DUNIA KAMPUS

Cerpen, Fiksi

DUNIA KAMPUS

DUNIA KAMPUS
Aku Furnika Perdana Putry biasa dipanggil Try, Awal masuk kuliah aku sangat bangga dan bersemangat untuk menuntut ilmu disini, terlebih lagi aku diterima di FKIP UNRAM dimana tidak semua orang yang ingin menuntut ilmu disini dapat lulus seleksi penerimaan mahasiswa. Aku beruntung, bahagia dan bangga bisa berkuliah di FKIP UNRAM. Kuliah di Universitas Matram entah bagaimana aku merasa memiliki kebanggan tersendiri apalagi banyak sekali teman-teman sekolahku yang tidak lolos seleksi.
Dunia kampus,,,!!! keseharian yang sangat berdeda dengan masa sekolah dulu, disisni setiap hari aku menjumpai hal baru dan kenangan yang hari ini aku dapatkan gak akan pernah aku dapatkan lagi ditempat lain. DUNIA KAMPUS,,!! Benar-benar berbeda dengan apa yang aku kahyalkan sebelumnya, awalnya aku mengira kuliah itu sama atau sama dengan sekolah tetapi ternyata kuliah sangat berbeda dengan sekolah, di sekolah jam 07.15 aku harus sudah ada sekolah berti 30 menit sebelumya aku sudah siap dari rumah ah, melelahkan setiap hari melakukan hal itu berulang-ulang. Nah, kalau kuliah beda dengan sekolah gak ada tuh yang namanya tepat waktu, dosen masuk jam 14.10 telat 30 menit gak apa-apalah dosen tidak pernah mau tahu, benar-benar tidk peduli dengan keadaan mahasiswa.
Pada semester pertama aku mulai mendapat teman baru, kebiasaan dan keseharian yang baru. Setiap hari aku ke kampus untuk kuliah, tiap hari bertemu dengan dosen yang berbeda dan pastinya beda dosen beda karakter orangnya, ada yang baik suka bercanda, ramah dan ada juga dosen yang kiler abiss aduhh jadi deg deg. Kuliah semester pertama aku sudah punya banyak teman dalam kelas ini semuanya kompak cewek cowok kayak keluarga akur dan bisa mengerti sama lain. Dikels ini mulai terbentuk nih geng-geng atau kelompok bermainya tuh, tapi gak mau tuh geng-gengan kayak gitu, yah..! aku putuskan untuk bercengkarama dengan semuanya. Ada satu orang teman dikelaskuu yang benar-benar dekat sama aku namanya Uchy, dia baik dan bisa mengerti keadaanku. Uchy teman tempatku berbagi cerita begitu juga sebaliknya, aku dan Uchy saking sudah dekatnya tidak lagi rahasia antara kami, masalah yang tidak dapat ku ceritakan pada orang lain aku ceritakan pada Uchy. Kami saling curhat berbagai masalah terutama masalah cowok. Aku dan Uchy memiliki banyak kesamaan apalagi kami sama-sama pacaran dengan orang yang lebih dewasa yang berpikiran matang dan mapan juga sama-sama LDR-an. Semester pertama berlalu dengan banyak kenangan yang kami lalui bersama dan tidak dapat kami lupakan.
Semester selanjutnya kami satu kelas masih sama kompaknya dan banyak sekali kemajuan, pada semester lalu yang biasanya diam tanpa kata sekarang sudah mulai perfomance yah, bergaya dan percaya diri dan kami pun senang, berarti kan sudah menganggap kita semua adalah keluarga nggak ada canggung dan rasa malu satu sama lain. Di semester ini kami mulai di kasih banyak tugas sama dosen, yang namanya mahasiswa yah tidah jauh dari tugas dan tugas. Dan masalah pun datang padaku bukan masalah perkuliahan sih tapi masalah asmara. Aku putus sama pacarku, alasan kami putus karena nggak bisa menjalin hubungan jarak jauh “katanya”, dan aku yakin itu Cuma alasannya untuk menutupi kenyataan bahwa dia sudah punya yang lain, dasar cowok bulseet. Awalnya aku memang sakit tapi karena aku memiliki Uchy sahabatku yang selalu memberi masukan padaku aku bisa melupakan dia dan pastinya cari yang baru. Oke… lembaran baru aku buka, hari yang baru aku mulai nomor sudah diganti follower pun banyak dan bertambah, setiap hari yang kulewati ku isi dengan penuh senyuman. Suatu hari ada seorang cowok yang dekat sama aku dia anak bahasa inggris semester 4 Namanya Rhadit Sanjaya teman-temannya biasa panggil dia Adit tapi aku panggil dia Sanjay biar kayak india-india gitu. Dia tampan , pintar, baik, ramah, sopan, dan perhatian. Setiap hari telepon hanya untuk menanyak “ udah makan? ” yah so sweet. Seiring berjalanya waktu hubungan kami makin dekat tapi belum ada kata jadian lho.. hingga disuatu malam menelfon katanya dia sakit dan nggak bisa bangu dari tempat tidur, yah aku kaget dan langsung bergegas ke kostnya, sampai disana aku lebih kaget lagi wajahku pucat melihat banyak sekaali tamu di depan kamarnya tapi aku heran kok bisa ada Uchy disana…! Dalam hati aku bertanya-tanya “ada apa sebenarnnya ini kok bisa Uchy sisini?, deg deg”, keluarlah dia dengan setangkai bunga mawar dan bantal hati ditangannya dia berjalan menghampiriku menyodorkan bantak hati tepat didepanku sembari berkata Try,, will you my girlfriend,,?
O oo,, mukaku memerah, deg deg dan gemetar lama baru aku menjawab karena aku masih nggak menyangka kalau dia akan seromantis ini meminta aku menjadi pacarna didepan temanku Uchy dan teman-teman kost nya, teman-temannya bersorak padaku “ terima terima terima” dan cewek mana lagi yang akan menolak dengan pernyatan cinta yang begitu romantis. Yah aku terima bantal hati itu dan malam itu menjadi malam peratma kami menjalin hubungan.
Dikampus kami jarang bertemu dan ketika berpapasan pun kita hanya saling melempar senyuman, Uchy sahabatku selalu mengejek kami berdua karena kami seperti anak TK katanya, di kampus tidak banyak yang tau kami berpacaran hanya teman dekatnya saja yang tau dan Uchy adalah satu-satunya teman kelasku yang tahu hubunganku sama sanjay. Nah, karena kami sudah resmi pacaran nama panggilan pun berubah, kak sanjay memanggilku dengan sebutan Cimmi dan aku manggil dia dengan sebutan Candy. Disemester ini sering terjadi sesuatu yang tak kuduga, salah satunya aku bisa bersma Candy.
Waktu berjalan sangat cepat dan aku menginjak semester V dan Candy semester VII dia sekarang lagi disibukkan denga PPL. Kami jarang bertemu di kampus maupun diluar kerena kami memiliki kesibukan masing, tapi walaupun kami jarang bertemu bukan berati nggak ada kontak setiap hari kami telponan bercerita dan ssaling bertukar pendapat, sesuatu yang tidak aku ketahui aku akan menanyakan pada Candy.
Semester V oh semester V,, disinilah titik jenuhnya berkulih, setiap hari dihadapkan dengan tugas. Tiada hari tanpa tugas, terkadang jika malas aku dan Uchy jalan-jalan di waktu kuliah, kami bolos satu mata kuliah meluangkan waktu untuk mengistrahatkan otak yang sudah capek berpikir. Dalam perjalanan Uchy hanya mengoceh mengenai kebiasaan lucu yang dilakukan pacarnya yang membuat kiat tertawa terbahak-bahak dan smapi diliatin sama orang-orang.
Keesokan hari kami melakukan rutinitas seperti biasa, kuliah dan tugas. Terkadang malas untuk ngampus, capek dengan semua teori yang membosankan. Tapi karena ikatan kebersamaan kami sekelas membuat kita merasa ringan mengerjakan semua tugas kuliah. Dalam kelas kami seperti keluarga yang selalu memberi motivasi, semangat kepada teman-teman itu yang membuatku nyaman. Kami satu kelas berasal dari suku, bahasa, adat, karakter dan kepribaadian yang berbeda tapi kami bisa bersatu dan mengerti satu sama lain, perbedaan yang menyatukan kami. Dunia kampus yang memberi banyak pengalaman, pengetahuan, kebiasaan, keberanian dan masih banyak yangkenangan yang akan akan aku ukir disini bersama teman-temanku.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *