GERIMIS PENGUNDANG LUKA

Fiksi, Puisi

gerimis pengundang luka

langit biru tampak abu
perlahan air menetes dengan malu
seolah nyanyian namun tak merdu
menghibur hati yang kelabu

pikirku mulai berkelana
teringat satu cerita
benang sari putik bersama dalam satu bunga
walau tak selama

tersenyum ringanku sendiri
sebelum tangis menghampiri
dan mulai mencaci maki
mungkin itu karena benci

Hujroti, 27 september 2014


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *