CIPTAKAN TAMAN INDAH bukan TAMAN SAMPAH

Opini

 

 

???????????????????????????????

CIPTAKAN TAMAN INDAH bukan TAMAN SAMPAH

 

Salah satu masalah besar yang banyak menyebabkan musibah di negara kita adalah sampah. Ada berbagai macam jenis sampah, mulai dari sampah organik maupun non organik. Banyaknya sampah yang dibuang sembarangan di lingkungan, terutama taman menyebabkan banyak wisatawan asing maupun dalam negeri yang mengeluhkan masalah sampah yang ada di tempat-tempat tersebut. Baik tempat wisata yang berada di pinggir pantai maupun di daerah pegunungan sekalipun. Di Taman Wisata Gunung Rinjani misalnya, di sana terdapat banyak sekali sjenis sampah yang menggaggu keidahan alami gunung tersebut. Sampah-sampah tersebut tentunya datang dari kebiasaan masyaraat pendaki yang membuang sampah di sembarang tempat. Sampah-sampah tersebut berupa bekas kaleng gas, bungkus mie instan dan bahan-bahan plastik lainnya. Dari pengalaman pribadi penulis ketika mendaki gunung Rinjani, pernah suatu ketika ada seorang wisatawan asing yang berasal dari Brunei Darussalam yang mengeluhkan tentang sampah-sampah yang ada di kawasan Rinjani tersebut. Lebih lanjut, ia bahkan berencana untuk mengirimkan surat kepada Presiden Republik Indonesia agar lebih memperhatikan kebersihan di wilayah taman tersebut, baik di jalur pendakian, pemandian, dan di sekitaran danau Segare Anak.

Lain lagi dengan daerah yang berada di pesisir pantai, terutama pantai yang langsung terhubung dengan sungai. Keberadaan sampah sangatlah mengganggu kenyamanan para pengunjung, karena akan merusak pemandangan dan kesan alami dan keindahan yang ada di daerah tersebut. Taman Loang Baloq misalnya, keberadaan sungai yang berhubungan langsung dengan pantai yang berada di taman tersebut menyebabkan pesisir pantai di taman tersebut terkesan sangat kotor, terutama jika musim hujan tiba. Ketika musim hujan tiba, sampah-sampah yang berasal dari sepanjang aliran sungai tersebut hanyut terbawa arus menuju taman tersebut, sehingga berbagai jenis sampah dapat kita temui hampir di sepanjanng pantai tersebut.

            Kaitannya dengan hal tersebut, maka diperlukan adanya langkah perlawanan untuk mengatasi masalah sampah di tempat wisata tersebut. Langkah-langkah yang bisa ditempuh adalah sebagai berikut. Pertama adalah perlunya adanya ketegasan dari pemerintah dan pengelola taman tersebut agar masyarakat yang berada di sepanjang sungai ataupun daerah pendakian menuju puncak gunung tersebut tidak membuang sampah di sembarang tempat. Salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk mendukung hal ini adalah dengan membuat bak sampah di daerah tersebut, serta membuat petugas kebersihan yang bertugas mengontrol dan menganngkut sampah dari masing-masing tempat pembuangan sampah tersebut. Selain itu, upaya yang bisa dilakukan oleh pihak tersebut adalah dengan mengadakan himbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan baik melalui tulisan-tulisan ataupun disampaikan langsung ketika para pengunjung memasuki daerah taman tersebut ataupun tempat wisata yang lain.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *