ANALISIS PUISI “ BAPAK BAPTISKU “ KARYA PAULUS BONG 1

ANALISIS PUISI “ BAPAK BAPTISKU “ KARYA PAULUS BONG

Non Fiksi

ANALISIS PUISI “ BAPAK BAPTISKU “ KARYA PAULUS BONG

PENDAHULUAN

Dewasa ini saya melihat agama cenderung dijadikan alat kuasa, alat propaganda dan alat untu melegitimasi tindakan- tindakan tidak terpuji lainnya. Agama adalah ajaran maha suci dariNya namun terkadang jadi tercemar oleh ulah segelintir manusia biadab yang mengatasnamakan agama untuk memaksakan kehendaknya. Untuk itulah kita perlu memahami kembali esensi dari agama yang masing-masing kita yakini, adakah kita diajarkan untuk berbuat dusta di atas dunia fana.

Paulus Bong : Bapak Baptisku

Malam kudus
Aku diramu sebagai seorang anna maria
Menjamu para pengembala sepanjang musim hingga berakhir
Waktu josepha
Tamu di rumah Tuhan

Jejak saujana dari ranah Kalimantan
Penyandang marga banjar yang khauf

Anna….
Dengar saxophone nadanada rohani
Tembang Tuhan yang mengampuni seluruh raga yang kusam
Teguklah anggur itu
Betapa syahdunya
Sabda Tuhan ke riakriak nadimu

Malam ini aku bersekutu dengaMu
Tuhan

Teluk Timur, Maret 2008

PEMBAHASAN
ANALISIS PUISI “ BAPAK BAPTISKU” KARYA PAULUS BONG DENGAN LIMA STRATA NORMA ROMAN INGARDEN

1. LAPIS SUARA / BUNYI
Secara kesulurah dari tiap bait puis di atas, terasa asonansi bunyi asonansi vocal “ a “ mendominasi. Seperti dalam bait : aku diramu sebagai seorang Anna Mari. Begitu juga terlihat di bait berikutnya.
Namun ada juga kakafoni atau nada sumbang seperti dalam bait : penyandang marja banjar yang khauf. Bunyi khauf terdengar asing sebab jarang digunakan.

2. LAPIS MAKNA LEKSIKAL
Jika dilihat secara leksikal atau makna sesuai kamus maka akan ditemukan beberapa kata yang indah dalam permainan kata puisi Paulus Bong ini, yaitu:
 Malam Kudus adalah malam yang sepi, suci dan malam untuk berserah pada Tuhan.
 Aku diramu sebagai seorang Anna Maria adalah diberkati dan disucikan seperti perempuan suci Anna Maria yang tidak pernah tersentuh laki-laki manapun kecuali dia sangat dekat pada Tuhan.
 Menjamu para penggembala sepanjang musm hingga berakhir waktu josepha, adalah: dia hanya mengabdi pada para penggembala atau pelayan Tuhan
 Tamu di rumah Tuhan, adalah orang –orang yang mengunjungi rumah ibadah
 Jejak saujana dari ranah Kalimantan, adalah saujana berarti sejauh mata memandang di tanah Kalimantan yang luas
 Penyandang marga banjar yang khauf, adalah sekolompok warga yang khawatir atau dalam ketakutan.
 Anna,,,, dengar saxophone nada-nada rohani berarti alunan music pujian pada Tuhan.
 Tembang Tuhan yang mengampuni seluruh raga yang kusam berarti pujian yang menenangkan berisi doa dan membuat jiwa yang tak teang menjadi tenang.
 Teguklah anggur itu berarti terimalah setiap ajaranNya.
 Betapa syahdunya sabda Tuhan ke riak-riak nadimu berarti betapa menenangkan dan menyejukkan jiwa raga jika kita telah mendalami ajaran Tuhan.
 Malam ini berarti saat ini jua
 Aku bersekutu denganMu berarti menghadap dan menyatu bersamaNya
 Tuhan , Ia Lah Yang Maha Kuasa, Maha Pencipta Dan Maha Segalanya.

3. LAPIS SATUAN ARTI
Aku dan segala penyerahannya pada Tuhan saat malam yang tenang sepi, damai, suci untuk bersatu dalam pujiannya kepada Tuhan. Bahwa dia seorang yang ingin menjadi seperti Anna Maria, si gadis suci yang begitu dekat padaNya, dengan memahami dan mengikuti ajaranNya yang diibaratkan mereguk anggur maka ia mengharapkan kasihNya.

4. LAPIS IMPLISIT
Berdasarkan pengamatan saya, puisi di atas membawa saya pada suasana tenangnya malam tentang seseorang yang sedang memujaNya dan ingin dekatNya . betapa ia menghayati ajaran agamanya dan ingin menjadi bagian yang terindah dari agamanya itu. Yakni dengan melaksanakan segala perintah Tuhannya.

5. LAPIS METAFISIS
Setelah membaca puisi diatas membuat saya bisa merenungkan beberapa hal yakni sejatinya Agama manapun selalu mengajarkan kebaikan dan kebenaran terlepas atas simbolisasi dan ibadatnya namun semua sama. Namun terkadang sebagai manusia kita terlalu egois dan selalu menganggap agama kita yang paling benar dan berhak memaksakan sesorang untuk ikut kepercayaan dan agama yang kita yakini. Dan sebagai seorang islam Padahal telah jelas-jelas dalam Al Qur’an : bagiku agamaku dan bagimu agamamu.
Jadi, marilah kita hargai kepercayaan agama yang lain, hiduplah dalam toleransi dan patut direnungkan: “ tentu saja Tuhan punya maksud dan tujuan mengapa kita diciptakan berbeda padahal Ia memiliki Kuasa yang sempurna untuk membuat kita sama ”.

PENUTUP

Dari pemaparan di atas tentu kita bisa mengambil beberapa hal yakni agama manapun mengajarkan kebenaran, agama manapun selalu menyuruh kita untuk menjalankan perintahNya, agama manapun selalu menyuruh kita untuk sabar, tawakkal dalam menjalani kehidupan.
Kita juga tidak boleh egois dengan memkasakan kehendak kita terhadap siapapun karena sejatinya agama kita mengajarkan kedamaian. Apalagi sebagai seorang Islam yang tentu saja agama Islam adalah Rahmatan Lil Alamin.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *