busi ngk busi denso busi dingin busi panas busi racing busi iridium busi standar

Busi ( Spark Plug ) Komponen Mungil Yang Wajib Anda Kenali

Otomotif, Artikel

Busi pada Mobil ataupun Motor merupakan salah satu komponen paling penting. Tidak ada kendaraan dengan bahan bakar bensin yang bisa hidup tanpa adanya Busi.

Fungsi Busi Pada Kendaraan Bermotor

Busi adalah suatu piranti pada motor bensin yang fungsinya untuk menghasilkan loncatan bunga api (Spark) di antara celah elektroda busi di dalam ruang bakar. Sehingga campuran udara dan bensin akan terbakar.

Dari pembakaran bahan bakar oleh percikan busi inilah didapatkan energi ledakan untuk menggerakkan kendaraan bermotor.

Ukuran busi yang kecil dan mungil mungkin sering diremehkan. Namun peranannya sangat vital bagi kendaraan anda. Oleh karena itu jangan salah dalam memilih busi.

Pemilihan jenis busi yang salah bisa mengganggu sistem pengapian mesin kendaraan. gangguan itu bisa berupa knocking dan pre ignition.

Cara kerja Busi

Energi Listrik yang berupa loncatan bunga api tersebut diperoleh dari battere ( Accu / Aki ).

Tegangan tinggi menyebabkan percikan bunga api di antara elektroda dihasilkan secara induksi pada koil. Prinsip kerjanya mirip seperti cara kerja transformator.

Sesaat ketika penyuplai energi bekerja, tegangan di antara elektroda busi meningkat secara drastis sampai pada tegangan penyuplai yang dibutuhkan tercapai.

Segera setelah bunga api dilepaskan, tegangan antara elektroda busi akan menurunkan tegangan penyalaan.

new and used spark plugs for internal combustion

Komponen Utama Busi

Ada 3 komponen utama busi atau spark plug yaitu bagian metal yang berulir yang dilindungi oleh isolator keramik, Ujung busi yang bisa disesuaikan celah elektrodanya antara pusat dan sisi, serta bagian terminal yang berfungsi menghubungkan steker ke sistem pengapian.

Isolator

Isolator meliputi bagian luar dari bungkus metal yang biasanya terbuat dari keramik alumunium oksida yang mempunyai toleransi tinggi terhadap panas dan tegangan listrik.

Pelindung Metal

Pelindung metal ini berfungsi menghilangkan panas dari isolator dan dibagikan ke kepala silider. Pelindung ini juga memberikan kekuatan untuk mengatasi paksaan puntiran sewaktu dilakukan pengencangan pada saat pemasangan.

Bagian ini juga berfungsi sebagai grounding apabila ada percikan api melewati elektroda pusat ke sisi.

Terminal

Terminal yang berada pada ujung luar ini terhubung langsung dengan sistem pengapian

Pengaman Busi

Bagian ini akan mengamankan busi dari ruang pembakaran mesin pada saat terpasang. Sehingga pengaman tersebut dipastikan berada pada ruang kedap udara.

Pengaman ini biasanya berbentuk logam yang berongga.

Elektroda Sisi

Elektroda sisi yang terbuat dari baja nikel ini akan menimbulkan panas dan menempel (di las) ke sisi bagian logamnya. Beberapa desain busi mempunyai beberapa elektroda sisi yang tidak tumpang tindih terhadap elektroda pusat.

Pusat Elektroda

Pusat elektroda merupakan bagian yang paling panas dan dari bagian inilah listrik dipancarkan yang menyebabkan percikan bunga api.

Celah Busi

Celah busi pada beberapa mesin terkadang mempunyai pengaturan celah yang berbeda satu sama lain. Sehingga pengaturan celah ini harus diperiksa dengan seksama dan bila perlu jarak celah busi tersebut harus disesuaikan dengan spesifikasi yang tercantum pada buku manualnya.

Celah ini sangat berpengaruh pada performa mesin. Pengaturan celah yang sempit akan mengakibatkan percikan bola api yang lemah begitu juga sebaliknya.

Pengaturan celah yang salah akan mengurangi tenaga mesin dan efisiensi penggunaan bahan bakar

Suhu Operasional Busi

Suhu operasional mengacu pada suhu yang ada pada saat percikan bunga api saat ruang bakar berjalan. Apabila terlalu panas, maka akan mengakibatkan pre-ignition.

Jika terlalu dingin bisa menyebabkan busi kehilangan tenaganya. Rentang panas bisa dipengaruhi oleh berbagai macam karakteristik, termasuk desain profil dan material yang digunakannya.

Kunci Busi Racing

Jenis-Jenis Busi

Busi Standar

Kendaraan sehari-hari secara default menggunakan busi standar dari pabriknya. Ujung elektroda busi standar ini berasal dari nikel dengan diameter rata-rata 2,5 mm. Umur pemakaian busi standar ini bisa menempuh perjalanan 20 ribu kilometer.

Busi Platinum

Untuk kegiatan touring, sebaiknya anda memilih busi dari bahan platinum. Diameter pusat elektrodanya sebesar 0,6 milimeter – 0,8 milimeter.

Anda bisa mengharapkan umur busi platinum sampai sejauh 30 kilometer.

Busi Iridium

Buat anda yang kadang suka aktivitas touring sambil kebut-kebutan di jalan, namun tidak sepenuhnya untuk racing bisa mengandalkan jenis busi iridium ini.

Umur busi iridium yang bisa anda harapkan adalah 50 ribu kilometer sampai 70 ribu kilometer. Sangat cocok untuk mesin motor dengan kapasitas silinder 150 cc keatas.

Busi Racing

Bagi teman-teman yang memang antusias di bidang racing maka Busi Racing mutlak anda pilih. Busi racing ini memang dipersiapkan untuk mesin-mesin dengan suhu super tinggi serta rasio kompresi tinggi.

Salah satu ciri busi racing yang paling mudah dikenali adalah ukuran center elektrodanya yang runcing seperti jarum. Namun, sayangnya umur busi racing tidak terlalu panjang, hanya bisa mencapai 20 ribu kilomter sampai 30 ribu kilometer saja.

Busi Resistor

Kalau anda seorang racer, jangan pernah tertipu dengan logo R ( font miring ). Orang sering mengira bahwa itu adalah busi racing padahal sebenarnya itu adalah busi resistor.

Fungsi busi resistor adalah sebagai pelindung perangkat elektronik atau digital pada kendaraan bermotor seperti speedometer dan lain-lain.

jenis jenis busi motor busi mobil

Perbedaan Busi Dingin dan Busi Panas

Penggunaan busi yang tepat guna tentunya akan berpengaruh terhadapa performa mesin yang optimal.

Busi Dingin

Busi dingin kurang cocok dipakai untuk kendaraan dengan ruang bakar yang memiliki temperatur rendah. Lebih cocok digunakan untuk motor bore up atau keperluan racing.

Hal itu disebabkan karena jenis busi dingin ini sifatnya terlalu mudah melepas panas dan menjadi dingin. Saat suhu di ruang bakar terlalu rendah, saat itulah terjadi sebuah proses penumpukan bahan bakar ( Carbon Fouling ).

Carbon Fouling adalah sebuah keadaan dimana bahan bakar tidak bisa terbakar secara sempurna dan bahan bakar yang tidak terbakar tersebut menumpuk pada busi.

Pengendapan karbon pada busi ini lama kelamaan menjadi tumpukan kerak karbon keras dan menjadi sumber panas kedua Setelah Busi (Seperti arang di dalam mesin).

Inilah biang kerok dari gejala detonasi atau knocking. Knocking adalah ledakan kedua setelah busi memercikkan bunga api.

Busi Panas

Busi panas adalah busi yang disarankan untuk kendaraan sehari-hari. Jenis busi panas ini sangat tidak cocok digunakan pada ruang bakar dengan temperatur yang terlalu tinggi. Sebab, busi panas lebih sulit melepas panas dan lebih mudah menjadi panas kembali.

Jika memaksakan pemakaian busi panas untuk kendaraan bawaan pabrik, maka akan menyebabkan Pre Ignition. Pre ignition adalah sebuah proses dimana bahan bakar lebih dahulu menyala sebelum busi memercikkan kembang api.

Efek negatif pre ignition sangatlah buruk bagi kendaraan dengan siklus pembakaran empat langkah.

Panduan Memilih Busi Dingin dan Busi Panas

  • Perhatikan suhu sekitar dimana sebuah kendaraan akan digunakan. Jika anda berada di daerah dengan suhu tinggi yang ekstrim maka disarankan menggunakan busi dingin untuk mencegah Pre Ignition atau pembakaran dini.
  • Perhatikan seberapa besar kapasitas silinder mesin. Untuk mesin dengan silinder besar yakni 160 cc ke atas, gunakanlah jenis busi dingin.
  • Perhatikan rasio kompresi mesin dan tekanan kompresi mesin anda. Mesin dengan rasio kompresi 10:1 ke atas disarankan menggunakan jenis busi dingin.

arti kode busi mobil dan motor denso ngk

Arti Kode Busi Pada Kendaraan

Kami hanya menjelaskan arti kode busi dari dua merek saja yaitu merek busi DENSO dan merek busi NGK. Sebab pasar busi di indonesia didominasi oleh kedua merek ini.

Arti Kode Busi denso U22FSU9
U : diameter ulir, untuk U=10mm,X=12mm,W=14mm
22 : tingkat panas busi semakin kecil angka berarti disebut busi panas, angkanya antara 20,19 dst. Semakin
besar berarti busi dingin, angkanya antara 24,26 dst.
F : panjang ulir busi(E=19 mm,F=12,7 mm,L=11,2 mm)
S : tipe rancangan busi
U : elektroda samping bentuk U
9 : celah inti tengah elektroda (9=celah busi 0,9 mm,10=celah busi 1 mm)


Busi NGK dengan Contoh kode CPR7HS9
C : diameter ulir (B=14 mm,C=10 mm,D=12 mm)
P : tipe rancangan
R : busi dengan resistor
7 : tingkat panas (semakin kecil angka, antara 6,5,4 dst merupakan busi panas, semakin besar
angka,antara 8,9 dst merupakan busi dingin.
H : panjang ulir(H=12,7 mm,E=19 mm,L=11,2 mm
S : tipe elektroda tengah (IX=iridium,G=busi racing,P=platinum,S=tembaga)
9 : celah inti elektroda (9=celah busi 0,9 mm,10= celah busi 1 mm)

Cara Merawat Busi Agar Awet

Tips merawat busi agar bisa tahan lama ini bisa dibilang mudah. Namun, jangan terlalu diremehkan.

Periksa kotoran atau kerak pada kepala busi

Carbon fouling adalah suatu keadaan dimana terjadinya penumpukan kotoran yang menyebabkan data tahan isolasi pada busi menurun dan tegangan yang dihasilkan koil menjadi berkurang.

Parahnya lagi, kotoran tersebut bisa menghalangi percikan api yang akhirnya membuat kendaraan tidak bisa menyala.

Jangan bersihkan dengan sikat kawat atau amplas

Ketika kerak pada kepala busi sudah mulai menebal, jangan gunakan bahan-bahan dari material logam untuk membersihkannya Karena amplas dan kawat logam bersifat abrasif.

Periksa kerapatan kepala busi

Ketika busi telah menempuh jarak 10 ribu kilometer, perlu diperlukan pengecekan kerapatan kepala busi. Karena biasanya ada sedikit pergeseran yang menyebabkan pengapian pada mesin kendaraan kurang optimal

busi iridium busi platinum busi racing spark plug


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *