ANALISIS TRANSFORMASI NOVEL 5 CM KARYA DONNY DHIRGANTORO KE BENTUK FILM 5 CM KARYA RIZAL MANTOVANI

Buku, Non Fiksi, Resensi

ANALISIS TRANSFORMASI NOVEL 5 CM KARYA DONNY DHIRGANTORO  KE BENTUK FILM 5 CM KARYA RIZAL MANTOVANI

PENDAHULUAN

Bermacam-macam alasan mendasari proses transformasi dari novel ke film. Alasan-alasan tersebut antara lain karena sebuah novel sudah terkenal, sehingga masyarakat pada umumnya sudah tak asing lagi dengan cerita novel itu. Alasan lain adalah karena ide cerita novel dianggap bagus oleh masyarakat dan penulis skenario film.

Ketika film ditayangkan, kebanyakan para pembaca yang sudah terlebih dulu membaca novel tersebut merasa kecewa terhadap hasil film transformasinya. Hal ini dikarenakan gambar-gambar yang dihadirkan film disertai suara dan musik, sehingga membatasi seorang penonton untuk berimajinasi. Selain itu, faktor film yang terikat dengan durasi menyebabkan para pekerja film harus kreatif untuk dapat memilah dan memilih peristiwa-peristiwa penting untuk difilmkan. Oleh karena itu, pengalaman-pengalaman berkesan bagi pembaca pada saat membaca novel tidak selalu ditemukannya pada saat menonton film hasil transformasi dari novel. Eneste (1991:63) juga menjelaskan bahwa pada proses pemindahan novel ke layar putih, perubahan terjadi pada penceritaan, alur, penokohan, latar atau suasana, tema, dan amanat.

Teks merupakan keseluruhan system yang di dalamnya terdapat blank. Blank tersebut tidak dapat diisi oleh yang terdapat dalam teks itu sendiri namun harus diisi oleh pembaca dengan interpretasinya. Ketika pembaca mengisi blank tersebut maka terjadi komunikasi antara teks dengan pembaca itu sendiri. Blank itulah yang merangsang ide pembaca teks. Oleh karena itu, interpretasi karya sastra antara pembaca satu dengan pembaca lainnya berbeda-beda tergantung pada storage masing-masing pembaca tersebut. Alasan ini menjadi dasar terjadinya perbedaan antara film dengan novel yang di adaptasinya selain karena perbedaan medium di antara keduanya (jika film menggunakan medium gambar dan musik maka novel menggunakan medium bahasa).

Perbedaan-perbedaan yang terjadi antara film dan novel yang diadaptasinya, merupakan proses kreatif yang dapat dilakukan oleh sutradara dengan cara mengadakan penambahan, pengurangan, dan pemunculan variasi-variasi alur cerita. Bermacam- macam penambahan, pengurangan, dan pemberian variasi-variasi tersebut adalah sebagai akibat medium yang berbeda antara film hasil transformasi dengan novel yang diadaptasi, sehingga mengakibatkan pula terjadinya perubahan fungsi khususnya dalam alur cerita. Asumsi adanya perbedaan tersebut yang menjadi obyek formal dalam penelitian ini.

Proses telaah sistem sastra dan sistem film difokuskan pada kernel (kernel) dan satelit (satellite) novel dan film yang berdasarkan pada pemikiran Chatman. Chatman menempatkan novel dan film pada posisi imbang dan sejajar, yaitu meletakkan keduanya sebagai suatu struktur naratif. Hal itulah yang menyebabkan sistem sastra dan sistem film dapat dianalisis dengan mempergunakan kaidah masing-masing. Selanjutnya, hasil analisis struktur naratif dapat dibandingkan untuk melihat perubahan fungsi yang terjadi melalui tinjauan intertekstual film terhadap novel aslinya.

Dalam hal ini, penulis memilih novel 5 cm karya Donny Dhirgantoro yang terbit pada tahun 2005 dan film 5 cm karya Rizal Mantovani karena terdapat beberapa perbedaan antara film dan novel tersebut. Alasan lain karena novel 5 cm sudah terkenal di dalam masyarakat luas, dengan kalimatnya yang tekenal “tetap percaya dengan 5 cm di depan kening kamu” yang sangat menginspirasi setiap anak muda. Sistem yang dianalisis adalah alur cerita keduanya, ditinjau dari kernel dan satelitnya, sehingga diperoleh perubahan yang terjadi pada film.

 

LANDASAN TEORI

    • Teori Intertekstual

Untuk penelitian lebih lanjut, perlu ditelusuri tentang teori intertekstual untuk menganalisis perbedaan film dari novel adaptasinya yang menghasilkan perubahan fungsi.Melalui perubahan fungsi tersebut, keutuhan makna dari suatu karya baik novel maupun film dapat tercapai. Istilah Intertekstual pertama kali dikemukakan oleh Mikhail Bakhtin via Kristeva melalui kutipan berikut ini: “ …

Any text is constructed as a mosaic of quotations ; any text is the absorption and transformation of another” (Kristeva, 1987: 66)

Kutipan di atas menjelaskan bahwa setiap teks merupakan mozaik kutipankutipan; setiap teks merupakan penyerapan dan tansformasi dari teks lain. Lebih jauh, Bakhtin menyatakan bahwa apa yang memberikan kedinamisan dimensi terhadap strukturalisme adalah konsep literary word sebagai sebuah titik pertemuan dari suatu permukaan isi teks yang di dalamnya terjadi dialog antara beberapa teks sebelumnya. Dialog tersebut dapat berupa dialog penulis, pembaca atau konteks kebudayaan lama atau sejaman.

Bakhtin juga mengemukakan bahwa dengan memperkenalkan status kata sebagai unit struktural paling sedikit (a minimal structural unit), maka dirinya meletakkan sebuah teks dalam atau tidak lebih dari sebuah sejarah dan masyarakat yang kemudian dilihat oleh para penulis sebagai teks – teks. Bakhtin memasukkan dirinya ke dalam teks – teks tersebut dengan menuliskan kembali teks – teks itu.

Selanjutnya, Bakhtin menjelaskan bahwa dirinya menggabungkan beberapa teks yang tidak bersambungan satu sama lain dengan tulisan seorang penulis dengan kata – katanya sendiri yang masih berhubungan dengan teks sebelumnya. Oleh sebab itu, sumbu horisontal (subyek dan pembaca) dan sumbu vertikal (teks dan konteks) yang bertepatan membantu memberikan penjelasan mengenai satu pernyataan bahwa masing – masing kata dalam suatu teks adalah persimpangan atau titik temu dari sebuah kata dalam teks yang telah dibaca walaupun hanya sebuah kata lainnya (Kristeva, 1987:65-66).

Selain itu, Culler juga menyatakan hal yang sama dengan Bakhtin tentang interteks.Culler mengatakan bahwa intertekstualitas sebagai kumpulan sebuah pengetahuan yang menyebabkan sebuah teks menjadi bermakna karena kita berpikir tentang arti dari sebuah teks yang bergantung kepada teks – teks lain yang telah diserap serta diubah bentuknya (ditransformasi).

Lebih jauh, dapat dijelaskan beberapa prinsip yang dapat digunakan dalam penerapan teori intertekstual adalah sebagai berikut :

  1. Transformasi

Transformasi adalah penjelmaan, pemindahan atau pertukaran suatu teks ke teks lain. Penerapan unsur ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu formal dan abstrak. Secara formal, transformasi adalah pemindahan, penjelmaan atau pertukaran teks secara keseluruhan atau hampir keseluruhan.

  1. Haplologi

Haplologi merupakan unsur intertekstual berupa pengguguran, pembuangan atau penghilangan sehingga tidak seluruh teks dihadirkan.

  1. Ekserp

Ekserp adalah unsur intertekstual yang dalam penerapannya mengambil intisari dari sebagian episode, petikan atau suatu aspek secara sama atau hampir sama dengan teks yang telah ada sebelumnya.

  1. Modifikasi

Modifikasi adalah penyesuaian atau perubahan suatu teks terhadap teks yang telah ada sebelumnya. Biasanya, prinsip ini dipergunakan dengan tujuan untuk melakukan penyesuaian, perbaikan ataupun perlengkapan dalam teks yang muncul kemudian berdasarkan pada teks yang telah ada sebelumnya. Pada umumnya, penyesuaian atau perubahan berlaku pada pemikiran, alur, atau gaya yang lain dibangun dalam karya tersebut.

  1. Ekspansi

Ekspansi adalah perluasan atau pengembangan terhadap suatu teks.

  • Teori Film
    • Pengertian Film

Film adalah salah satu bentuk kesenian yang saling mempengaruhi antara cahaya dan bayang – bayang secara halus. Film melakukan komunikasi verbal melalui dialog ( seperti drama ), film mempergunakan irama yang kompleks dan halus ( seperti musik ), film berkomunikasi melalui citra, metafora, dan lambang – lambang ( seperti puisi ), film memusatkan diri pada gambar bergerak ( seperti pantomin ) yang memiliki ritmis tertentu ( seperti tari ), dan akhirnya, film memiliki kesanggupan untuk memainkan waktu dan ruang, mengembangkan dan mempersingkatnya, memajukan atau memundurkannya secara bebas dalam batas – batas wilayah yang cukup lapang . Boggs juga mengatakan bahwa film tetaplah sesuatu yang unik walaupun terdapat kesamaan dengan media lain. Film melebihi drama karena film memiliki kemampuan mengambil sudut pandangan yang bermacam – macam, gerak, waktu dan ruang yang tidak terbatas. Berbeda dari novel, film berkomunikasi tidak melalui lambang – lambang abstrak yang dicetak di atas halaman kertas sehingga memerlukan suatu penterjemahan oleh otak ke pelukisan visual dan suara, tapi langsung melalui gambar – gambar visual dan suara nyata. (Boggs diterjemahkan oleh Asrul Sani, 1992: 4-13).

  • Efek-efek suara dan music dalam film

Efek suara dalam film memainkan peranan yang penting karena dapat menciptakan rangsangan emosional dan nafsu. Dalam hal ini, efek suara membantu efek visual. Di dalam film, terdapat suara – suara yang secara naturalistik dan realistik berasal dari gambar pada layar, misalnya suara manusia. Namun, suara – suara yang berasal dari gambar yang ada pada layar tersebut sangat mengekang dan kurang dramatik jika tidak memanfaatkan efek suara lain.

Efek suara lain yang dimaksud adalah efek suara yang berfungsi secara ekspresif dan simbolik sebagai citra – citra yang berdiri sendiri yang kadang – kadang justru melebihi citra visualnya. Misalnya, jika kita mendengar bunyi pintu ditutup maka kita tahu ada orang yang keluar ataupun mesuk ke kamar walaupun kita tidak melihat gambarnya. Efek suara seperti ini sangat bermanfaat di dalam film sebab kamera dapat lebih memfokuskan diri pada subyek – subyek yang memiliki arti lebih penting. Hal ini penting sekali jika titik berat lebih diberikan pada reaksi dan bukan pada aksi. Misalnya, saat terjadi pertengkaran antara dua tokoh, kamera akan meninggalkan wajah yang berbicara dan memfokuskan pada wajah yang mendengar ( Boggs diterjemahkan oleh Asrul Sani, 1992: 147 – 153 )

Boggs juga mengatakan bahwa musik sangat berperan dalam film. Penonton film akan merasakan suatu kekosongan dan keheningan karena kehidupan yang disajikan oleh gambar bergerak terasa begitu tidak wajar jika tidak diikuti oleh salah satu bentuk suara yang sesuai dengan kejadian yang dipertunjukkan. Musik berfungsi sebagai unsur yang utuh dan bersifat melayani.

Musik menciptakan rasa irama struktural dalam film untuk melengkapi dan mempertajam struktur naratif dan dramatik dengan jalan merangsang tanggapan emosional yang sejajardengan setiap runtunan dan dengan film itu sebagai suatu keseluruhan. Misalnya, di dalam film Mickey Mouse, sutradara menciptakan musik berirama balet dan rancak untuk mengikuti gerak Mickey Mouse secara pasti pada saat menari yang mengekspresikan kegembiraan ( 1992 : 159- 162 ).

  • Analisis Film dan Sastra

Boggs via Asrul Sani menyebutkan hubungan antara novel dan film sebagai berikut:

“ Perbedaan terbesar antara novel dan film adalah karena film tidak efektif jika dibekukan di halaman cetak. Sementara itu, novel adalah media cetakan, sehingga novel ditulis dan dibaca. Unsur – unsur visual dan non- verbal yang menjadi ciri khas film tidakmudah diutarakan dalam bentuk tulisan tapi untuk dihayati, Itulah kenapa akan bermanfaat bagi kita untuk melihat film barulah membaca skenarionya. Oleh karena itu, kebanyakan scenario diterbitkan bukan untuk dibaca, tapi untuk diingat” ( Boggs via Asrul Sani, 1992: 23-24).

Kutipan di atas menjelaskan perbedaan antara film dengan novel selain karena kedua karya sastra tersebut dimanifestasikan pada medium yang berbeda; jika pada film, medium gambar dan musik, maka pada novel, medium bahasa. Selain itu, Boggs via Asrul Sani juga menyatakan bahwa film dan novel memiliki persamaan yakni berfungsi sebagai media bercerita. Jadi, film dan noveldapat dianalisis secara bersama – sama.Analisa film yang perseptif dibangun atas unsur – unsur yang dipakai dalam analisa sastra. Prinsip sastra yang tidak dapat terlepas dalam film adalah plot atau jalan cerita dan tokoh. Kedua hal tersebut tidak terpisahkan. Film umumnya memiliki sebuah plot atau alur cerita yang berkesinambungan dimana satu kejadian membawa kita ke kejadian lain secara wajar dan logis. Biasanya antara kejadian – kejadian tersebut terdapat suatu hubungan sebab akibat yang kuat. Dengan demikian, setiap kejadian tumbuh dengan alamiah dari plot itu sendiri. Plot yang bersatu tidak memunculkan satuperistiwa yang kebetulan atau aneh sebagai sesuatu yang jatuh dari langit. Biarpun kesatuan plot merupakan persyaratan, film bisa memusatkan diri pada penggambaran satu tokoh tunggal yang unik, kesatuan hubungan sebab akibat antara kejadian – kejadian tidaklah begitu penting ( 1992 : 23- 25 )

 

PEMBAHASAN

    • Sinopsis novel dan film

Novel dan film 5cm ini menceritakan tentang persahabatan lima orang anak manusia yang bernama Arial, Riani, Zafran, Ian, dan Genta. Dimana mereka memiliki obsesi dan impian masing-masing. Arial adalah sosok yang paling gagah diantara mereka, berbadan tinggi besar, ia selalu tampak rapi dan sporty. Riani adalah sosok wanita berkacamata, cantik, dan cerdas. Ia mempunyai cita-cita bekerja di salah satu stasiun TV. Zafran seorang picisan yang berbadan kurus, anak band, orang yang apa adanya dan kocak. Ian memiliki postur tubuh yang tidak ideal, penggila bola, dan penggemar Happy Salma. Yang terakhir adalah Genta. Genta selalu dianggap sebagai “the leader” oleh teman-temannya, berbadan agak besar dengan rambut agak lurus berjambul, berkacamata, aktivis kampus, dan teman yang easy going.

Lima sahabat ini telah menjalin persahabatan selama tujuh tahun. Suatu ketika mereka jenuh akan aktivitas yang selalu mereka lakukan bersama. Terbesit ide untuk tidak saling berkomunikasi dan bertemu satu sama lain selama tiga bulan. Ide tersebut pun disepakati. Selama tiga bulan berpisah itulah terjadi banyak hal yang membuat hati mereka lebih kaya dari sebelumnya. Rasa kangen dan rasa saying yang mereka miliki satu sama lain semakin bertambah. Pertemuan setelah tiga bulan yang penuh dengan rasa kangen akhirnya terjadi dan dirayakan dengan sebuah perjalanan. Dalam perjalanan tersebut mereka menemukan arti manusia sesungguhnya.

Perubahannya itu mulai dari pendidikan, karir, idealisme, dan tentunya love life. Semuanya terkuak dalam sebuah perjalanan ‘reuni’ mereka mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa, Mahameru. Dan di sanalah cerita bergulir, bukan hanya seonggok daging yang dapat berbicara, berjalan, dan punya nama. Mereka pun pada akhirnya dapat menggapai cita-cita yang mereka impikan sejak dulu.

Setengah dari buku 5 cm. bercerita tentang keseharian lima sahabat ini, dari sifat-sifat mereka yang berbeda satu dengan yang lain sampai dengan perilaku dan aktifitas mereka yang penuh canda tawa, diselingi cerita tentang permasalahan antar-sahabat. Setengahnya lagi, buku ini menuliskan petualangan kelima sahabat dalam mendaki gunung Semeru.

”…Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kamu. Dan…sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa…percaya pada 5 centimeter di depan kening kamu”.

  • Kernel dan satelit
    • Kernel dan satelit novel 5 cm
  1. Narrator menceritakan tentang masing-masing tokoh dalam novel.
  2. Di dalam mobi disepanjang Jalan Diponegoro, Menteng.
  • Zafran berbicara tentang lagu Robert Smith.
  • Terjadi perdebatan tentang lagu dan penyanyi yang mereka sukai masing-masing.
  • Obrolan tentang penyakit tipes yang diderita Arial yang tidak masuk akal.
  • Pembicaraan mengenai rencana selanjutnya kegiatan malam itu.
  • Zafran yang ingin pergi kerumah Arial untuk bertemu dengan adik Arial.
  • Teman-temannya yang muntah-muntah dengan tingkah Zafran.
  • Mereka sepakat pergi kerumah Arial untu bermain monopoli.
  1. Rumah Arial
  • Ian memarkir mobil parallel dengan rem tangan yang nggak aktif.
  • Zafran menanyakan tentang adik Arial.
  • Bertemu dengan mama Arial, dan member salam.
  • Arinda menuruni tangga.
  • Zafran bengong.
  • Arinda menyamapa mereka semua.
  • Teman-temannya yang pergi ke secreet garden.
  • Zafran yang masih menatap Arinda.
  • Zafran yang sibuk bercengkrama dengan malaikat bak dan malaikat jahat yang ada didekatnya tiba-tiba dikagetkan oleh panggilan Ian.
  • Mereka bermain monopoli d secreet garden.
  • Celaan yang dilaukan teman-temannya pada tingkah Zafran.
  • Mereka yang membicarakan kesibukan dihari senin.
  • Zafran yang sibuk dengan dunianya dan menjadi perhatian teman-temannya.
  • Ian dan Zafran yang menyanyikan beberapa lagu.
  • Arial yang sedang SMSan dengan Indy seorang kenalannya di tempat finess.
  • Tiga menit. Ingatan tntang tiga tahun lalu. Pembicaraan dengan Ian suatu malam di sekolah.
  • Ian menyantap Indomie yang di pesan pada pembantu Arial, dan riani yang meminta kuah Indomie dari Ian.
  • Pembicaraan tentang rumus Indomie Ian.
  • Pembicaraan tentang emansipasi wanita yang membuat mereka mula berdebat.
  • Zafran yang mencoba berfilsuf tentang orang yang selalu hidup di dalam gua dan tidak percaya ada dunia yang lebih indah di luar gua itu.
  • Genta yang mengusulkan untuk mereka berpisah selama beberapa bulan.
  • Riani yang tidak setuju dengan usul genta, namun kalah dengan anggukan setuju dari teman-temannya.
  • Rencana pertemuan yang mereka bicarakan setelah tiga bualn berpisah.
  • Malam yang berlalu begitu saja.
  1. Aktivitas pribadi zafran
  • Zafran yang ada di kamarnya sedang kangen dengan teman-temannya.
  • Zafran menelpon Arinda.
  • Zafran yang merasa jengkel dengan pembicaraan teleponnya dengan Arinda.
  • Zafran yang memulai dial di internet.
  • Perdebatan antara malaikat baik dan makaikat jahatnya Zafran.
  • Zafran memulai chatting dengan seseorang.
  • Lampu yang tiba-tiba mati saat Zafran ingin member tau namanya kepada teman chattingnya.
  1. Aktivitas pribadi Riani
  • Riani yang merasa gondok dengan teman chattingnya yang tiba-tiba off.
  • Riani yang sedang kangen dengan teman-temannya.
  • Citra yang menghamiri riani dan mengajak pulang bersama-sama.
  • Pembicaraan tentang masalah pekerjaan yang di mulai oleh Citra.
  • Riani yang memulai curhat dengan Citra tentang perasaannya pada salah seorang sahabatnya di dalam mobil saat pulang kerja.
  1. Aktivitas pribadi Arial
  • Arial terjebak macet di pintu tol Cibubur.
  • Arial yang menjemput Indy dan menemaninya ke sebuah pesta salah satu temannya.
  • Arial yang selalu taat pada perauran yang membuat Indy sedikit jengkel.
  • Bogor, malam hari. Sepulang dari tempat pesta. Mereka pulang tanpa tujuan.
  • Arial yang mengajak Indy ke Puncak.
  • Arial mengajak Indy untuk membeli jagung di perjalanan.
  • Pemandangan indah yang mereka temui saat berada di puncak.
  • Arial yang memberikan jaketnya pada Indy agar tidak kedinginan.
  • Pembicaraan-pembicaraan yang semakin mendekatkan mereka.
  • Arial yang merasa bimbang untuk menyatakan perasaannya pada Indy.
  • Arial mengungkapkan perasaannya pada Indy. Indy menerimanya, dan Arial pun mencium kening Indy.
  • Malam yang sangat indah yang mereka lewati bersama.
  1. Aktivitas pribadi Ian.
  • Ian menemui dosen pembimbing skripsinya untuk konsultasi.
  • Dosen pembimbing yang memaksa Ian untuk menyelesakan BAB II skripsinya dalam waktu 4 hari.
  • Ian yang mendapat gangguan dari komputernya untuk tidak menyelesaikan skripsinya.
  • Ian membaca buku-buku referensi untuk menambah wawasannya.
  • Ian memasuki kelas yang sedang diajar oleh dosen pembimbingnya.
  • Ian mendapat celaan dari juniornya di kelas itu.
  • Ian menemui dosen pembimbingnya lagi dan mendapat perintah untuk mengerjakan kuisionernya.
  • Ian menemui mas Dono yang merupakan pacar kakaknya untuk meminta bantuan dari perusahaannya.
  • Ian mendapat telepon dari mas Dono memberitahukan bahwa ia tidak dapat membantu.
  • Ian menemui dosennya lagi dan emberitahukan usahanya gagal.
  • Pembicaraan tentang IQ dan SQ yang dilakukan Ian dengan sang dosen.
  • Ian menemui seseorang dari sebuah perusahaan atas anjuran dari dosen pembimbingnya.
  • Setelah seminggu, Ian mendapat penolakan dari orang tersebut.
  • Di pinggir jalan, ian bertemu dengan sesorang yang menanyakan jam.
  • Orang tersebut tertarik dengan kuisioenr yang dibawa Ian dan meminta untuk menelitinya.
  • Ian berhasil menyelesaikan skripsinya atas bantuan dosen pembimbing dan orang tadi.
  • Ian berpamitan dengan kedua orang tuanya dan menyadari bahwa kulit kedua orang tuanya sudah menandakan bahwa mereka semakin tua.
  • Ian menemui dsen pembimbingnya dan mendapatkan surat undangan sidang skripsi dari dosen pembimbingnya.
  • Ian melakukan siding skripsi dan dinyatakan lulus.
  1. Aktivitas pribadi genta.
  • Genta sukses menjalankan projectnya.
  • Genta mendapat pujian yang penjang lebar dari teman satu TIMnya.
  • Genta memberikan penjelasan tentang ide project yang dibuatnya.
  • Genta yang sedang kangen dengan teman-temannya sangat senang karena sebentar lagia akan bertemu dengan teman-temannya.
  • Genta mengirimi teman-temannya pesan yang berisi tentang tempat pertemuan dan barang apa saja yang harus mereka bawa untuk merayakan perteman mereka kembali.
  • Teman-teman yang menerima pesan dari genta merasa senang sekaligus penasaran dengan rencana Genta.
  1. 14 Agustus, Stasiun Senen
  • Genta berteriak memanggil nama Zafran.
  • Zafran dengan gaya sok artisnya pura-pura tidak mengenal Genta.
  • Ian dan Riani datang dengan penuh senyum menemui teman-temannya itu di sebuah warung Padang dekat stasiun.
  • Sosok Arial datang dan menatap satu-satu temannya.
  • Dinda ternya diajak oleh Arial dalam perjalanan itu.
  • Pukul setengah tiga lebih mereka menuju kereta.
  • Mereka duduk berhadap-hadapan berenam di dalam kereta.
  • Pembicaraan-pembicaraan aneh pun dimulai.
  • Pembicaraan tentang recana perjalanan yang terjadi di dalam kereta.
  1. Di dalam kereta
  • Menjelang sore, kereta mulai memasuki daerah Cirebon.
  • Mereka mulai tertidur karena kecapean bercanda.
  • Pemandangan indah di luar jendela kereta mulai terlihat.
  • Zafran mulai berfilosofi yang mengundang perhatian teman-temannya.
  • Filosofi itu berakhir dengan perdebatan yang jawabannya tidak pasti.
  • Arial muali bercerita tentang hubungannya dengan Indy yang mebuat teman-temannya terkejut.
  • Ian tak mau kalah, ia member kejuatan tentang wisudanya yang membuat teman-temannya kagum.
  • Tengah malam telah lewat. Kereta mulai memasuki daerah Jawa Tengah.
  • Stasiun Lempuyangan Jogjakarta, pukul setengah tiga malam. Riani turun dari kereta untuk buang air kecial.
  • Mereka bertemu dengan seorang ibu pedagang makanan keliling yang bertelanjang kaki dan membeli nasi karena merasa lapar.
  • Mereka merasa miris mendengar cerita orang tersebut tentang kehidupan orang pinggiran.
  • Pukul lima pagi, Zafran belum juga tertidur. Ia masih memikirkan tentang pedagang itu.
  • Ian mulai terbangun dan mendapati zafran yang masih terjaga.
  • Ian menyantap makanan yang ditunjukkan oleh Zafran.
  • Pukul 6.30 stasiun kereta Madium. Kereta berhenti untuk menunggu kereta-kereta besar melewati stasiun tersebut.
  • Zafran datang dengan membawa makanan untuk teman-temannya.
  • Mereka menemukan banya sekali pedgang di sekitar kereta dan membeli beberapa makanan tambahan.
  • Berlahan kereta meninggalkan Madiun dan emaski daerah hutan jati.
  • Zafrn mengajak Arinda untuk melihat pemandangan di luar kereta melalui pintu kereta yang terbuka.
  • Pukul satu siang selepas stasiun kereta api Blitar.
  • Begitu banyak pengemis yang mereka temui. Bermaca-acam rupa orang dengan barang bawaannya memenuhi kereta
  • Terjadi perdebatan antara penumpang dan petugas kereta karena penumpang tidak membeli tiket di stasiun, dan petusas meminta uang lima kali lebih banyak dari harga tiket.
  • Arial berdebat dengan penumpang yang tidak membeli tiket.
  • Kemarahan Ian bangkit akibat kenangan masa lalunya yang membuatnya benci pada pemerintahan dan Negara Idonesia.
  • Teman-temannya terdiam melihat gelagat Ian.
  • Zafran membuat kelucuan yang menyebabkan Ian mampu menahan amarahnya.
  • Mareka mulai melakukan aktivitas masing-masing.
  • Pukul setengah tiga lebih, kereta sampai di stasiun malang.
  1. Angkot mas gembul
  • Mereka menyewa angkot mas gembul.
  • Terjadi percakapan menarik antara Ian dan sopir angkot.
  • Mereka juga mendapat tetuah tentang mendaki Mahameru dai mas Gembul.
  • Karena menaiki angkot tersebut dan tngkah mas Gembul yang lucu dan ramh, Ian menyadari bahwa tidak semua sopir angkot seperti yang dipikirannya.
  1. Menuju Ranu Pane
  • Genta mencari jip yang kosong untuk mereka tumpangi. Namun, hanya ada satu jip yang tersisa, itu pun sudah terisi.
  • Mereka bertemu dengan beberapa orang dalam jip.
  • Ian memulai percakapan dengan seseorang dalam Jip karena pembicaraan tentang kamera. Orang itu bernama Deniek.
  • Perkenalan pun terjadi.
  • Jip berhenti di tengah jalan dekat sebuah tebing, pemandangan yang indah mulai terlihat. Mahameru berdiri dengan gagahnya.
  • Deniek menceritakan sudah pernah mendaki Mahameru dengan sahabat-sahabatnya, dan kehilangan salah seorang sahabatnya.
  • Salah seorang tetua yang satu jip dengan mereka pun bercerita tentang keindahan Mahameruyang tidak pernah berkurang setelah sekian lama.
  • Mereka melanjutkan perjalanan dan menemukan pohon kayu putih yang membuat mereka terkagum-kagum dengan hasil alam Indonesia.
  • Akhirnya perjalanan mereka berakhir di Ranu Pane, desa terakhir yang mereka kunjungi sebelum mendaki.
  1. Ranu Pane
  • Mereka sampai di Ranu Pane kemudian mencari tempat untuk membangun tenda.
  • Mereka makan di sebuah warung di Ranu Pane kemudian dilanjutkan dengan membangun tenda.
  • Malam hari, mereka berkumpul didekat api unggun sebelum beristirahat.
  • Ian tertegun melihat kumpulan kuburan di dekat tenda.
  • Semua bersiap untuk istirahat sebelum melakukan perjalanan keesokan paginya.
  • Pukul 6.30, mereka memulai perjalanannya mendaki Mahameru.
  1. Ranu Kumbolo
  • Tengah hari, mereka sampai di Ranu kumbolo
  • Keindahan Ranu Kumbolo adalah cerminan surga Mahameru.
  • Mereka beristirahat di sana sampai jam tiga sore.
  • Candaan-candaan menarik pun menemani mereka disela-sela keletihan mereka.
  • Jam tiga sore mereka melanjutkan perjalanan.
  1. Padang ilalang
  • Mereka sampai di Padang ilalang sore hari.
  • Keindahan padang ilalang menghilangkan penat mereka.
  1. Edelweiss
  • Mereka sampai di pinggir hutan.
  • Genta merasa gugup mengingat pengalamannya menghilang di hutan itu.
  • Ian berusaha menghibur Genta meski mereka tidak tau apa masalah yang dihadapinya.
  • Mereka menemuka bunga keabadian (Edelweis).
  • Gentaa merasa lega karena mereka semangat.
  • Mereka sempat menikmati keindahan bunga edelweiss sebelum melanjutkan perjalanan.
  1. Kali Mati
  • Mereka telah sampai di Kali Mati
  • Kaki Riani keram dan tidak bisa bergerak, sedangkan luka Zafran semakin melebar.
  • Mereka mendapat masalah karena menghirup abu vulkanik di Kali mati saat beristirahat.
  • Mereka melanjutkan perjalanan menuju Mahameru.
  1. Mahameru
  • Mereka mulai mendaki Mahameru.
  • Rintangan mulai menghadapi rintangan yang berat saat batu mulai bergelinding dari puncak mahameru.
  • Batu yang bergelinding mengenaai Ian dan Arinda
  • Ian hampir mati karena hal itu
  • Semua bersedih, namun kesedihan mereka terobati dengan kebahagiaan saat Ian kembali sadar.
  • Seseorang mendekati mereka dan member semangat.
  • Akhirnya mereka sampai di Mahaeru.
  • Deniek dan kawan-kawan mengibarkan bendera dan diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh pendaki lainnya.
  • Mereka kembali ke Ranu Pane dan menikmati keindahan di tempat itu
  • Kenangan yang tak akan terlupakan.
  1. 10 tahun kemudian
  • Mereka berkumpul di secreet garden bersama keluarga
  • Anak-anak mereka berlatih mengibarkan bendera.
  • Para orang tua memberikan tetuah mereka dengan pengalaman yang mereka dapatkan di Mahameru.
    • Kernel dan satelit film 5 cm
  1. Prolog
  • Cerita dimulai dengan Zafran yang menceritakan tentang teman-temannya.
  1. Di dalam mobi disepanjang Jalan Diponegoro, Menteng.
  • Obrolan tentang penyakit tipes yang diderita Arial yang tidak masuk akal.
  • Pembicaraan mengenai rencana selanjutnya kegiatan malam itu.
  • Mereka sepakat pergi kerumah Arial untu bermain monopoli.
  1. Rumah Arial
  • Bertemu dengan mama Arial, dan member salam.
  • Arinda menuruni tangga.
  • Zafran bengong.
  • Arinda menyamapa mereka semua.
  • Zafran yang masih menatap Arinda.
  • Zafran yang sibuk bercengkrama dengan malaikat bak dan malaikat jahat yang ada didekatnya tiba-tiba dikagetkan oleh panggilan Ian.
  • Genta yang mengusulkan untuk mereka berpisah selama beberapa bulan.
  • Riani yang tidak setuju dengan usul genta, namun kalah dengan anggukan setuju dari teman-temannya.
  • Rencana pertemuan yang mereka bicarakan setelah tiga bualn berpisah.
  • Malam yang berlalu begitu saja.
  1. Aktivitas pribadi zafran
  • Zafran yang ada di kamarnya sedang kangen dengan teman-temannya.
  • Zafran menelpon Arinda.
  • Zafran yang merasa jengkel dengan pembicaraan teleponnya dengan Arinda.
  • Zafran yang memulai dial di internet.
  • Zafran memulai chatting dengan seseorang.
  • Lampu yang tiba-tiba mati saat Zafran ingin member tau namanya kepada teman chattingnya.
  1. Aktivitas pribadi Riani
  • Riani yang merasa gondok dengan teman chattingnya yang tiba-tiba off.
  • Citra yang menghamiri riani dan mengajak pulang bersama-sama.
  • Riani yang memulai curhat dengan Citra tentang perasaannya pada salah seorang sahabatnya di saat keluar dari ruangan kerjanya.
  1. Aktivitas pribadi Arial
  • Bogor, malam hari, meereka berjalan tanpa tujuan.
  • Arial yang mengajak Indy ke Puncak.
  • Arial mengajak Indy untuk membeli jagung di perjalanan.
  • Arial mulai menunjukkan perasaannya pada Indy
  1. Aktivitas pribadi Ian.
  • Ian menemui dosen pembimbing skripsinya untuk konsultasi.
  • Dosen pembimbing yang memaksa Ian untuk menyelesakan BAB II skripsinya dalam waktu 4 hari.
  • Ian terganggu oleh kantuknya saat mengerjakan skripsi.
  • Ian menemui dosen pembimbingnya lagi dan mendapat perintah untuk mengerjakan kuisionernya.
  • Ian mendapat telepon dari mas Dono memberitahukan bahwa ia tidak dapat membantu.
  • Ian menemui seseorang dari sebuah perusahaan atas anjuran dari dosen pembimbingnya.
  • Setelah seminggu, Ian mendapat penolakan dari orang tersebut.
  • Di pinggir jalan, ian bertemu dengan sesorang yang menanyakan tentang dongkrak.
  • Ian bertanya tentang pekerjaan orang tersebut, dan memperlihatkan kuisionernya. Orang tersebut tertarik dengan kuisioenr yang dibawa Ian dan meminta untuk menelitinya.
  • Ian menemui dosen pembimbingnya dan mendapatkan surat undangan sidang skripsi dari dosen pembimbingnya.
  • Ian melakukan siding skripsi dan dinyatakan lulus.
  1. Aktivitas pribadi genta.
  • Genta sukses menjalankan projectnya.
  • Genta yang sedang kangen dengan teman-temannya sangat senang karena sebentar lagia akan bertemu dengan teman-temannya.
  • Genta mengirimi teman-temannya pesan yang berisi tentang tempat pertemuan dan barang apa saja yang harus mereka bawa untuk merayakan perteman mereka kembali.
  • Teman-teman yang menerima pesan dari genta merasa senang sekaligus penasaran dengan rencana Genta.
  1. 14 Agustus, Stasiun Senen
  • Genta berteriak memanggil nama Zafran.
  • Zafran dengan gaya sok artisnya pura-pura tidak mengenal Genta.
  • Riani datang dengan penuh senyum menemui teman-temannya itu di stasiun dekat rel kereta.
  • Sosok Arial datang dan menatap satu-satu temannya.
  • Dinda ternyata diajak oleh Arial dalam perjalanan itu.
  • Pukul setengah tiga lebih mereka memasuki kereta.
  • Mereka duduk berhadap-hadapan berenam di dalam kereta.
  • Pembicaraan-pembicaraan aneh pun dimulai.
  • Pembicaraan tentang recana perjalanan yang terjadi di dalam kereta.
  1. Di dalam kereta
  • Menjelang sore, kereta mulai memasuki daerah Cirebon.
  • Pemandangan indah di luar jendela kereta mulai terlihat.
  • Zafran mulai berfilosofi yang mengundang perhatian teman-temannya.
  • Arial muali bercerita tentang hubungannya dengan Indy yang mebuat teman-temannya terkejut.
  • Ian tak mau kalah, ia member kejuatan tentang wisudanya yang membuat teman-temannya kagum.
  • Tengah malam telah lewat. Kereta mulai memasuki daerah Jawa Tengah.
  • Pukul 6.30 stasiun kereta Madium. Kereta berhenti untuk menunggu kereta-kereta besar melewati stasiun tersebut.
  • Zafran mengajak Arinda untuk melihat pemandangan di luar kereta melalui pintu kereta yang terbuka.
  • Mareka mulai melakukan aktivitas masing-masing.
  • Pukul setengah tiga lebih, kereta sampai di stasiun malang.
  1. Menuju Ranu Pane
  • Genta mencari jip yang kosong untuk mereka tumpangi.
  • Jip berhenti di tengah jalan dekat sebuah tebing, pemandangan yang indah mulai terlihat. Mahameru berdiri dengan gagahnya.
  • Akhirnya perjalanan mereka berakhir di Ranu Pane, desa terakhir yang mereka kunjungi sebelum mendaki.
  1. Ranu Pane
  • Mereka sampai di Ranu Pane kemudian mencari tempat untuk membangun tenda.
  • Malam hari, mereka berkumpul didekat api unggun sebelum beristirahat.
  • Semua bersiap untuk istirahat sebelum melakukan perjalanan keesokan paginya.
  • Pukul 6.30, mereka memulai perjalanannya mendaki Mahameru.
  1. Ranu Kumbolo
  • Tengah hari, mereka sampai di Ranu kumbolo
  • Keindahan Ranu Kumbolo adalah cerminan surga Mahameru.
  • Jam tiga sore mereka melanjutkan perjalanan.
  1. Padang ilalang
  • Mereka sampai di Padang ilalang sore hari.
  • Keindahan padang ilalang menghilangkan penat mereka.
  1. Kali Mati
  • Mereka telah sampai di Kali Mati
  • Mereka mendapat masalah karena menghirup abu vulkanik di Kali mati saat beristirahat.
  • Mereka melanjutkan perjalanan menuju Mahameru.
  1. Mahameru
  • Mereka mulai mendaki Mahameru.
  • Rintangan mulai menghadapi rintangan yang berat saat batu mulai bergelinding dari puncak mahameru.
  • Batu yang bergelinding mengenaai Ian dan Arinda
  • Ian hampir mati karena hal itu
  • Semua bersedih, namun kesedihan mereka terobati dengan kebahagiaan saat Ian kembali sadar.
  • Akhirnya mereka sampai di Mahaeru.
  • Mereka mengibarkan bendera dan diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh pendaki lainnya.
  • Mereka kembali ke Ranu Pane dan menikmati keindahan di tempat itu.
  • Dalam perjalanan kembali ke Ranu Pane, merea menikmati kesegaran air di ranu Kumbolo.
  • Kenangan yang tak akan terlupakan.
  1. Bebrapa tahun kemudian
  • Mereka berkumpul di secreet garden bersama keluarga
  • Para orang tua mengenang pengalaman yang mereka dapatkan di Mahameru.
    • Perbedaan novel dan film
  • Dari segi tokoh dan penokohan, tokoh riani didalam novel digamarkan sebagai wanita berkacamata yang pintar, cantik dan baik hati. Namun, didalam film, tokoh Riani sama sekal tidak menggunakan kaca mata.
  • Kegiatan para tokoh pada saat berkumpul, dalam novel kelima sahabat tersebut melantunkan lagu kesukaan mereka masing-masing. Ketertarikan para tokoh pada music sangat ditonjolkan dalam novel tesebut. Hal ini terbukti dari perkenalan awal setiap tokoh yang mencantumkan ketertarikan setiap tokoh pada music, seta banyaknya lirik-lirik lagu yang dicantumkan dalam music. Dapat dikatakan bahwa, setiap kegiatan yang mereka lakukan selalu di iringi dengan music. Berbeda dengan novel, didalam film, tidak begitu diperlihatkan ketertarikan para tokoh pada music.
  • Di dalam novel, rencana untuk tidak bertemu atau berkomunikasi selama bebeapa bulan dimulai dengan pembicaraan tentag filsuf yang dilakukan oleh Zafran tentang manusia yang selalu hidup dalam gua dan tidak percaya dengan adanya dunia yang lebih indah di luar gua itu. Sedangkan didalam film, rencana itu langsung diungkapkan oleh Genta dengan alasan ingatan tentang pembicaraan Ian suatu malam bahwa mereka tidak memiliki teman selain mereka berlima. Namum, dalam film juga tidak diperlihatkan pembicaraan tersebut, sedangkan di dalam novel diberikan bagian khusus untuk menggambarkan pembicaraan tersebut. Selain itu, pembicaraan dan perdebatan antara mereka sebelum rencana itu diungkapkan oleh Genta yang digambarkan secara jelas dalam novel, tidak dicantumkan dalam film.
  • Di dalam novel, kegiatan masing-masing tokoh saat berpisah diceritakan dengan proses yang panjang, namun dalam film diceritakan secara singkat tanpa proses yang berbelit-belit.
  • Di dalam novel digambarkan secara jelas bagaimana sosok Riani mengagumi sosok genta sehingga dapat menimbulkan horizon harapan yang berbeda bagi pembaca. Namun, didalam film tidak digambarkan dengan jelas hal tersebut, sehingga penikmat film ragu untuk memiliki horizon harapannya sendiri.
  • Di dalam novel, riani memulai curhatnya kepada Citra teman kantornya saat berada dalam mobil, pembicaraan mereka pun dimulai dengan pembicaraan tentang masalah kantor. Namun, di dalam film, Riani langsung memulai curhatnya tanpa basa-basi, dan itu pun terjadi saat mereka masih didalam kantor.
  • Dari segi aktivitas pribadi Ian, dalam novel digambarkan bagaimana ian berusaha berkomunikasi dengan komputernya dan menghindari godaan yang diberikan oleh komputernya agar ia bermain game dan tidak mengerjakan skripsinya. Namun, di dalam film, digambarkan bagaimana ian berusaha menahan kantuk saat mengerjakan skripsinya, dan menjadikan game dan mie sebagai hiburan agar ia mampu menahan kantuk.
  • Didalam novel, pertemuan Ian dengan Fajar, seseorang yang membentunya menyelesaikan kuisionernya, dimula di pinggir jalan saat Ian sedang menunggu busway untuk pulang kerumahnya. Sedangkan di dalam film, perkenalan mereka dimulai saat sosok Faja sedang memperbaiki roda mobilnya dan meminjam alat untuk memperbaikinya kepada Ian.

Tokoh Ian dalam novel mengendarai busway sebagai alat transportasinya, sedangkan di dalam novel, ian mengendarai mobil pribadinya.

Di dalam novel, proses saat Ian menyelesaikan skripsinya sangat panjang. Pembicaraan yang dilakukan dengan dosen pembimbingnya sangat jelas digambarkan dalam novel, sehingga memberikan pengetahuan lebih untuk pembaca. Namun, di dalam film, pembicaraan tersebut tidak dicantumkan. Proses penyelesaian skripsi Ian degambarkan dengan singkat dan hanya memperlihatkan perjuangan tokoh ian saja. Sedangkan ilmu yang didapatkan pembaca dalam novel tidak didapatkan dalam film.

  • Dari aktivitas pribadi Arial, di dalam film di gambarkan bahwa Arial telah mulai berkomunikasi dengan Indy sejak Arial masih beertemu dengan sahabatnya, dan teman-temannya pun tau tenteng Indy. Proses yang mereka lalui sebelum mulai berkencan pun sangat panjang. Sedangan di dalam film, digambarkan dengan mulainya komunikasi antara mereka saat Arial sudah tidak bertemu lagi degan teman-temannya, teman-temannya pun tidak tau tentang indy. Proses yang mereka jalani sebelum berkencan juga digabarkan secara sangat singkat. Di dalam novel, Arial digambarkan secara terang-terangan mengungkapkan perasaannya denga kepolosannya, sedangkan di dalam film digambarkan dengan tidak jelas.
  • Pertemuan yang mereka lakukan pada tanggal 14 Agustus dilakukan di stasiun Senen. Namun, di dalam novel, mereka bertemu di sebuah warung di stasiun. Setelah mereka berkumpul, barulah mereka masuk ke dalam kereta. Sedangkan di dalam film, mereka bbertemu tepat disisi rel kereta. Hanya ada Riani, Zafran, Genta, Arial dan ditambah dengan Arinda. Kereta mulai berjalan sebelum Ian tiba di stasiun. Di dalam film juga digambarkan bagaimana perjuangan Ian erlari mengejar kereta.
  • Di dalam novel, digambarkan dengan jelas bagaimana para tokoh merasa miris dengan keadaan yang mereka temui saat membeli makanan pada pemberhenian kereta di salah satu stasiun tua dini hari. Bagaimana kehidupan para ibu-ibu yang masih berkeliaran membawa barang dagangannya berkeliling di stasiun kereta, bbagaimana kehidupan orang-oarang pinggiran yang datang mencari nafkah ke stasiun tersebut. Salah satu hal yang dapat meningkatkan rasa peduli social pembaca. Namun, di dalam film tidak dicantumkan hal tersebut, sehingga rasa peduli social para tokoh di dalam film tidak jelas.
  • Di dalam novel,diceritakan pproses panjang yang dijalani para tokoh dalam kereta. Pembicaraan-pembicaraan menerik yang mereka lakukan di dalam kereta tergambar dengan jelas. Posisi duduk tokoh dalam novel dan film sedikit berbeda. Di dalam novel, Zafran duduk disebelah kiri Arial dan Arinda ada di sebelah kanan Arial. Sedangkan di dalam film, Zafran duduk di antara Arial dan Arinda. Ada kejadian yang menarik perhatian para tokoh yang diceritakan dalam novel, saat beberapa penumpang berdebat dengan petugas kereta karena tidak membeli tiket, sedangkan petukas terseut meminta bayaran 5 kali lebih banyak dari harga tiket aslinya. Kejadian yang berhasil membangkitkan kekesalan Ian dan menyebabkan Arial yang tidak pernah ikut campur masalah orang lain malah ikut turun tangan dalam masalah tersebut. Namun, dalam film tidak diceritakan hal terssebut.
  • Di dalam novel digambarkan perjaalanan para tokoh degan menggunakan sebuah angkot, bagaimana ramahnya sopir angkot yang bernama mas Gembul terhadap penumpang, sehingga membuaat ian menyadari bahwa tidak semua sopir angkot berlaku buruk terhadap penumpang, di dalam novel juga di ceritakan tentang pengalaman ian saat menaiki seuah angko di Jakarta. Kejadian yang membuatnya miris, sopir yangkot yang seenaknya menurunkan penumpang di piggir jalan sebelum sampai tujuan dengan paksa, dengan alasan penumpang yang tidak membayar sesuai tarif aslinya, sedangkan penumpang yang bersikeras bahwa mereka sudah tidak memiliki uang, serta cerita sopir angkot yang mengeluh hidup miskin sedangkan banyak pemerintah yang koruptor dan sebagainya. Kejadian yang benar-benar membangkitkan kebencian Ian terhadap pemerintah dan Negara ini. Namun, akhirnya disadarkan dengan kejadian yang dialaminya dengan teman-temannya saat ini, saat mereka menaiki angkot mas Gembul.

Namun, semua kejadian itu tidak dicantumkan dalam film.

  • Di dalam novel dicertakan saat para tokoh menyewa sebuah jip yang akan mereka gunakan untuk pergi ke daerah penghentian terakhir, mereka disana bersama dengan beberapa tokoh tambahan. Mereka memulai perkenalan saat Ian dan salah satu tokoh yang bernama Deniek membicarakan tentang kamera. Ernyata deniek pernah mendai gunung Mahameru bersama sahabat baiknya, namun ia kehilangan salah seorang sahabat baiknya di sana. Hal ini menyadarkan mereka bahwa mendaki gunung tersebut sangat sulit dan berbahaya. Namun, hal tersebut tidak mengurangi tekad mereka untuk mendaki gunung tersebut, karena mereka sudah terlanjur jatuh cinta pada mahameru, gunung tertinggi di pulau Jawa tersebut. Dalam perjalanan tersebut, mereka menemukan pohon kayu putih dan keindahan-eindahan lain yang merupakan bagian dari Mahameru yang membuat mereka pada hasil yang diberikan oleh tanah air. Namun, di dalam film, semua peristiwa tersebut tidak dicantumkan, tidak ada tokoh tambahan dalam film, tidak ada pula cerita kematian yang mereka temukan.
  • Ranu Pane malam hari, desa terakhir yang mereka kunjungi di kamp perkemahan sebelum mendaki, dalam novel para tokoh bertemu dengan beberapa tokoh tambahan tadi, mereka berbicara tentang banyak hal sebelum beristirahat. Ada kejadian aneh saat ian melihat kuburan dibalik kabut malam dekat tenda mereka namun tokoh lain tidak melihatnya. Namun, didalam film tidak dicantumkan kejadian-kejadian tersebut.
  • Dari Ranu pane, para tokoh melakukan perjalanan menuju Ranu Kumbolo, kemudian menuju Tanjakan Cinta, Padang Ilalang, Hutan Edelweis, Kali Mati, Arcopodo, kemudian terakhir mendaki Mahameru. Dalam novel dijelaskan dengan rinci perjalanan mereka. Hal-hal menarik apa saja yang mereka temukan, kejadian-kejadian aneh yang mereka temui di tempat tersebut digambarkan dengan jelas, sehingga sangat menantang imajinasi pembaca. Namun, di dalam film digambarkan dengan sangat singkat dan tidak begitu menantang imajinasi petualang penonton. Hal inilah yang menyebabkan pembaca merasa kecewa dengan film tersebut.
  • Di dalam novel, yang mengibarkan Bendera Merah Putih di puncak Mahameru adalah tokoh Deniek dan kawan-kawan, kemudian diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia raya oleh semua pendaki yang ada di puncak gunung Mahameru. Namun, di dalam film, yang mengibarkan Bendera Merah Putih adalah genta dan kawan-kawan serta tidak diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh para pendaki.
  • Cerita terakhir beberapa tahun kemudian. Zafran akhirnya menikah dengan Riani dan memiliki seorang anak. Arian dengan Indy, Genta dengan Citra, Arinda dengan Deniek, dan Ian dengan Happy Salma, dan mereka semua memiliki seorang anak laki-laki. Mereka berkumpul di Secreet Garden bersama keluarga mereka, anak-anak mereka yang sedang berlatih mengibarkan Bendera Merah Putih dan para ayah member tetuah pada anaknya. Berbeda dengan film, Zafran menikah dengan Riani, Arial dengan Indy, Ian dengan Happy Salma dan mereka semua memiliki seorang anak laki-laki. Sedangkan Genta, ia akhirnya bertemu kembali dengan Arinda setelah sekian lama tidak bertemu karena Arinda yang mengejar gelar masternya di luar negeri. Cerita terakhir di film ini di akhiri dengan flashback perjalanan mereka berenam mendaki gunung Mahameru.

 

DAFTAR PUSTAKA

Ayu, Dyah Setyorini. 2009. Transformasi Novel Rebecca (1938) Karya Daphne Du Maurier Ke Bentuk Film Rebecca (1940) Karya Alfred Hitchcock: Analisis Ekranisasi.semarang: Universitas Diponegoro.

Dhirgantoror, Donny. 2005. 5 cm. Jakarta : GRASINDO


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *