DEMO MAHASISWA MENOLAK KAPITALISASI PENDIDIKAN DAN LARANGAN DEMOKRATISASI KAMPUS PADA UNIVERSITAS NOMOR 1 DI NTB

Non Fiksi, Opini, Pendidikan

DEMO MAHASISWA MENOLAK KAPITALISASI PENDIDIKAN DAN LARANGAN DEMOKRATISASI KAMPUS PADA UNIVERSITAS NOMOR 1 DI NTB

MATARAM- Pada tanggal 23 Desember 2014, tepatnya pukul 10.15 wita, telah terjadi aksi demo yang dilakukan oleh mahasiswa yang menyebut dirinya SMI (Serikat Mahasiswa Indonesia) di perguruan tinggi ternama dan terbaik di NTB yaitu Universitas Mataram (UNRAM). Serikat mahasiswa Indonesia melakukan aksi demo menuntut penolakan terhadap kapitalisasi pendidikan dan larangan terhadap sikap mahasiswa dalam mewujudkan demokratisasi kampus yang terjadi pada perguruan tinggi nomor 1 tersebut. Hal ini lebih lanjut dikemukakan oleh Febri selaku anggota dari Serikat Mahasiswa Indonesia yang mengatakan “ Seperti yang kita ketahui bahwa dalam perguruan tinggi UNRAM ini terdapat banyak permasalahan yang terdapat di dalamnya, akan tetapi pada kesempatan ini kami hanya mengangkat dua permasalahan, dimana permasalahan pertama adalah pemberlakuan uang kuliah tunggal yaitu pembayaran biaya kuliah atau SPP berdasarkan pendapatan orang tua, dimana pada tahun 2013 telah diterapkan uang kuliah tunggal tersebut, yaitu pembayaran uang kuliah sebesar Rp. 1.700.000 adalah pembayaran paling bawah, dan pada tahun 2014 mahasiswa harus membayar uang ospek sebesar Rp. 400.000, IOMA sebesar Rp. 400.000-500.000 sampai wisuda, Sumbangan Pembangunan Institut (SPI) sebesar Rp. 1.000.000-3.000.000, Pembayaran SPP dengan model UKT (Uang Kuliah Tunggal) dibayar mahasiswa pada daftar ulang Rp. 6.000.000 bahkan mencapai Rp. 13.000.000 lebih. Model UKT tersebut dirasakan tidak adil mengingat banyak orang tua mahasiswa berprofesi sebagai seorang petani. Sehingga 6.301 mahasiswa Universitas Mataram dicuti paksakan karena masalah ekonomi. Masalah kedua adalah tentang demokratisasi kampus yang terus menjadi alat represif bagi sikap kritis mahasiswa di kampus, seperti larangan organisasi ekstra masuk kampus bahkan organisasi interpun sudah dibekukan, larangan aksi kampus dan sejumlah aturan normalisasi kehidupan kampus lainnya”. Demo yang dilakukan oleh Serikat Mahasiswa Indonesia ini dilakukan untuk menuntut terhadap kedua permasalahan tersebut “kata febri selaku anggota dari Serikat Mahasiswa Indonesia”.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *