ANALISIS EKRANISASI NOVEL dan FILM LA TAHZAN

Artikel

ANALISIS EKRANISASI NOVEL dan FILM  LA TAHZAN

Penentuan Kernel dan Satelit

1. Kernel

     Berdasarkan novel dan film yang telah dianalisis, adapun kernel yang dapat ditemukan. Seorang gadis yang bernama viona yang mempunyai impian untuk pergi ke negara jepang. Cita-cita, mimpi, dan cinta viona yang telah menjadi cerita yang ditulis di dalam novel la tahzan ini menjadi inspirasi adanya kekutan yang akan menjadikan hidup menjadi lebih indah jika adanya kesabran yang tertanam di dalam hati. Cerita cinta dan impian yang pada akhirnya dapat berlabuh pada teman masa kecilnya yang di cari selama viona berada di jepang. Inilah kisah seorang gadis dengan penantiannya serta usaha yang diperlihatkan penulis dalam megejar cita-cita,mimpi dan cintanya.

 2. Satelit

     Adapun satelit dari novel tersebut dapat dilihat, adanya adegan viona yang belajar menari di negara jepang, namun didalam cerita novel tersebut tidak adanya kegiatan viona dengan belajar menari. Serta didalam adegan film, ibu viona yang selalu berada ketika anaknya akan bersiap-siap untuk pergi ke jepang. Di perlihatkan raut wajah yang seperti tidak menginginkan adanya perpisahan antara anak dan ibu.

Kajian Ekranisasi

1. Pengurangan

  • Penokohan

Pengurangan penokohan yang terdapat di dalam film namun ada di dalam cerita novel tersebut. Tokoh yang dihilangkan yaitu: maman teman lama hasan yang menjadi pimpinan agen TKI ke luar negeri. Pengurangan tokoh juga terjadi pada film la tahzan bernama pak hidetoshi yang menjadi pesuruh kepala sekolah viona yang akan menjemputnya di stasiun jepang.

  • Kutipan cerita yang tidak dimunculkan didalam film la tahzan yaitu:
  1. Adanya cerita awal hasan yang bertemu dengan pembeli bengkel peninggalan ayahnya. Hasan terpaksa menjual bengkel dikarenakan hasan terlilit hutang. Semenjak ayahnya meninggal, hasanlah yang kini menjadi tulang punggung dari keluarganya, dan semenjak ibu hasan sakit-sakitan, hasan terpaksa untuk meminjam uang di renternir dengan bunga hutang yang semakin melonjak naik. Hal inilah yang menjadikan hasan berfikir untuk menjual bengkel peninggalan ayahnya. Adegan ini tidak dimunculkan didalam film la tahzan. Cerita ini di tulis pada awal penulisan novel la tahzan sebelum hasan bertemu viona di restoran tempat mereka janjian untuk makan bersama.
  2. Pada adegan viona pergi ke restoran mahal dan pelayan restoran yang langsung membawakan makanan untuk hasan dan viona. Berbeda dengan cerita novel yang ditulis pengarang, merincikan jalan cerita dengan terperinci. Di saat awal viona dan hasan akan memasuki restoran mahal, dan saat memilih menu makanan yang cukup lama, ketika itu viona sempat mengingat awal pertemuannya dengan hasan sewaktu kecil di saat bulan ramadhan, viona yang dulu tersesat untuk pulang, dikarenakan viona baru pindah rumah. Dan ketika itu viona tidak sengaja bertemu dengan hasan yang menjadi sahabatnya sampai ia dewasa. Viona juga masih ingat saat hasan memberikan buah jeruk yang berwarna oranye, karena viona menyukai hal-hal yang berbau Jepang maka, disebutlah dengan nama orenji. Itulah orenji pertama yang diberikan hasan kepada viona. Viona pun terus mengingat masa-masa disaat mereka masih kecil, saat mereka menebak rasa sebelum memakan buah orenji dan hasan yang sering menemani viona untuk menonton film bersama. Hasan dan viona juga mempunyai impian yang sama yaitu ingin pergi ke jepang.
  3. Kekurangan atau tidak dimunculkannya cerita di dalam novel la tahzan pada saat mama viona setiap hari menyiapkan susu untuk anaknya sebelum viona tidur. Pada cerita ini tidak ditampilkannya pada adegann tokoh tersebut. Adanya pemotongan cerita yang telah dilakukan oleh sutradara film la tahzan.
  4. Tidak ditampilkannya perjalanan hasan sebelum pergi ke Jepang. Setelah hasan dipukuli oleh bodyguard dari renternir di dalam cerita novel tersebut hasan pergi menemui maman teman lama hasan yang kini menjadi pimpinan penyalur TKI, cerita ini dipotong pada adegan film la tahzan tersebut dan tidak ditampilkannya perjalanan hasan sebelum hasan akan berangkat menuju Jepang.
  5. Pada novel la tahzan diceritakan ketika ibu viona memasuki kamar anak bungsunya untuk memberikan sebuah kotak pemberian hasan yang berisi orenji yang terdapat bendera putih dari kertas yang ditancapkan tusuk gigi dan terlihat adnya tulisan tangan hasan yang menuliskan kata maaf. Kotak tersebut diantrakan oleh neneng adik hasan ke rumah viona, yang setelah semalaman viona menangis sampai tertidur. Namun, pada adegan dalam film cerita ini tidak dimunculkan oleh sutradara.
  6. Cerita ketika hasan melantunkan ayat suci al-qur’an di waktu subuh. Setelah itu hasan yang sedang berbincang-bincang dengan ibunya di ruang tamu, ketika itu juga ibunya sempat bertanya tentang viona yang jarang lagi datang ke rumahnya. Untuk menghindari berbagai pertanyaan ibunya, hasan lebih memilih untuk pergi ke kamar dan beralasan akan mengecek kembali koper bawaannya, namun ketika di kamar justru hasan lebih memilih mengambil blackberrynya untuk mencoba menghubungi viona, namun tidak ada keberanian untuk melakukan hal tersebut. Pada film la tahzan cerita ini tidak di tampilkan oleh sutradara untuk di perlihatkan di dalam filmnya.
  7. Pada film la tahzan dilihat dari cerita dalam novel yang menceritakan bagaimana viona yang lulus dan diwisuda dengan nilai terbaik di kampusnya. Namun, di dalam filmnya adegan atau cerita ini tidak dimunculkan oleh sutradara.
  8. Pengurangan terjadi pada film, yang tidak memunculkan bagaimana kerja keras viona yang ingin pergi ke jepang. Diceritakan secara terperinci di dalam novel tersebut. Di awal viona yang ikut program sekolah dengan selingan arubaito. Arubaito ini adalah kegiatan bagi para pelajar yang akan menyempatkan dirinya untuk bekerja sambil menuntut ilmu di jepang. Pada adegan film viona langsung saja mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan arubaito, tanpa diperlihatkannya usaha viona pada saat akan melaksanakan tes.
  9. Cerita novel di saat viona dan teman-temannya mengikuti ujian tes untuk pembagian kelas mereka masing-masing. Namun, di dalam film cerita ini tidak dimunculkan pada tiap adegan.
  10. Kejadian disaat viona di dalam cerita novel mencoba untuk mencari tempat untuk beribadah. Dan ketika viona akan melakukan ibadahnya tiba-tiba pemilik restoran tempat ia bekerja melihatnya dan meminta viona untuk menghadapnya dan memperingatkan akan hal tersebut karena ia tidak meminta izin. Cerita dari novel ini tidak ditampilkan pada adegan filmnya tersebut.
  11. Adanya cerita sebelum aning pergi meninggalkan viona yang terbaring sakit. Tiba-tiba yamada datang ke apartemen mereka, ketika itu aning mencoba untuk memberitahu viona bahwa adanya yamada datang ke apartemen mereka, namun viona tidak mengizinkan yamada untuk masuk ke apartemen mereka dikarenakan aning akan pergi bekerja. Namun, di dalama adegan film tersebut, tidak adanya percakapan antara aning dan viona yang meminta aning untuk tidak mengizinkan yamada masuk ke apartemen mereka. Melainkan aning langsung mempersilahkan yamada untuk masuk ke apartemen.
  12. Pada cerita novel, yamada sering mengajak viona untuk pergi jalan-jalan ke tempat-tempat wisata yang ada di negara jepang. Namun, di dalam film viona dan yamada hanya pergi berjalan-jalan satu kali saja.

 2. Penambahan

Adegan 1

Hasan menghentikan sejenak viona yang akan langsung memakan makanan yang sudah disiapkan oleh pelayan restoran tersebut, hasan langsung memberikan sebuah kado kepada viona yang berisi buku dan pulpen hello kity sesuai kesukaan viona, ketika viona akan mengambil hadiahnya didalam kotak kado pemberian hasan, tidak sengaja viona melihat masih ada tanda harga tertempel di buku pemberian hasan, ketika viona memberitahukan kepada hasan, dan hasan akan melihatnya, tiba-tiba handphone hasan berbunyi, hasan meninggalkan viona untuk menjawab telepon yang ternyata dari neneng adik hasan. Namun di dalam cerita novelnya hasan menyodorkan sebuah kado yang diberikan untuk viona, hasan hanya memberikan kado sebuah pulpen hello kity tanpa adanya tambahan kado lagi seperti memberikan sebuah buku untuk viona yang terdapat pada adegan didalam filmnya tersebut. Saat viona akan mengucapkan terima kasih kepada hasan tak sengaja viona melihat stiker harga yang masih menempel di pulpen tersebut. Tanpa adanya deringan handphone hasan yang berbunyi saat viona memperlihatkan masih adanya stiker harga yang menempel di bagian bawah pulpen hello kity pemberian hasan.

Adegan 2

Di dalam film la tahzan,  saat viona menyiapkan pakainnya untuk bersiap-siap akan pergi ke jepang, ibu viona selalu berada di samping anaknya seperti tidak tega untuk melepaskan kepergian anak bungsunya. Namun didalam cerita novel tersebut. Adegan ini tidak diceritakan didalam cerita novel tersebut.

Adegan 3

Di negara jepang viona terlihat sedang berlatih menari yang diajarkan oleh orang Jepang juga. Namun, didalam cerita novel yang ditulis pengarang tidak adanya cerita viona sedang berlatih dan belajar menari disana.

Adegan 4

Pada adegan viona yang sedang belajar di kelas seorang guru terlihat mengajarkan mahasiswanya untuk belajar bahasa jepang dengan memperbanyak kosakata yang mereka harus ketahui. Namun di dalam novel hal tersebut tidak diceritakan.

3.  Perubahan variasi

Adegan 1

Pada cerita awal didalam novel dituliskan  saat viona yang sedang belajar di kelas les bahasa jepang, dan pada saat itu guru les bahasa jepang mengajar materi tentang mantra jepang yang satu-satunya membawa nama jepang menjadi negara paling maju di Asia. Satu kata mantra orang jepang tersebut adalah ganbatte kudasai atau dalam bahasa Indonesia berusahalah. Terlihat viona, nama tokoh utama pada cerita novel tersebut dengan serius untuk memperhatikan dan menyimak setiap kata yang di tuturkan oleh guru les bahasa jepangnya. Dan didalam novel tersebut tampak seorang wanita yang menjadi guru les bahasa jepang viona. Sedangkan di dalam film, terlihat viona berada didalam kelas dan tampak guru les viona seorang laki-laki yang sedang mengajar materi tentang kata suka.

Adegan 2

Cerita didalam novel, pada saat hasan bertemu renternir dan hasan dipukul oleh bodyguard karena belum sanggup untuk membayar hutang berada pada posisi awal di dalam cerita novel tersebut, namun setelah berada pada adegan film. Kisah ini berada di akhir cerita disaat hasan dan viona kembali bertemu setelah lama berpisah dikarenakan hasan pergi meninggalkan viona ke Jepang untuk mencari pekerjaan, agar ia dan keluarganya hidup tenang tanpa harus terlilit oleh hutang-hutang yang semakin melonjak dikarenakan bunga hutang dari renternir.

Adegan 3

Pada awal cerita tentang hasan akan menjual bengkel telah diketahui oleh viona sebelum ia dan hasan pergi ke jepang. Namun, pada adegan film penjualan bengkel hasan diketahui viona pada akhir adegan di dalam film disaat vionadan hasan bertemu kembali.

Adegan 4

Tiba-tiba pada adegan selanjutnya viona langsung pergi ke toilet dan menemukan sebuah cincin yang kemungkinan besar milik orang jepang yang pada saat viona akan memasuki toilet, tidak  sengaja viona berpapasan dengan orang jepang tersebut. Sewaktu viona kembali ke meja makan ia langsung menceritakan perihal pertemuannya dengan orang Jepang tadi. Namun pada saat itu wajah hasan agak khawatir ini dikarenkan penyakit ibunya kambuh lagi, dan hasan pun menceritakan tentang hal ini kepada viona yang pada saat itu viona sempat bertanya pada hasan setelah ia bercerita tentang orang jepang  tersebut. Namun di dalam cerita novel, setelah pelayan restoran datang dengan membawa pesanan mereka berdua. Beberapa saat setelahnya, viona izin sebentar kepada hasan untuk pergi ke toilet. Sesampainya disana setelah ia menceritakan perihal pertemuannya dengan seorang wisatawan dari Jepang yang meninggalkan cincin pernikhannya di wastafel. Tiba-tiba handphone hasan berbunyi yang mengabarkan bahwa penyakit ibunya kambuh lagi.

Adegan 5

Perubahan variasi terjadi ketika hasan akan pergi ke Jepang. Adegan pada film hasan menelpon viona dengan keadaan yang biasa saja tanpa adanya suasana pertentangan  viona dengan hasan. Dan hasan yang mematikan hubungan telpon dengan viona. Namun, di dalam cerita novel tersebut. Viona marah dengan hasan karena hasan tiba-tiba akan menjual bengkel dan akan pergi meninggalkan viona ke Jepang, dengan suasan haru dan tegang vionalah yang memtikan sambungan telponnya dengan hasan. Dan cerita tentang hasan yang terus-terusan mencoba untuk menelpon viona sedang viona terus-tersuan untuk mereject handphonenya sampai ia pun tertidur tidak ditampilkan pada adegan film tersebut.

Adegan 6

Di dalam novel, ketika hasan akan berangkat ke Jepang. Ia merapikan pakaian-pakaiannya di dalam koper dan tak sengaja ketika ia melihat sajadah berwarna hitam dengan detil bordir warna perak disetiap sudutnya tiba-tiba ia mengingat sajadah tersebut sebagai pemberian viona untuk kado ulang tahunnya. Sedangkan, di dalam cerita film ini ditampilkan ketika hasan sudah berada di jepang dan saat itu ketika hasan akan melaksanakan sholat malamnya,ia teringat saat viona memberikan kado kepadanya ketika ia dan viona masih bersama-sama di Indonesia.

Adegan 7

Perubahan variasi terjadi di saat perjalanan hasan yang akan ke Jepang. Pada cerita novel viona tengah menghadapi UAS dan mencoba untuk berkonsentrasi pada ujiannya, dan setelah UAS selesai. Viona langsung mencoba menghubungi hasan, dan hasan pun juga demikian menghubungi viona berkali-kali. Namun, nada sibuk saja yang terdengar dari kedua handphone mereka. Setelah beberapa kali mencoba viona langsung menelpon ke rumah hasan dan neneng adiknyalah yang menjawab telpon viona dan mengatakan bahwa hasan sudah berangkat ke Bandara. Setelah mengetahui hal tersebut, viona mencoba kembali menghubungi hasan yang ternyata hasan sebentar lagi akan boarding. Seketika itu viona yang sudah berada di dalam taksi menahan hasan untuk menunggu viona yang akan berangkat ke Bandara. Tidak tahan dengan kemacetan, viona langsung turun dari taksi dan mencoba untuk lari mengejar waktu, namun tanpa disadari handphone viona sudah mati dikarenakan handphone hasan yang dalam kondisi low batt. Hingga sesampainya disana viona tidak melihat sosok hasan disana. Cerita pada novel telah diubah didalam adegan film menjadi vionalah yang dihubungi oleh keluarga hasan di rumah untuk memberitahukan bahwa hasan akan berangkat ke Jepang. Setelah mengetahui hal itu viona menghubungi hasan dan berkomunikasi dengan lancar tanpa adanya hambatan, seperti batre handphone yang low batt dan adanya kemacetan di jalan, dan juga tidak adanya adegan viona yang berlari untuk menyusul hasan yang akan meninggalkannya ke jepang. Terlihat jelas perubahan variasi yang telah diatur oleh sutradara pada film tersebut.

Adegan 8

Adanya perubahan variasi juga terlihat pada cerita novel dan film yang diceritakan melalui adegan-adegan. Di dalam cerita novel. Ketika viona dan keluarga ditinggal hasan pergi ke Jepang, di dalam novel hasan tidak memberi kabar hampir tiga bulan dan ketika itu tiba-tiba neneng adik hasan datang ke rumah viona untuk memberitahukan bahwa ada kabar dari kakaknya yaitu hasan, ketika viona dan neneng sampai di rumah, ibu hasan memperlihatkan beberapa sms yang dikirim hasan untuk keluarganya.  namun di dalam film hasan tidak memebri kabr sudah hampir satu bulan. Adanya perubahan bulan keberangkatan hasan yang sudah pergi ke Jepang meninggalkan keluarganya di Indonesia.

Adegan 9

Perubahan variasi terdpat pada cerita viona yang sudah sampai di airport viona langsung menelpon kepala sekolah tempat ia dan teman-temannya akan belajar. kemudian arahan dari kepala sekolah mereka yang menyuruhnya untuk naik kereta menuju stasiun. Dan disanalah mereka akan dijemput oleh suruhan dari kepala sekolahnya yang bernama pak hidethosi.  Namun, didalam adegan film viona menelpon kepala sekolah yang bernama Suzuki di stasiun. dan mereka langsung bertemu tanpa meminta viona dan teman-temannya menuju stasiun.

Adegan 10

Adanya perubahan nama yang terdapat pada film yaitu nama kepala sekolah mereka di Jepang ialah Yamamoto Masue, namun di dalam cerita novel tersebut nama kepala sekolah mereka ialah pak Suzuki.

Adegan 11

Perubahan variasi terjadi pada saat viona yang mencari alamat hasan yang terdapat pada cerita novel. Viona mencari hasan dengan menyodorkan  sebuah foto. Namun, di dalam adegan filmnya pencarain hasan diperlihatkannya sebuah alamat yang diberikan oleh ibu hasan kepada viona.

Adegan 12

Di dalam cerita novel yamada mempunyai villa yang dekat dengan dermaga. Namun, di dalam adegan film yamada bertempat tinggal di rumah yang menyerupai taman.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *