Gunung Tambora, Pesona Dan Potensi Yang Diabaikan

Opini

Gunung Tambora, Pesona Dan Potensi Yang Diabaikan

Di lereng Tambora hidup masyarakat Bima dan Dompu . Wilayah Tambora merupakan wilayah terluas di kabupaten Bima maupun Dompu. Namun luas wilayahnya tidaklah sebanding dengan jumlah penduduk yang masih sedikit adanya. Banyak lahan kosong yang dapat dilihat disepanjang jalanan menuju Tambora baik melalui lingkar selatan di wilayah Kempo, maupun di lingkat utara melalui Piong menuju Labuan Kananga.

Mata pencaharian warganya adalah bertani dan berladang, bnerburu, pencari madu, serta nelayan. Warga transmigran yang sudah berbaur dengan penduduk setempat memanfaatkan lahan transmigrasi itu dengan menanam berbagai jenis buah-buahan serta sayur-sayuran.

Disamping dikenal sebagai daerah pegunungan dengan hasil madunya, Sangggar juga merupakan daerah pesisir dengan produksi ikan mencapai 20 ribu ton per tahun. Sedangkan nener mencapai 1 juta ekor per tahun. Untuk komoditi pertanian juga cukup besar berupa komditi padi, kedelai dan kacang tanah. Di Sanggar juga sangat cocok untuk pengembalaan ternak karena wilayah di sebelah baratnya hingga lereng Tambora terdapat padang Savana yang luas untuk pengembalaan.

Komoditi unggulan yang dikembangkan di wilayah ini antara lain asam, kemiri, jambu mete, kopi dan kelapa. Disamping itu, potensi peternakan di wilayah ini juga cukup besar seperti peternakan Sapi, kerbau, kuda, kambing, dan Domba.

Sudah saatnya pesona dan potensi Tambora dikembangkan dengan berbagai program multi sektor. Kehadiran KTM mudah-mudahan dapat menjawab keterbelakangan dan ketimpangan pembangunan selama ini untuk saudara-saudara kita di wilayah Tambora dan sekitarnya. Tetapi KTM tanpa perbaikan dan peningkatan status jalan lingkar selatan muapun lingkar utara Tambora sungguh tidak akan berarti. Sebab akses itu sangat dibutuhkan untuk mendorong percepatan pengembangan ekonomi di kawasan Tambora. Sarana jalan dan irigasi yang baik adalah kata kunci untuk membuka akses dan berkembangnya sektor ril di kawasan ini.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *