ANALISIS UNSUR INTRINSIK CERPEN WARNA KEGELAPAN

Kepenulisan, Non Fiksi

warna kegelapan

  1. Sinopsis Cerpen

Potongan Novel atau cerpen terjemahan karya James Purdy yang berjudul Warna Kegelapan ini menceritakan tentang kehidupan sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Istri, Anak yang bernama Baxter dan seorang pengasuh bernama Bu Zilke. Namun semenjak kepergian istrinya mereka hanya tinggal bertiga. Semenjak saat tokoh Ayah dalam cerpen ini berkonflik dengan batinnya sendiri, ia merasakan ada yang hilang dalam kehidupannya bahkan ia tidak mengingat warna mata istrinya. Dan yang lebih parah ia mulai lupa warna mata anaknya dan pengasuh yang setiap hari menemaninya dirumah.

Sang Ayah yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya adalah alasan tersirat dalam cerita yang menurut saya, menyebabkan sang istri meninggalkannya. Bu Zilke dan Baxter juga merasakan kuranngya perhatian sang ayah pada keluarga. Pada suatu malam sang Ayah yang terus berkonflik dengan batinnya karena tak dapat mengingat warna mata sang istri menumpahkan segala uneg-unegnya pada sang pengasuh, pada kesempatan itu juga pengasuh mulai mengungkapkan bahwa baxter merasa kesepian karena sang Ayah tak pernah ada waktu untuk menemani Baxter bermain.

Baxter yang sudah tak tahan dengan sikap sang Ayah, akhirnya pada suatu ketika menumpahkan segala amarahnya. Baxter menarik perhatian sang Ayah dengan menelan cincin kawin sang Ayah dan pertama kalinya sang Ayah memberikan perhatian kepada sang anak dan pada saat itu juga Baxter mengungkapkan segala amarahnya yang sudah lama ia pendam, ia mengeluarkan kata-kata kasar dan kurang ajar kepada Ayahnya yang menurut saya belum pantas di ucapkan oleh anak seumuran Baxter. Dan yang lebih parah lagi Baxter berani menendang sang ayah. Setelah kejadian itu sang Ayah merenungkan dan mulai sadar dengan segala kesalahannya, itu di tunjukan dengan meneteskan air mata saat merenung.

  1. Analisis Unsur Intrinsik Cerpen
  2. Tema

Seorang keluarga yang ditinggal sama istrinya

  • Motivasi Tokoh
  1. Ayah menggambarkan seseorng yang gila akan kerja dan lupa kalau dirinya seorang kepala rumah tangga.
  2. Baxter anak yang merasa kurang perhatian dari sang ayah dan berusaha menyadarkan sang ayah.
  3. Bu Zilke sosok pengasuh tua yang tetap ulet dan telaten yang membantu Baxter menyadarkan sang Ayah.
  • Maslah yang di bahas

Pembahasan dalam cerpen ini tentang kehidupan sebuah keluarga. Ayah yang sibuk dengan pekerjaannya, Istri yang pergi dari rumah dan anak yang tak mendapat perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tua.

  • Keputusan tokoh terhadap masalah

Istri secara tersirat yang pergi karena tak tahan dengan masalahnya, Baxter dan pengasuh menyadarkan sang Ayah yang selalu murung dan sibuk sama pekerjaannya.

  • Alasn pengarang menulis cerita

Menurut saya pengarang menulis cerita ini dengan alasan ingin memberikan sebuah nasehat tentang bagaimana bekeluarga dan menjadi seorang Ayah, yang tentunya ditunjukan pada hikmah cerita ini.

  • Nilai yang terkandung dalam cerita ini

Jika bekeluarga, apalagi menjadi seorang Ayah, harus lebih memperhatikan keluarga dengan memberikan perhatian pada istri dan anak dan juga kita tidak boleh terlalu sibuk dengan pekerjaan.

Dari beberapa pertanyaan yang telah diajukan di atas dapat disimpulkan bahwa tema cerpen “ WARNA KEGELAPAN” ini adalah tentang kehidupan keluarga. Adapun pengembang tema utama yaitu mengenai seorang suami yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan akhirnya ditinggalkan oleh sang istri. Saking sibuknya dia dengan pekerjaannya membuat ia tidak lagi mengingat warna mata sang istri dan bahkan ia mulai lupa dengan warna mata sang anak dan pengasuh anakya yang sudah lama tinggal dengannya. Pada akhirnya anaknya pun merasa kurang diperhatikan oleh sang ayah dan suatu ketika ada suatu kejadian yang dibuat oleh anaknya yang membuatnaya merenung dan menyesali semua kesalahan-kesalahan yang telah ia perbuat.

  1. PENOKOHAN / PERWATAKAN
  • Pemberian Nama
  1. Ayah : Tokoh Ayah pada cerita ini tidak disebutkan namanya dan tokoh ini mendapat peran sebagai ayah yang sibuk dengan pekerjaannya sampai-sampai lupa dengan keluarganya.
  2. Baxter : Nama Baxter untuk tokoh anak dalam cerita ini menurut saya sangatlah tepat, karena karakter anak yang aktif dan cendrung sedikit nakal dan pemberani.
  3. Bu Zilke : Nama tokoh untuk pengasuh dalam cerita ini sudah cukup bisa menggambarkan karakter tokoh yang ulet, rajin dan cekatan.
  • Cara memperkenalkan tokoh
  1. Ayah : Sosok sang ayah dalam cerpen ini digambarkan sebagai seorang laki-laki yang kira-kira akan menginjak kepala tiga. Sososk sang ayah pada cerpen ini digambarkan sebagai seorang laki-laki tampa elegan, berwibawa yang memiliki kedudukan dan terlalu mementingkan pekerjaan daripada keluarganya sendiri.
  2. Baxter : Sosok seorang anak yang kira-kira berumur 4-5 tahun yang bertipe aktif dan cerdas namun sedikit nakal. Dan yang paling menonjol adalah seorang anak yang kurang mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya.
  3. Bu Zilke : Sososk seorang pengasuh yang kira-kira berumur 50-60 tahun namuntetap ulet, cekatan, rajin dan memiliki keramahan, mudah diajak bicara serta tingkat kepedulian yang tinggi.
  4. Istri : Tokoh bayangan yang tak pernah digambarkan secara jelas didalam cerpen ini.

  1. ALUR/PLOT

Dari cara penyampaian dan ranakaian cerita yang tersusun di cerita ini saya menyimpulkan bahwa alur yang digunakan dalam cepen ini adalah alur maju.

  1. LATAR

Latarnya terjadi di dalam rumah jalan ceritanya mengharukan kisah tentang anak yang yang kurang diberikan perhatian oleh kedua orang tuannya, ibunya pergi dari rumah karna tidak tahan dengan sikap suaminya yang lebih mementingkan pekerjaannya daripada keluarganya. Dan yang menjadi korban adalah anaknya sendiri yang tidak ada yang memperhatikannya.

  1. Gaya Bahasa

Tidak terlalu sulit karena mudah dipahami waktu membaca cerpen ini.tidak perlu harus membacanya berulang-ulang kali satu kali aja kita baca cerpen ini mudah kita tau apa saja pesan yang terkandung dalam cerpen ini.

 

  1. Amanat yang terkandung dalam cerpen Warna Kegelapan

Amanat ini lebih ditujukan pada orang yang sudah menikah bagaimana membina rumah tangga yang tentram, bahagia. Bagai mana kita bisa membina rumah tangga yang baik kalo lebih mementingkan pekerjaan daripada rumah tangga, kita boleh bekerja tapi kita juga harus bisa membagi waktu untuk keluarga, agar hubungan didalam keluarga bisa harmonis tidak terjadi perkelahian di dalam rumah tangga karna yang akan lebih merasaknnya adalah anak kita sendiri yang akan lebih tertekan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *