Analisis cerpen “Pelarian Gang Dolly” menggunakan teori Strukturalisme Genetik

Resensi

Analisis cerpen Pelarian Gang Dolly menggunakan teori Strukturalisme Genetik

Menganalisis cerpen “Pelarian Gang Dolly” menggunakan teori Strukturlisme Genetik

• Strukturalisme Genetik
Goldman menyebutkan teorinya sebagai strukturalisme Genetik alasannya karena ia percaya bahwa karya sastra merupakan sebuah struktur. Dalam strukturalisme genetik memiliki 4 elemen untuk menganalisis sebuah karya sastra, yaitu:
1. Fakta kemanusiaan adalah segala hasil aktivitas atau perilaku manusia yang baik yang verbal maupun yang fisik, yang berusaha difahami oleh ilmu pengetahuan. Fakta itu dapat berupa aktivitas sosial tertentu. Fakta-fakta kemanusiaan pada hakikatnya dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu fakta individual dan fakta sosial. Fakta yang kedua memiliki peranan dalam sejarah, sedangkan fakta pertama tidak memiliki hal itu. Fakta yang pertama hanya merupakan hasil dari perilaku libidinal seperti mimpi dan sebagainya sedangkan fakta yang pertama memiliki dampak pada hubungan sosial, ekonomi maupun politik antara anggota masyarakat.
Goldmann beranggap bahwa semua fakta kemanusiaan merupak suatu struktur yang berarti. Yang di maksudkannya adalah bahwa fakta-fakta itu sekaligus mempunyai struktur tertentu dan arti tertentu. Oleh karena itu, pemahaman mengenai fakta-fakta kemanusiaan harus mempertimbangkan struktur dan artinya. Fakta itu mempunyai struktur karena terikat oleh satu tujuan yang menjadi artinya, dengan kata lain semua unsur yang mendukung aktivitas yang menjadi fakta kemanusiaan itu terarah pada tercapainya tujuan yang di maksud. Adapun tujuan yang menjadi arti dari fakta-fakta kemanusiaan itu sendiri tumbuh sebagai respon dari subjek kolektif ataupun individual terhadap situasi dan kondisi yang ada di dalam diri dan sekitarnya , pembangunan sesuatu percobaan dari si subjek untuk mengubah situasi yang ada agar cocok bagi aspirasi-aspirasi si subjek itu . dengan kata lain. Fakta-fakta itu merupakan hasil usaha manusia untuk mencapai keseimbangan yang lebih baik dalam hubungannya dengan dunia sekitarnya. Dengan meminjam teori psikologi piaget, goldmann beranggapan bahwa manusia dan lingkungan sekitarnya selalu berada dalam proses strukturasi timbale balik yang saling bertentangan tetapi sekaligus saling mengisi . kedua proses itu adalah proses asimilasi dan akomodasi , di satu pihak manusia selalu berusaha mengasimilasikan manusia sekitarnya ke dalam skema fikiran dan tindakannya tetapi di lain pihak usahanya itu tidak selalu berhasil karena selalu berhadapan dengan rintangan-rintangan :
a) Kenyataan bahwa sektor–sektor kehidupan tertentu tidak menyadarkan dirinya pada integrasi dalam struktur yang di elaborasikan
b) Kenyataan bahwa semakin lama penstruktural dunia eksternal itu semakin sukar dan bahkan semakin tidak mungkin di lakukan.
c) Kenyataan bahwa individu-individu dalam kelompok yang bertanggung jawab bagi lahirnya proses keseimbangan, telah mentranspormasikan lingkungan social dan fisiknya sehingga terjadi proses yang mengganggu keseimbangan dalam proses strukturalisasi itu.
• Analisis cerpen
Pada hakikatnya fakta kemanusiaan dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu: fakta individual dan fakta sosial. Fakta yang kedua ini memiliki peranan dalam sejarah. Hal ini kita dapat lihat pada cerpen Pelarian Gang Dolly, dimana Raeni adalah seorang gadis belia yang cantik, tangguh, dan bersifat mandiri. Raeni memiliki seorang kekasih yang bernama Rotama. Disinilah awal kisah dari Raeni ketika dia menyerahkan kegadisannya untuk Rotama, dia dianggap sebagai wanita murahan karena dengan mudah dia memberikan keperawanannya kepada Rotama. Rotama menganggap bahwa jika bukan dia sekalipun yang meminta keperawanan tu Raeni akan tetap memberikannya. Oleh sebab itulah Rotama tidak mau bertanggung jawab ketika dia tau kalau Raeni sedang mengandung anaknya. Karena takut kedua orang tuanya malu akibat menanggung malu akibat perbuatannya, akhirnya Raenipun mengontak salah seorang sahabat karibnya. Dan dia dibawa ke Surabaya tepatnya Di Gang Dolly tempat yang dikenal sebagai tempat pelacuran yang dibebaskan oleh masyarakat setempat. Disana Raeni melahirkan seorang bayi perempuan yang kemudian dia beri nama Artiti. Mungkin nama itu tak terlalu berarti namun baginya bayi itu lebih penting. Namun kondisi yang sulit untuk mendapatkan uang akhirnya Raeni terpaksa menjadi Pekerja Seks Komersil. Dia terpaksa melakukan hal ini untuk dapat membiayai kehidupan sehari-harinya dan menafkahi buah hatinya. Seiring berjalannya waktu Rotama mantan rpekekasih Raeni kembali untuk menemuinya dengan alasan ingin menikahinya. Namun terlambat sudah Raeni terlanjur membenci mantan kekasihnya itu karena dulu waktu dia membayangkan Rotama sebagai sesosok laki-laki yang bertanggung jawab dan akan menikahinya. Namun apa yang diharapkannya berbalik arah dengan fakta yang dihadapinya. Rotama tidak mau bertanggung jawab, bahkan yang lebih parahnya dia pergi meninggalkan Raeni dengan alasan bahwa Raeni adalah gadis murahan. Hal itulah yang menyebabkan dia harus menempuh hidup di Gang Dolly untuk menyembunyikan aib dan juga untuk menafkahi buah hatinya Artiti.
Fakta pertama hanya merupakan hasil dari perilaku libidal yang mempunyai dampak dalam hubungan sosial, ekonomi, maupun politik antar anggota masyarakat. Didalam cerpen Pelarian Gang Dolly ini terlihat jelas bahwa Raeni begitu tersiksa dengan kehidupan yang dialaminya di gang tersebut. Meskipun di Gang Dollylah Raeni bisa mendapatkan uang dengan mudah dan dalam jumlah yang banyak, dengan begitu dia dapat menafkahi buah hatinya dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Tetapi yang pasti semua wanita menginginkan sebuah keluarga yang dapat dibangun diatas pondasi yang kokoh, uang tak dapat membeli kebahagiaan yang sebenarnya. Sesekali Raeni membayangkan sesosok laki-laki yang bernama Rotama akan menikahinya, namun dia selalu menepis bayangan-bayangan tersebut karena bagaimanapun Rotama adalah laki-laki yang membuat hidupnya menjadi seorang pelacur sekaligus untuk menyembunyikan aibnya.
Keputusan Bu Risma untuk menutup lokalisai Gang Dolly merupakan kesempatan untuk Raeny keluar dari kehidupannya yang kelam. Dulu sebelum ada kebijakan ini Raeny pernah berniat untuk kabur dan mencoba untuk berlari dari Gang tersebut. Namun banyak pertimbangan. Yang paling utama adalah dia merasa sungkan untuk meninggalkan Gang Dolly karena dia tidak enak terhadap mama-nya karena dialah yang telah memberikan pekerjaan ini meskipun ini adalah pekerjaan dosa namun dia dapat memenuhi kebutuhan materialnya, kemudian teman-temannya dia takut kalau harus kabur tanpa alasan dan teman-temannya pasti berfikir kalau Raeni adal seorang wanita yang sok suci dan yang terakhir Raeni takut dengan Bodyguard mamanya, dia takut kalau saja dia ditemukan oleh bodyguard mamanya. Dia pasti akan dihukum dengan balsan yang setimpal.
Namun apa yang diharapkan sekarang jalannya sudah terbuka lebar, gang Dolly ditutup dan Raeny memiliki kesempatan besar untuk keluar dari gang itu dengan leluasa. Uang kompensasi yang dijanjikan sama sekali tak terpikir olehnya. Yang penting adalah lari, jauh yang sejauh-jauhnya. Keinginan hatinyapun sebenarnya ingin pula membuang jauh-jauh pengalaman hidupnya, namun selama pikirannya masih normal, gang Dolly dengan sejuta ceritanya tak akan bisa dihapus dalam pikirannya hingga akhir hayat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *