegrafikan buku mencapai tingkat kelayakan sebesar 100%. Dalam kurva yang diadaptasi dari kurva normal Gronlud, maka kriteria kelayakan kegrafikan masuk dalam daerah C (81,00% – 11900%) sehingga masuk katagori sesuai.

Skripsi dari Merina Lestari (2013) yang berjudul “Analisis Kualitas Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas VII Kajian Isi, Bahasa, Penyajian, dan Tampilan.” Penelitian ini bertemakan kelas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas isi buku teks pelajaran Bahasa Indonesia yang digunakan sebagai bahan acuan dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Hasil yang didapatkan adalah bahwa buku tersebut memang berkualitas dan dapat dijadikan bahan acuan dalam proses belajar mengajar.

Nanik Hidayati (2005) mahasiswi UNNES yang menyusun skripsi dengan judul “Analisis Buku Biologi SMA Kelas X Semester Genap Berdasarkan Kurikulum 2004 yang digunakan SMA Negeri di Kabupaten Batang.” Telah memberikan pedoman tentang pemilihan buku ajar Biologi SMA yang baik untuk digunakan di Kabupaten Batang. Berdasarkan uraian dari hasil penelitiannya diperoleh simpulan bahwa buku ajar yang digunakan banyak terjadi kesalahan pada konsep dan gambar, ejaan serta kurikulum yang belum sesuai dengan BSNP. Program yang dimaksud dalam penelitian Nanik ialah untuk mengetahui kesalahan ejaan, serta kesesuaian konsep dan gambar dengan textbook biologi edisi kelima jilid 2 karangan Campbell, Reece, dan Mitchell.

Asrini Nur Izzati (2009) mahasiswi UNNES yang menyusun skripsi dengan judul “Analisis Buku Ajar IPA Kelas VIII yang banyak digunakan di SMP Se-Kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2008/2009.” Juga banyak memberikan pedoman tentang pemilihan buku ajar Biologi SMP yang baik untuk digunakan di Kabupaten Kendal. Tujuan dari penelitian Asrini ini adalah untuk mengetahui kesesuaian konsep dan gambar pada buku ajar. Persamaanya yaitu untuk mengetahuai kesesuaian buku ajar dengan syarat kelayakan bahan ajar menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), dan perbedaan dalam penelitian yang dilakukan oleh Asrini dengan penelitian yang akan dilakukan dalam penelitian ini yaitu terletak pada kurikulum yang digunakan.

Skripsi dari Rita Ekawati (2002) yang berjudul “Analisis Atribut Buku Ajar Biologi Kelas II Cawu III yang digunakan Guru pada SMU di Kabupaten Grobogan.” Sedikit banyak telah menambah inspirasi bagi peneliti. Penelitian ini untuk mengetahui atribut buku ajar biologi kelas II cawu III yang digunakan para guru SMU di Kabupaten Grobogan yang meliputi indeks keterlibatan siswa, indeks muatan kognitif dan tinggi rendahnya jenjang kesulitan soal latihannya. Penelitian yang dilakukan Nanik, Asrini dan Rita ini memiliki latar belakang yang tidak jauh berbeda dengan latar belakang penelitian yang akan dilakukan peneliti. Persamaannya yaitu ingin mengetahui buku ajar apa saja yang digunakan dan kesesuaian buku ajar dengan syarat kelayakan bahan ajar menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Kedelapan penelitian di atas merupakan bahan acuan peneliti dalam penyusunan penelitian ini. Pada penelitian ini memiliki perbedaan dengan penelitian sebelumnya dari segi objek dan kriteria penilaiannya, objeknya adalah buku teks siswa Bahasa Indonesia SMP (buku kurikulum 2013) kelas VII yang berbasis kurikulum 2013 berdasarkan kriteria kajian isi, bahasa, dan tampilan

Penilaian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu peneliti menggunakan referensi dari BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) terhadap kurikulum 2013. Beberapa kriteria kesesuaian buku teks pelajaran Bahasa Indonesia yang memenuhi syarat kelayakan, yang meliputi empat komponen yaitu kelayakan isi, kelayakan bahasa, kelayakan tampilan dan kelayakan penyajian. Dari keempat komponen tersebut penulis hanya menggunakan tiga kriteria. Pertama, dari segi isinya, penulis menggunakan dua kriteria yaitu tingkat kesesuaian materi dengan KI dan KD, dan kedekatan dengan lingkungan siswa. Kedua, dari segi bahasanya terdapat tiga kriteria yaitu ketepatan ejaannya, kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik, dan kebakuan istilahnya. Ketiga, dari segi tampilannya hanya satu kriteria yaitu ukuran huruf, serta kejelasan gambar.

BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) menetapkan beberapa kriteria kualitas buku teks pelajaran Bahasa Indonesia yang memenuhi syarat kelayakan yang meliputi empat komponen, namun dalam penelitian ini penulis mengkaji tiga komponen yaitu: Kelayakan Isi (1)Kesesuaian materi dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Buku teks pelajaran Bahasa Indonesia yang baik seharusnya berisi materi yang mendukung tercapainya KI (kompetensi inti) dan KD (kompetensi dasar) dari mata pelajaran tersebut. Materi yang disajikan mencakup semua materi yang terkandung dalam Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Musaddat (2013:79) yang menjelaskan bahwa dalam pemilihan materi ajar atau buku teks ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya tingkat kesesuaian dengan kurikulum. Dalam hal ini, terkait dengan sajian materi atau isi buku teks yang ditinjau dari SK, KD, dan Indikator dalam GBPP kurikulum (jenjang kelas) yang berlaku. Materi atau buku yang baik adalah yang tingkat kesesuaiannya dengan kurikulum sangat tinggi. Misalnya, urutan penyajiannya mengikuti urutan yang dikehendaki kurikulum (seauai dengan urutan indikator). Diperjelas lagi dengan pendapat Tarigan dan Tarigan (1993:22) menjelaskan bahwa buku teks yang bagus harus relevan dengan kurikulum. Buku teks ditulis untuk digunakan di sekolah. Sekolah mempunyai kurikulum karena itu tidak ada pilihan lain bahwa buku teks harus relevan dengan kurikulum yang berlaku. (2) Kedekatan dengan Lingkungan Siswa Terkait dengan kedekatan buku teks dengan lingkungan sosial budaya siswa menurut Musaddat (2013:81) mengatakan bahwa isi dan pilihan bahasa yang digunakan pada materi atau buku teks sebaiknya berkaitan dengan kondisi keseharian atau (kebiasaan-kebiasaan) siswa. Disamping itu, isi dan pilihan bahasa pada materi atau buku teks sebaiknya berkaitan langsung (kontekstual) dengan latar sosial budaya siswa. Dalam hal ini, contoh peristiwa, cerita, dan yang lainnya sebisa mungkin berkaitan dengan keseharian dan latar sosial budaya siswa. Kelayakan Bahasa : (1) Ketepatan Ejaan, Ketepatan ejaan sangat erat kaitanya dengan penggunaan tanda baca dan pemakain huruf yang benar menurut Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Pemakaian tanda baca yang dimaksud seperti tanda koma (,), titik (.), seru (!), Tanya (?), titik dua (:) dan lain-lain serta pengunaan huruf kapital yang tepat. (2) Kebakuan Istilah, Kesesuaian dengan Tingkat Baku artinya yang sudah ditetapkan dalam KBBI. Kebakuan istilah sangat penting. Istilah yang digunakan sesuai dengan KBBI. Berangkat dari pernyataan itu bisa disimpulkan bahwa bahasa atau istilah yang digunakan dalam buku teks harus baku dan harus menghindari penggunaan bahasa-bahasa gaul atau non formal. Musaddat (2013:80) menjelaskan pilihan kata-kata atau istilah yang digunakan dalam materi atau buku teks sebaiknya kata-kata atau istilah yang bermakna denotasi, memiliki makna tunggal, dan dapat dipahami secara langsung, serta berkaitan dengan kondisi keseharian maupun psikologi siswa. (3) Perkembangan Peserta Didik, Musaddat (2013:79) membagi kriteria kesesuaian dengan tingkat perkembangan pesesrta didik berdasarkan tingkat keterbacaannya yang berhubungan dengan, (1) panjang pendek kalimat dan kesulitan kata, (2) jenis atau bentuk huruf yang digunakan, (3) ukuran huruf yang digunakan, (4) kesederhanaan pemilihan bahasa (mudah dipahami). Pada kategori ini penulis hanya menggunakan poin (1) panjang pendek kalimat dan kesulitan kata dan (4) kesederhanaan pemilihan bahasa (mudah dipahami). Jadi panjang pendek kalimat dan kesulitan kata sangat perlu diperhatikan dalam memilih buku teks untuk anak SMP kelas VII. Sebaiknya kalimat yang digunakan tidak terlalu panjang dan menggunakan kata-kata yang sudah lumrah atau bahasa yang sederhana. Kelayakan Tampilan, ada beberapa kriteria dalam kelayakan tampilan yaitu: (1) Ukuran format buku yaitu penggunanan format yang terstandar, biasanya menggunakan ukuran format buku dengan font antara 12 – 14 point size untuk Times New Roman, atau yang sebanding dengannya untuk jenis font lain, kecuali judul maka disesuaikan dengan kebutuhan. (2) Desain bagian isi yaitu desain isi harus mudah dibaca dan mendukung materi. Ini dilihat dari jenis font, ukuran font, warna font, bentuk paragraf, ilustrasi, dan ilustrasi gambar. Selanjutnya prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran menurut Winataputra, dkk (2004:5.26) adalah tingkat keterbacaan, maksudnya yaitu media atau sumber belajar tersebut sudah memenuhi syarat-syarat teknis seperti kejelasan gambar dan hurufnya, pengaturan warna, ukuran dan sebagainya. Jadi, dari segi tampilannya buku teks akan dinilai dari segi tampilannya terdapat satu kriteria yaitu ukuran huruf, serta kejelasan gambar.

III. METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya menurut Best dalam Darmadi (2011:145) yang artinya hasil analisis itu berupa deskripsi dari gejala-gejala yang diamati yang tidak harus dalam bentuk angka namun berbentuk kata-kata dan kalimat-kalimat. Penelitian ini berusaha untuk melaporkan keadaan objek yang akan diteliti sesuai dengan apa adanya, yaitu menggambarkan atau mendeskripsikan Kualitas Buku Siswa Bahasa Indonesia (buku teks kurikulum 2013) siswa SMP kelas VII dari segi kajian isi, bahasa, dan tampilan. Pada penelitian ini yang menjadi sasaran penelitian adalah materi-materi atau isi yang terdapat di dalam buku teks Bahasa Indonesia sebagai sumber belajar di SMP. Data yang digunakan sebagai dasar penelitian ini berwujud kata-kata, kaliamat-kalimat, yang terdapat pada buku tersebut. Sumber pengambilan data penelitian tersebut berasal dari Buku Teks Bahasa Indonesia kelas VII SMP yang disusun oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Penerbit: Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta. sumber penelitian pada penelitian ini dibagi menjadi dua bagian yaitu data primer dan data skunder. (1) Data primer Buku Siswa Bahasa Indonesia (buku teks kurikulum 2013) kelas VII SMP yang disusun oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Penerbit: Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta. (2) Data skunder diperoleh dari berbagai buku yang berkaitan dengan penelitian ini.

Mengingat jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif maka proses diperolenya data dari sumber data adalah dengan menggunakan metode dokumentasi. Menurut Yatim Rianto (2001:103) dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis. Metode dokumentasi berarti cara mengumpulkan data dengan mencatat data-data yang sudah ada. Artinya metode dokumentasi ditempuh melalui pelaksanaan dengan mengumpulkan data yang bersumber dari bahan tertulis atau dokumen-dokumen tertulis. Gube dan Lincoln (1981) dalam Yatim Rianto (2001:103-104) mengatakan bahwa dokumen ialah setiap bahan tertulis ataupun film yang sering digunakan yang sering digunakan untuk keperluan penelitian, karena alasan-alasan yang dapat dipertanggungjawabkan sebagai berikut: (1)Dokumen merupakan sumber yang stabil, (2) Berguna sebagai bukti untuk pengujian, (3) Sesuai untuk penelitian kualitatif karena sifatnya yang alamiah, (4) Tidak reaktif, sehingga tidak sukar ditemukan dengan teknik kajian isi, (5) Hasil pengajian isi akan membuka kesempatan untuk lebih memperluas tubuh pengetahuan terhadap sesuatu yang diselidiki

Meskipun dokumen biasanya berisi kalimat tertulis atau tercetak, tetapi sebenarnya dokumen tidaklah terbatas. Ia bisa berupa grafik, gambar, lukisan, kartun, foto, dan sebagianya Sanapiah Faisal (1982:133). Adapun dokumentasi dalam penelitian ini beruba buku teks/buku siswa pelajaran Bahasa Indonesia yang dijadikan buku sampel.

Selain menggunakan metode dokumentasi, penelitian ini juga mengguanakan dengan metode catat. Metode ini sebagai pendamping atau lanjutan dari metode dokumentasi karena setelah mendapatkan data melalui dokumentasi maka di lanjutkan dengan mencatatnya. Seperti yang dijelaskan oleh Mahsun (2012:95-96) teknik catat yaitu mencatat beberapa bentuk yang relevan bagi penelitinya.

  1. PEMBAHASAN

 

Sesuai dengan masalah yang diteliti, fokus pembahasan pada penelitian ini adalah analisis kualitas buku siswa (buku teks kurikulum 2013). Pembahasan tentang kualitas buku siswa yang dalam penelitian ini difokuskan pada tiga hal yaitu kualitas isi, kualitas bahasa, dan kualitas tampilannya. Pembahasan akan dipaparkan perkatagori sehingga data dalam penelitian dapat lebih mudah disimpulkan secara umum. Berikut ini akan dipaparkan kajian isi, bahasa, dan tampilan. Kualitas isi buku siswa Bahasa Indonesia (buku kurikulum 2013) kelas VII SMP yang diterbitkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada komponen kesesuaian materi dengan KI/KD (kurikulum) adalah kurang bagus karena masih ada KI dan KD yang uraian materinya yang kurang lengkap dan tidak lengkap, dan dapat dilihat dari jumlah presentasenya yaitu jumlah yang tidak lengkap ada 31,77%, kurang lengkap 7,47% dan yang lengkap 60,74%.

Tabel 4.2 Status Kualifikasi Pada Instrumen Kedekatan dengan Lingkungan Siswa

 Sub Komponen Penilaian Status
TD KD D
Buku siswa memuat contoh-contoh atau peristiwa yang berkaitan dengan keseharian siswa. X

Kualitas buku teks dari segi isi dengan aspek kedekatan dengan lingkungan peserta didik berstatus dekat. Buku teks kurikulum 2013 sangat kontekstual artinya permasalahan yang ditampilkan pada buku berkaitan dengan kondisi keseharian atau kebiasaan-kebiasaan siswa dan contoh-contoh peristiwa atau kejadian yang disajikan kebanyakan berkaitan dengan keseharian siswa.

Tabel 4.3 Status Kualifikasi Katagori Bahasa

Sub Komponen Penilaian Status
TB KB B
Ketepatan ejaan, dilihat dari segi penggunaan tanda baca dan huruf besar yang tepat. X
Kebakuan istilah yang digunakan, tidak menggunakan kata-kata gaul atau menggunakan istilah-istilah yang sudah dibakukan oleh KBBI. X
Kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik, terkait dengan panjang pendeknya kalimat dan kesederhanaan pemilihan kata. X

Kualitas buku teks dari segi bahasa dengan aspek ketepatan ejaan berstatus baik. Sesuai dengan hasil penelitian dalam buku Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan untuk SMP/MTs kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa kualitas buku teks dari segi bahasa dengan aspek kebakuan istilah bersetatus baik. Kualitas buku teks dari segi bahasa dengan aspek kesesuaian dengan perkembangan peserta didik berstatus baik.

Tabel 4.4 Status Kualifikasi katagori Tampilan

 Sub Komponen Penilaian Status
TB KB B
Tampilan, dilihat dari segi kejelasan gambar tidak menimbulkan kebingungan, warnanya jelas, dan ukuran hurufnya di atas normal dan sedikit tebal dari ukuran normal. X

Dari segi tampilan yang akan dinilai adalah kejelasan gambar, warna dan ukuran huruf yang digunakan. Pada katagori terakhir ini penulis memberikan penilaian baik karena bila dibandingkan dengan buku Bahasa Indonesia kelas VII yang menggunakan kurikulum KTSP maka buku kurikulum 2013 ini jauh lebih bagus.

  1. PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa Kualitas isi buku siswa Bahasa Indonesia (buku kurikulum 2013) kelas VII SMP yang diterbitkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada komponen kesesuaian materi dengan KI/KD (kurikulum) adalah kurang bagus. Sedangkan pada komponen kedekatan dengan lingkungan peserta didik dapat dikatakan berkualitas bagus. Kualitas bahasa buku siswa Bahasa Indonesia (buku kurikulum 2013) kelas VII SMP yang diterbitkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada aspek atau komponen ketepatan ejaan dapat dikatakan bagus. Kemudian pada komponen kebakuan istilahnya dapat dikatakan berkualitas bagus. Kualitas komponen yang ketiga yaitu kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik dapat dikatakan berkualitas bagus pula. Kualitas tampilan buku siswa Bahasa Indonesia (buku kurikulum 2013) kelas VII SMP yang diterbitkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dapat dikatakan bagus.

Adapun saran-saran yang ingin disampaikan berdasarkan penelitian yang dilakukan ini adalah Bagi Pengarang buku siswa Bahasa Indonesia (buku kurikulum 2013) kelas VII SMP supaya melengkapi uraian materi yang masih kurang lengkap dan tidak lengkap seperti pada KD yang terdapat dalam Bab I Cinta Lingkungan Hidup misalkan (KD 3.2 seharusnya menyajikan materi tentang bagaimana cara membedakan teks hasil observasi dengan teks deskripsi dilihat dari fitur bahasanya; cara membedakan teks hasil observasi dengan teks deskripsi dilihat dari struktur isi. Jadi, pesan penulis agar melengkapi KD yang belum lengkap dan masih kurang lengkap uraian materinya agar sesuai dengan tuntutan indikator. Berikut KD yang masih kurang lengkap dan tidak lengkap: 3.3, 4.3, 4.4); KI/KD 3.1, 3.2, 3.3, 3.4, 4.1, 4.3, 4.4 (Bab II Pengenalan Budaya Indonesia); KI/KD 3.2, 4.1 (Bab III Remaja dan Pendidikan Karakter); KI/KD 3.2 (Bab V Peristiwa Alam); KI/KD 3.2, 3.4, 4.3, 4.4 (Bab VI Cerita Pendek Indonesia).

DAFTAR PUSTAKA

Darmadi, Hamid. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabet.

 Ekawati, Rita. 2002. “Analisis Atribut Buku Ajar Biologi Kelas II Cawu III yang digunakan Guru pada SMU di Kabupaten Grobogan”. (online), http://analisis-buku teks.com, akses 3 April 2014.

 Faisal, Sanapiah. 1982. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.

 Hidayati, Nanik. 2005. “Analisis Buku Biologi SMA Kelas X Semester Genap Berdasarkan Kurikulum 2004 yang digunakan SMA Negeri di Kabupaten Batang”. (online), http://analisis-buku teks.com, akses 3 April 2014.

 Izzati, Asrini Nur. 2009. “Analisis Buku Ajar IPA Kelas VIII yang banyak Digunakan di SMP Se-Kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2008/2009”, (online), http://analisis-buku teks.com, akses 3 April 2014.

 Lestari, Merina. 2013. ”Analisis Kualitas Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas VII: Kajian Isi, Penyajian, Bahasa, dan Tampilan”. (online), http://library.um.ac.id. akses 13 februari 2014.

 Mahsun. 2012. Metode Penelitian Bahasa Tahapan strategi, metode, dan tekniknya. Mataram: Cerdas.

 Musaddat, Syaiful. 2013. Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia kelas tinggi. Mataram: Cerdas.

 Nurmutia, Hulida Eka. 2013. “Analisis Materi, Penyajian, dan Bahasa Buku Teks Matematika SMA Kelas X Di Kabupaten Rembang Tahun Ajaran 2012/2013”. (online), http://analisis-buku teks.com, akses 3 April 2014.

 Pertiwi, Mahardika Dewi. 2013. “Analisis buku teks pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 1 Sekolah Dasar Dabin II Kecamatan Candinsari Semarang (suatu kajian sebagai kelayakan bahan ajar)”. (online), http://analisis-buku teks.com, akses 3 April 2014

 Prayoga, Amrih. 2011. “Analisis Kelayakan Isi Buku Teks Pelajaran Fisika SMA.” (online), http://analisis-buku teks.com, akses 3 April 2014

 Riyanto, Yatim. 2001. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya: SIC.

Tarigan, Henry Guntur dan Djago Tarigan. 1993. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa Bandung.

Tarigan, Henry Guntur dan Djago Tarigan. 2009. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa Bandung.

Widhiastuti, Apriliana Kurnia. 2009. “Analisis Kelayakan Buku Teks Pelajaran Biologi SMA/MA Kelas XII Terbitan Esis Untuk Digunakan Dalam Proses Pembelajaran Ditinjau Dari Komponen Kelayakan Isi, Komponen Kebahasaan, Komponen Penyajian.”(online), http:// library.um.ac.id akses 3 april 2014.

Winataputra, dkk. 2004. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *