Analisis Novel Perempuan Rusuk Dua Dari Segi Sosialogi Sastra

Non Fiksi

images.php

Alasan saya yang paling prinsip memilih novel ini ialah karena novel ini menceritakan secara jelas hal-hal yang belum saya ketahui di tanah Lombok ini. Setelah saya membaca novel ini, terasa saya telah berkeliling menyaksikan keindahan Pulau Lombok yang belum pernah terjamah oleh langkah saya. Hanya dengan membaca novel ini, kita merasa diajak berkeliling Lombok dengan segala keindahan dan keunikan budaya serta kehidupan sosialnya.

Saya sangat tertarik mengkaji novel ini dari segi sosiologi sastra, karena cerita yang ada dalam novel ini sangat relevan dengan realita yang terdapat di tengah masyarakat Lombok. Ceritanya mengupas habis konflik-konflik yang sering terjadi di tanah Lombok ini. Hal-hal yang sangat relevan dengan kehidupan sosial masyarakat Lombok yang diceritakan dalam novel ini antara lain sebagi berikut.Dari segi kebangsawanan: dalam novel ini terdapat salah seorang tokoh bangsawan yang bernama Lalu Ginawang, ia seorang yang kaya raya dan dihormati. Hal tersebut sanag relevan sampai sekarang pada kehidupan sosial masyarakat Lombok yang masih melihat kemuliaan sesorang itu dari segi kebangsawanannya, atau orang itu berdarah biru. Masyarakat Lombok masih bangga dengan gelar kebangsawanan seperti gelar lalu, lale, denda, raden dan lain-lain.

Pertama, novel ini mengisahkan tentang keberagaman yang ada pada tanah Lombok, sebagaimana seorang pemuda yang bernama Gersom Midian menjalin Asmaranya dengan seorang gadis keturunan Cina yang tinggal di Ampenan. Kendatipun mereka berbeda negeri dan suku bangsa, tak ada halangan bagi mereka memadu kasih. Hal ini sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Lombok yang terdiri dari berbagai macam elemen masyarakat. Di Pulau Lombok terdapat masyarakat Sasak, Bali, dan Cina. Mereka hidup secara berdampingan dan seringkali terjadi asimilasi dan kawin campur antara masyarakat tersebut. Mereka pun hidup berdampingan dengan rukun, aman, dan damai.

Kedua, novel ini juga menggambarkan seorang wanita Sasak yang bernama Zippora Mauritania, yang cantik jelita serta berpendidikan. Namun pada akhirnya ia tertunduk di bawah kekuasan lelaki yang bernama Lalu Ginawang yang memiliki kekuasaan, kebangsawanan dan kekayaan. Hal ini masih terjadi di masyarakat kita yang ada di Lombok, yang mana wanita selalu saja menjadi budak kaum lelaki, hak-hak wanita Sasak masih ditelantarkan dan terpaksa tunduk di hadapan lelaki. Hal ini sangat sering dan banyak ditemukan terutama di daerah-daerah pedesaan yang masih belum mendapatkan pendidikan. Kehadiran novel ini seolah-olah memprotes budaya sosial yang demikian melalui tokoh Zippora pada novel ini. Zippora Mauritania senantiasa berjuang dan bangkit dari penderitaan yang dialaminya.

ketiga, novel ini menceritakan tentang seorang pemuda yang bernama Gersom Midian yang memperjuangkan hak-hak masyarakat. Tepatnya di daerah Serewe Lombok timur bagian selatan, tanah-tanah masyarakatnya direbut oleh mereka yang berkuasa. Hal ini sangatlah relevan dengan kejadian yang ada di Lombok timur bagian selatan, yang mana hampir semua tanah di sana dikuasai oleh kaum kapitalis. Mengingat daerah tersebut merupakan tempat yang sangat berpotensi untuk dijadikan daerah wisata karena panorama alamnya yang sangat memukau. Seperti, Pantai Pink, Pantai Kaliantan, Pantai Surga, Pantai Pengoros, dll. Semua daerah tersebut sudah direbut oleh kaum kapitalis dan masyarakat setempat sangat dibatasi untuk mengakses tempat-tempat tersebut kendati daerah itu adalah tempat tinggal mereka. Kehadiran novel ini mengupas habis fenomena-fenomena yang tidak pernah digubris oleh pemerintah. Pemerintah seolah-olah tidak mau ikut campur dengan masalah tersebut. Masyarakat kecil saja yang tertindas, sementara mereka yang kaya berkuasa di sana. Melalui novel ini seolah-olah tabir kehidupan yang menghalangi pengetahuan publik sudah terbuka lebar, dan mengundang rasa empati terhadap apa yang dialami masyarakat di sana.

Identitas Novel
Judul                     : Perempuan Rusuk Dua
Pengarang            : Salman Faris dan Eva Nourma
Jumlah Halaman   : 448 halaman
Penerbit                : Mahkota Kota


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *