Analisis puisi menurut norma roland ingarden 1

Analisis puisi menurut norma roland ingarden

Non Fiksi

Analisis puisi menurut norma roland ingarden

Analisis puisi menurut norma roland ingarden

Karya : Zurriyati rosyidah

 

Sepi

 

Ku kelabuhi angin

Agar ia tak mencariku

Dengan desaunya

Dengan berjingkrak pada hampaaran sepi

Memukul-mukul pada

Dinding malam

 

Angin semakin menceracau

Dalam detak-detak jam dinding

Menambah subur tunas-tunas sepi

Di raungan malam

Algojo waktu terus berjalan dalam ketajaman

Lagi, ku coba mengelabuhi angin

Cacian memukul dalam sepi

 

 

Pembahasan

 

teori yang di gunakan dalam menganalisis puisi ini yaitu strata roman roland in ngarden  komponen-komponen puisi menurut rolad ingarden meliputi :

  1. Lapisan bunyi yaitu keindahan dapat di rasaakan ketika kita membacanya .ada istilah eufoni dan kakofoni pada lapisan bunyi ini yang di mana eufoni adalah kombinasi bunyi yang enak di dengar sedangkan kakofoni adalah suara yang sumbang kasar sehingga menyakitkan pendengaran dalam puisi hal itu di ttunjukan dengan rangkaian bunyi yang tidak harmonis  di dalam puisi ada juga kakau foni yang di sengaja untuk memunculkan efeek arstistik
  2. Lapisan makna leksikal yaitu keindahan puisi , kepiawaian , pemilihn kata (yang dapat di tinjau melalui makna kata ersebut di kamus) yaitu bagaimana menikmati puisi dari makna yang sebenarnya
  3. Lapisan satuan arti yaitu mengenai objek-objek yang ada di dalam puisi tersebut , mampu meninjau latarnya (latar waktu dan tempat), pelaku-pelaku di dalam puisi , dunia pengarang atau area yang di bangun oleh pengarangnya , keindahan ,mimetis atau kebebasan dan lain sebagainya .
  4. Meninjau bagian yang tidak di nyatakan (lapis implisit) pembaca di beri kebebasan untuk menikmati sebuah puisi sesuai dengan pengalamannya .
  5. Lapis metafisika (meta fisis) non fisik tidak bias di lihat dan tidak berbentuk pembaca di harapkan mampu untu berkontemplasi (mampu melakukan perenungan.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Analisis puisi berdasarkan teori roland in garden

  1. Lapisan bunyi yaitu keindahan dapat di rasaakan ketika kita membacanya .

Lapis ini kita temukan  dalam puisi karya zurriyati rosydah yang berjudu “sepi “ yang terletak pada

Angin semakin mencercau

Adalah kata yang merupakan eufoni yaitu kombinasi bunyi yang enak di dengar yang di mana dalam kalimat tersebut dua kata diantaranya menggunakan akhiran konsonan yang sama

  1. Lapisan makna leksikal yaitu keindahan puisi , kepiawaian , pemilihn kata (yang dapat di tinjau melalui makna kata tersebut di kamus)
  2. Ku kelabuhi angin
  3. Berjingkrak pada hamparan sepi
  4. Memukul-mukul pada Dinding malam
  5. Menambah subur Tunas-tunas sepi
  6. Algojo waktu terus berjalan dalam ketajaman
  7. Cacian tetap memukul dalam sepi
  8. Lapisan satuan arti yaitu mengenai objek-objek yang ada di dalam puisi tersebut

Lakon/ latar

  • Sebuah ruangan yang spi , di malam hari , suasana tengah malam yang ada hanya detak-detak jam dinding dan suara angin

Pelaku dalam puisi ini ialah seseorang yang di rundung masalah yang berat yang semakin ia menghindarinya semakin masalah itu mnhgampirinya ini tergambar pada bait puisi yang berbunyi

Ku kelabuhi angin

Agar ia tak mencariku

Dengan desaunya

Dengan berjingkrak pada hampaaran sepi

Memukul-mukul pada

Dinding malam

Angin melambangkan masalah yang sedang ia hadapi .

Dunia pengarang yang di bangun dalam puisiini ialah suuasana yang rumit , suram , sepi gelisah tanpa ada satu orangpun tempan ia mengadu .

  1. Meninjau bagian yang tidak di nyatakan (lapis impusit)

Menurut saya puisi ini menceritakan tentang seseorang yang di rundung masalah , yang rumit , dan merasakan kesepian yang amat mendalam tiada tempat untuk mencurahkan asa itu hanya menanggung sendiri , semakin ia menghindari semakin ia merasakan seolah masalh itu telah menghujang dan mengejarnya ,semakin dalam ia rasakan semakin tersiksa batinya , sepi dalam hamparan malam sendiri dalam gelap .

  1. Angin

Melambangkan hati yang gundah / perasaan / maslah yang di hadap yang terhujang oleh permasalahan yang amat mendalam yang tidak mampu lagi ia kelabuhi dan membuatnya merasa tersiksa .

  1. Perasaan gundah yang semakin dalam semakin kuat dan mengejarnya , samakin tumbuh mengalir dalam kehampaan , kegelisaahan dan ketakutan.
  2. Hampa sepi , gunda dan tak mampu berdiri ,, berteman air mata tak mamp berkata apapun , karena hati terhujang dengan perihnya luka yang di hadapi
  3. Lapis metafisika (meta fisis) non fisik tidak biasa di lihat dan tidak berbentuk .

Setelah saya membaca puisi ini karya zurriyati rosydah  yang berjudul sepi saya dapat mengambil hikamah yaitu

  1. Sepi itu menyikasa
  2. Kesepian hanya membuat kita semakin terpuruk
  3. Jangan berlarut-larut dalam kesepian isilah waktu luang sehingga keseepian dapat terlupakan
  4. Setiap masalah yag di hadapi harus di cari jalan keluar dari maslaha tersebut
  5. Selesaikan masalah itu jangan di biarkan berlarut-larut
  6. jangan lari dari masalah
  7. jangan terlalu mwmikirkan masalah karena setiap maslah pasti ada jalan keluarnya

 

kesimpulan

dari puisi ini dapat kita petik kesimpulan bahwa setiap permasalahan pasti ada jalan keluar terhadap permaslahan tersebut  kita tidak boleh berlarut dalam kesepian dan masalah karena semakin kita berlaut dalam masalah semakin masalah itu dating dan menghujang batin kita , oleh karena itu setiap ada permasalahan yang emenghampiri segeralah mencari jalan keluar atas permasalahan terebut .


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *