apa kabar bahasaku 1

“APA KABAR BAHASA KU”

Artikel, Editor Picks, Non Fiksi

            Bahasa merupakan bagian terpenting dari manusia.Mengapa demkian???,karena bahasa mempunyai berbagai fungsi dalam kehidupan manusia.Bukan hanya sebagai alat komunikasi dan intraksi,melainkan juga sebagai pemersatu suatu kaum/bangsa,dan yang terpenting merupakan identitas dari suatu kaum/bangsa tersebut.
Indonesia identik sebagai negara melayu,kita juga sebagai suatu Negara yang memiliki berbagai suku,ras,golongan,idiologi dan lain sebagainya.Tapi dengan adanya bahasa pemersatu kita,yaitu bahasa Indonesia yang menjadikan kita Negara yang ber-bhineka tunggal ika,berbeda-beda namun tetap satu jua,
Namun realitanya sekarang bahasa tersebut sudah mulai luntur,tergerus oleh beberapa faktor yaitu:
• Bahasa Indonesia jarang dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari
Kurangnya penekan untuk penggunaan bahasa Indonesia yang baik dalam proses belajar mengajar di sekolah dan intraksi sosial dengan sesama masyarakat secara perlahan akan melunturkan bahasa Indonesia itu sendiri.
• Hadirnya bahasa trand dalam kehidupan masyarakat sekarang,yang dikenal dengan”Bahasa Slank”
Penggunaan bahasa slank,pada masyarakat zaman sekarang sudah sangat merajalelah,karena dianggap sebagai bahasa yang simple dan praktis(gue,loe,bro,sohib,dll sebagainya).sebaliknya bahasa Indonesia diangap terlalu kaku dan formal,apa bila digunakan dalam tuturan sehari-hari.
• Persaingan dengan bahasa inggris (pekerjaan, pendidikan, ekonomi)
Dalam prakteknya pemaksaan untuk seseorang harus mampu mengusai bahasa inggris sebagai tuntutan hidup,dalam bidang ekonomi,pendidikan dan pekerjaan secara langsung mau pun tidak langsung,dapat menggerus nilai komersial bahasa Indonesia itu sendiri.
Kelunturan bahasa pasti akan berdampak buruk baik secara langsung maupun tidak langsung,mulai dari hilangnya identitas Negara tersebut dan akhirnya secara perlahan akan merusak persatuan dalam Negara tersebut,dan yang paling ditakutkan apa bila bahasa tersebut musnah secara utuh dan akhirnya generasi-gennerasi penerus tidak dapat menggunakan bahasa tersebut sebagai bahasa persatuan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *