BERITA KELOMPOK I MAJALAH KUMBANG KELAS V B

Artikel

PEMBUATAN ROTI YANG MENGUTAMAKAN KEBERSIHAN TETAPI BANYAK MENGANDUNG BAHAN PENGAWET DAN MENGGUNAKAN BENTUK ROTI YANG PLAGIAT DARI INTERNET

  1. Pembuatan Roti Banyak Mengandung Bahan Pengawet

Roti merupakan salah satu makanan yang sangat digemari oleh masyarakat luas. Roti juga dapat di sajikan sebagai menu untuk sarapan ataupun dijadikan sebagai menu jajanan yang dapat mengurangi rasa lapar. Tetapi tidak jarang pembuatan roti banyak menggunakan bahan pengawet agar roti dapat bertahan lama dan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kerugian tanpa memikirkan kesehatan atau dampak yang akan terjadi pada konsumen.

Berkembang isu dalam pembuatan roti, bahwa kebanyakan pembuatan roti tersebut banyak menggunakan bahan pengawet. Adanya bahan pengawet ini digunakan agar roti yang telah diproduksi atau roti yang telah dihasilkan dapat bertahan baik bentuk roti ataupun rasanya dari sejak awal pembuatan roti yang diproduksi. Adanya penggunaan bahan pengawet juga bertujuan agar hasil pemasukan keuangan dari usaha atau pabrik pembuatan roti semakin meningkat.

Namun faktanya, salah satu dari usaha roti seorang pengelola roti yang bernama Hanifah, merintis usaha roti yang berada pada kawasan arena buah, Cakra Negara, NTB mengatakan “bahwa di tempat usaha roti yang dikelola selama 3 tahun yang dimulai dari tahun 2012 hingga saat ini, beliau menepis isu yang berkembang bahwa adanya bahan pengawet dalam pembuatan roti, “tidak semuanya benar”. Karena ditempat usaha roti yang dikelolanya tidak menggunakan bahan pengawet ke dalam roti yang di produksi. “usaha roti yang saya kekola selama tiga tahun lebih mengutamakan dan mementingkan kesehatan konsumen.” ujar pengelola tokoh roti tersebut. Jadi, beliau menyangkal isu-isu yang beredar di dalam masyarakat saat ini, karena beliau juga salah satu dari wirausahawan yang mempunyai usaha tokoh atau pabrik roti yang lebih berpihak pada konsumen.

 

  1. Pembuatan Roti Mengutamakan Kebersihan

Kebersihan merupakan unsur terpenting dalam pembuatan makanan, khususnya roti. Untuk menghasilkan produk roti yang berkualitas tentu saja kita harus mengutamakan kualitas dan kebersihan roti tersebut agar roti yang kita produksi layak untuk di konsumsi oleh konsumen.

Telah berkembang isu dalam masyarakat bahwa di perusahaan-perushaan roti saat ini lebih mengutamakan kebersihan dan menjaga kebersihan sebagi kegiatan awal dalam memproduksi roti. Kgiatan ini dilakukan semenjak perusahan, pabrik, atau tempat usaha roti dikelola oleh para pemiliknya serta karyawan yang bekerja sejak awal. Saat ini pun roti telah menjadi bahan maknan utama sebagi pengganti nasi, pengkonsumsi roti sudah dapat dilihat di kota-kota besar, misalnya jakarta. Tak kalah juga di negara-negara asing lainnya telah mengkonsumsi roti sebagai bahan makanan pokok.

Isu tersebut dibenarkan oleh salah satu pegelola usaha roti Ali Bakrey, yang bernama Mar (nama panggilan) mengatakan “awal pembuatan roti, sebelum mulai mengolah bahan-bahan yang telah disediakan, para karyawan terlebih dulu mencuci tangan”. Pernyataan tersebut juga ditambahkan oleh pemilik usaha roti Ali Bakery mengatakan “pegawai yang ada di usaha ini sangat mementingkan kebersihan, dengan kesadaran para pegawai akan menjaga kebersihan”. Kebersihan di utamakan baik internal ataupun eksternal. Kebersihan internal difokuskan dalam kebersihan bahan-bahan roti hingga pembuatan roti, sementara kebersihan ekstrenal merupakan kebersihan alat-alat yang digunakan dalam pembuatan roti hingga kebersihan lingkungan. mengutamakan kebersihan internal dan eksternal guna menjaga kualitas roti dan menjaga kesehatan konsumen.

  1. Bentuk Roti Plagiat Dari Internet

Sesuai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat segala sesuatunya menjadi mudah dan tanpa fikir panjang. Begitupun mengenai pembentukan roti yang mampu menarik konsumen untuk mencicipi roti yang memiliki bentuk yang indah dan menarik. Ada berbagai bentuk roti yang mampu menarik peminat konsumen. Dari kreasi bentuk yang beragam mampu memikat hati para konsumen, dari rasa penasarannya yang tinggi untuk menikmati roti yang dianggapnya menarik. Tanpa disadari oleh konsumen, banyak pembuatan bentuk roti yang diambil atau plagiat dari internet untuk menarik konsumen yang lebih banyak guna mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Menyebarnya isu tentang pembentukan roti yang mengambil langsung dari internet berdampak pada kurangnya kepercayaan masyarakat akan bentuk yang menarik atau hasil plagiat dari internet, tanpa adanya kreatifitas atau kreasi dari pengolah roti.

Namun, faktanya tidak semua pembuatan bentuk roti plagiat dari internet seperti isu yang telah. Seperti yang dijelaskan oleh salah satu pegawai toko roti yang bernama Nur Kartika Wati, mengatakan “ tidak semua pengusaha roti menjiblak bentuk roti dari internet, melainkan semua bentuk roti yang di lihat di internet hanya sebagai contoh dan di kreasikan kembali oleh pegawai semenarik mungkin”. Ujaran salah satu pegawai toko atau pabrik pembuatan roti yang berada dalam kawasan arena buah Cakra Negara. Hanifah mengatakan “ di pabrik roti yang saya bangun selama tiga tahun, pembuatan bentuk roti merupakan hasil dari fikiran atau ide dari pegawai dan bentuk roti yang ada dalam internet merupakan sebuah contoh dan saya menyarankan dan mengingatkan kepada pegawai yang ada di pabrik roti ini untuk tidak menjiblak bentuk roti yang ada di internet, melainkan menggunakan ide atau kreativitas yang ada”. Ujar pemilik roti yang berada dalam kawasan arena buah Cakra Negara Mataram. Ujaran pemilik toko roti tersebut seolah menepis segala isu yang beredar bahwa bentuk roti plagiat dari internet, melainkan pembuatan roti merupakan salah satu ajang mengeluarkan ide, fikiran pegawai untuk membuat bentuk roti sesuai dengan kreatifitas tanpa harus menjiblak atau plagiat dari internet.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *