Gas Langka, Kayu Bakar Jadi Alternatif Utama tulismenulis.com

Gas Langka, Kayu Bakar Jadi Alternatif Utama

Opini

Sejak tiga pekan terakhir kelangkaan dan mahalnya harga gas khususnya gas 3kg menjadi permasalahan yang dihadapi masyarakat lombok secara umum. Harga gas 3kg yang mulanya berkisar 15 ribu-an perlahan-lahan naik menjadi 18-20 rb, hingga sekarang tiba-tiba mencapai 30 ribu-an. Tingkat pemakaian masyarakat yang melonjak naik terhitung masuknya bulan maulid nabi Muhammad SAW mungkin menjadi salah satu alasan kelangkaan, akan tetapi juga pastinya ada campur tangan orang-orang yang ingin berlaku curang untuk meraup keutungan lebih . Karena hanya di daerah-daerah tertentu saja yang mengalami kenaikan secara drastis, sebut saja perbedaan antara lombok barat dengan lombok timur yang nyatanya ketika di lombok barat harganya sudah mencapai 25rb di lmbok timur harganya masihl berkisar antara 18rb. Mereka memanfaatkan keadaan saat masyarakat membutuhkan stok gas lebih banyak daripada di hari-hari atau di bulan-bulan biasanya untuk menaikkan harga.
Mahal dan langkanya gas tentunya membuat masyarakat merasa kesulitan, terlebih lagi untuk sekarang ini sebagian besar masyarakat telah bergantung kepada salah satu alat memasak itu, karena memang lebih praktis dan mudah penggunaannya. Namun apa mau dikata, kita harus bisa mencari cara atau alternatif lain agar bisa tetap memenuhui kebutuhan tubuh khususnya perut yang lapar. Hingga harga dan keberadaan gas normal kembali.
Kayu bakar dan tungku. Ya, masyarakat di tempat tinggal saya pun sudah mulai berpindah ke alat masak tradisional itu, karena tidak ada pilihan lain lagi, meski terkesan susah dan merepotkan hanya itulah alternatif utama yang saat ini bisa mereka gunakan.
Rasanya kembali ke masa saat kayu bakar dan tungku menjadi alat memasak utama, saat asap mengepul dari celah-celah atap dan dinding dapur.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *