CUMBU

Fiksi, Puisi

cumbu

CUMBU
Hembusan angin genit
berbisik pada jiwa lelaki hampa
Goda rayu mata hari bergulat dengan deru debu nyawa,
Hidup berfiki mati difikirkan,ahhhhh sudah lah insan
Kata – kata munapik terluncur dari segumpal daging busuk
Terkulum tipu rayau duniawi
Siapa dia? Apa dia? Dimana dia?
Pertayaan itu selalu datang pada jiwa kelam itu
Kenapa sealu hujatan, hinaan bahkan cacian yang ditemukan
Bahkan engkau yang mencipta pun dihinaya
Sebenarnya apa mau kalian?
Manusia

Mataram
Selasa,04/11/14


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *