BEKAM, PENGOBATAN ALA NABI

Artikel, Kesehatan, Non Fiksi

BEKAM, PENGOBATAN ALA NABI

  1. APAKAH BEKAM ITU?

Bekam adalah metode pengobatan untuk mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh dengan cara menghisap atau memvakum kulit sebagai jalan keluarnya darah. Bekam telah dikenal lama, bahkan sejak zaman Nabi Musa As dan berkembang hingga saat ini. Dan di Indonesia bekam sudah sering dipakai untuk pengobatan dengan beberapa nama sperti canduk, canthuk, kop, cupping, mambakan dan lainnya.

Zaman Nabi Muhammad SAW bekam merupakan upaya penyembuhan yang sangat dianjurkan. Bahkan Nabi sendiri mempunyai jadwal untuk melakukan bekam dan nabi sangat menganjurkannya, seperti yang terdapat dalam hadist “sungguh pengobatan yang paling utama yang kalian gunakan adalah bekam.”(hadits shohih). Hadits ini sebagai bukti tentang penganjuran bekam oleh Nabi.

Pada dasarnya bekam adalah proses pengeluaran darah kotor dari dalam tubuh. Seperti yang diketahui darah manusia berumur 120 hari, setelah itu darah akan berkurang kualitasnya karena terkontaminasi oleh radikal bebas dan racun yang disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak baik. Dan ginjal yang akan berfungsi menyaringnya, tetapi tetap saja ada darah kotor yang akan lolosdari penyaringan dan beredar kembali didalam tubuh dan berkumpul dibawah lapisan kulit. Racun yang menumpuk itu dapat menyebabkan berbagai penyakit dan bekam dapat digunakan untuk mengeluarkan racun-racun tersebut.

Proses bekam dilakukan dengan menggunakan alat yang menyerupai tabung sebagai media penyedot darah dan ada proses penyayatan untuk mengeluarkan darah dari kulit. Zaman dulu orang menggunakan tanduk sapi sebagai media bekam.Seiring dengan perkembangan zaman, telah tersedia alat bekam modern yang digunakan oleh para trapis dan bahkan dapat digunakan secara mandiri.Alat ini berbentuk tabung dengan berbagai macam ukuran sesuai kebutuhan. Tabung ini mempunyai katup yang dihubungkan dengan selang kealat yang berfungsi sebagai penghisap.alat ini digunakan seperti pistol air yang mempunyai tuas.

Penyedotan darah melalui kulit dilakukan karena menurut dokter tradisional, bahwa dibawah kulit, otot, maupun fascia terdapat suatu poin atau titik yang mempunyai sifat yang istimewa.Antara poin satu dan poin lainnya saling berhubungan melintang dan membujur yang membentuk jala. Dengan adanya jala ini maka terdapat hubungan yang erat antara bagian tubuh bawah dan atas., tubuh kanan dengan tubuh kiri dan organ yang satu dengan organ yang lain. Sehingga suatu penyakit di titik tertentu dapat disembuhkan dengan melakukan pembekaman di titik lain yang memiliki hubungan dengan titik tersebut. Misalnya saja sakit mata tidak harus dibekam didaerah mata, tetapi dapat dibekam didaerah tengkuk atau kepala.

Telah dibuktikan bahwa apabila dilakukan pembekaman pada satu poin, maka di kulit (kutis), jaringan bawah kulit (sub kutis), fascia dan ototnya akan terjadi kerusakan dari mast cell dan lain-lain. Akibat kerusakan ini akan dilepaskan beberapa zat seperti serotonin, histamine, bradikinin, slowreacting substance (SRS), serta zat-zat lain yang belum diketahui. Zat-zat ini menyebabkan terjadinya dilatasi kapiler dan arteriol, serta flare reaction pada daerah yang dibekam.Dilatasi kapiler juga dapat terjadi ditempat yang jauh dari tempat pembekaman. Hal ini menyebabkan terjadi perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah, akibatnya timbul efek relaksasi(pelemasan) otot-otot yang kaku serta akibat vasodilatasi umum akan menurunkan tekanan darah secara stabil. Yang terpenting adalah dilepaskannya corticotrophin releasting factor (CRF), serta releasing factors lainnya oleh adenobipofise. CRF selanjutnya akan menyebabkan terbentuknya ACTH, corticotrophin, dan corticosteroid. Corticosteroid mempunyai efek menyembuhkan peradangan serta menstabilkan permeabilitas sel.

Sedangkan golongan histamine yang ditimbulkannya mempunyai manfaat dalam proses reparasi(perbaikan) sel dan jaringan yang rusak, serta memacu pembentukan reticulo endothelial cell, yang akan meningkatkan daya resistensi(daya tahan) dan imunitas tubuh. Fakta-fakta inilah yang membuktikan manfaat bekam secara umum. Di bawah ini akan dijelaskan tentang manfaat bekam.

  1. MANFAAT BEKAM

Manfaat bekam sebagai pengobatan medis antara lain:

  1. Bisa membersihkan darah dan meningkatkan aktifitas syaraf tulang belakang.
  2. Memperbaiki permeabilitas pembuluh darah.
  3. Menghilangkan kejang-kejang dan memar pada otot.
  4. Bermanfaat bagi penderita asma, pneumonia, dan angina pectoris.
  5. Bermanfaat ketika mengalami pusing, memar-memar didaerah kepala dan wajah, migrain, dan sakit gigi.
  6. Ketika mengalami berbagai macam penyakit mata dan rabun.
  7. Ketika mengalami gangguan Rahim dan berhentinya menstruasi bagi wanita.
  8. Ketika terkena rematik, stiatica(pegal dipinggang), dan encok.
  9. Untuk mengatasi gangguan tekanan darah dan arteriosclerosis(pengapuran pembuluh darah).
  10. Ketika mengalami sakit bahu, dada dan punggung.
  11. Bermanfaat mengatasi kemalasan, kelesuan, dan banyak tidur.
  12. Bermanfaat mengatasi luka-luka, bisul, jerawat, dan gatal-gatal dikulit.
  13. Bermanfaat mengatasi pericarditis(radang selapu jantung) dan nephritis(radang ginjal) yang parah.
  14. Bermanfaat mengatasi keracunan.
  15. Bermanfaat mengatasi luka-luka bernanah.

Manfaat bekam kering(tanpa mengeluarkan darah) sebagai pengobatan penakit, antara lain:

  1. Meringankan rasa sakit dan mengurangi penumpukan darah.
  2. Bermanfaat untuk penyakit paru-paru yang kronis.
  3. Mengobati nephritis.
  4. Mengatasi radang selaput jantung, radang urat syaraf pada bagian daerah punggung bawah, mulai yang sejajar dengan pusar ke bawah, dan radang pada bagian disela-sela tulang dada.
  5. Untuk menahan derasnya darah haid dan hidung mimisan.
  6. Untuk mengatasi masuk angin.
  7. Bekam kering juga berfungsi memindahkan darah dari pembuluh darah pasien dan menginjeksikannya ke otot paha, khususnya bagi anak-anak atau siapa saja yang urat nadinya sulit ditemukan karena usia yang terlalu tua. Dan masih banyak manfaat lainnya.

Tata cara berbekam dengan tabung udara secara modern.

Untuk menghindari berpindahnya bakteri dan virus dari pasien kepda orang lain, sebaiknya setiap pasien memiliki peralatan khusus untuk dirinya yang tidak boleh dipakai oleh orang lain. Jika dia memiliki penyakit menular sebaiknya semua peralatan yang digunakan itu segera disingkirkan dengan cara yang aman setelah digunakan.

Peralatan

  1. Sarung tangan untuk satu kali pakai.
  2. Balon karet atau jari medis yang besar, atau kondom.
  3. Silet medis yang digunakan satu kali pakai atau pisau cukur yang telah disterilkan atau jarum steril(yang biasa digunakan untuk memeriksa golongan darah).
  4. Gelas bekam yang dilengkapi belalai pipa dan klep penutup.
  5. Alat penyedot udara, baik manual ataupun elektrik.
  6. CARA BERBEKAM
  7. Balon atau kondom diletakkan dimulut gelas.
  8. Gelas diletakkan tepat diatas bagian tubuh yang sakit, kemudian udara yang ada didalam gelas disedot sehingga gelas menjadi hampa udara dan kulit serta jaringan pasien ikut tersedot kedalam bola. Darah dan unsur-unsur lain akan tersedot kepermukaan kulit didalamnya, sehingga akan terlihat daerah lingkaran berwarna merah sebesar mulut gelas kaca.
  9. Gelas dibiarkandalam keadaan seperti itu selama 3-5 menit, kemidian dicabut, ini disebut sebagai gelas udara. Langkah ini bermanfaat untk memindahkan berbagai unsur kotor dari bagian-bagian penting didalam tubuh, seperti persendian, kebagian-bagian yang kurang penting, seperti permukaan kulit. Dengan demikian berkulanglah sebagaian rasa sakit. Untuk pembekaman didaerah wajah waktu pembekaman tidak boleh lebih dari setengah menit.
  10. Kemudian dilakukan penyayatan(penyiletan atau penggoresan ringan) dibagian luar kulit dengan kedalaman yang sangat rendah kurang lebih 0,1mm, yakni penyayatan yang sangat ringan. Penyayatan ini tidak sampai mengenai pembuluh darah arteri maupun vena, sepanjang kurang lebih 4mm, sekitar 15 sayatan, bisa lebih bisa kurang. Penyayatan dapat diganti dengan tusukan menggunakan jarum.
  11. Dilakukan dilakukan tiupan udara didalam gelas, sehingga balon menyentuh pipa belalai gelas. Kemudian biarkan selama waktu penyedotan darah dan udara didalam gelas, letakkan kapas didalamnya.
  12. Gelas diletakkan kembali ditempat semula sebelum penyayatan secara cermat. Kemudian sedot lagi dengan keras dan pipa belalai gelas ditutup, sehingga darah keluar dari tubuh melalui bekas tusukan atau sayatan ringan tadi dan darah tertampung kedalam balon atau kondom tanpa mengotori gelas. Gelas dibiarkan selama 2-5 menit agar darah yang tersedot mengental.
  13. Setelah 3-5 menit dan darah mengental, maka gelas langsung dicabut dengan hati-hati. Kemudian letakkan saputangan dibwah gelas dengan tangan kiri sambil memegang gelas. Kemudian buka sumbatan agar udara masuk. Tangan kanan digunakan untuk menutup mulut gelas dan membalik gelas sambil mengusapnya keatas bekas darah dengan saputangan tersebut agar darah berkumpul didalam balon dan segera bersihkan bekas sayatan.
  14. Bersihkan darah dari balon dengan cara membalik gelas diatas tempat sampah kemudian gelas ditiup dengan alat agar balon keluar dan darah jatuh ketempat sampah. Bersihkan balon dengan tisu atau kapas. Sedot kembali gelas agar balon kembali masuk.
  15. Ulangi langkah ke-5,6,7,8 dan 9 pada titik-titik lain yang diinginkan.
  16. Bagian tubuh yang telah mengalami penyayatan harus dibersihkan dengan pembersih yang cocok dan alami, seperti madu da habbatus sauda’’, atau pembersih biasa. Perban daerah tersebut, khususnya untuk penderita diabetes pembersihan ini harus diutamakan.
  17. Setelah dilakukan bekam, alat-alat seperti jarum, silet, balon, dan sarung tangan yang telah digunakan harus dibuang .kemudian bersihkan gelas kaca dengan saflon, ditol dan sebagainya.

Karena bekam telah dijelaskan dari penjabaran diatas, jadi manfaat dan cara-caranya telah dapat dimengerti. Mari berbekam karena bekam


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *