Hal-Hal yang Terkuak Pada Ratu Pantai Selatan

Asal Tulis, Kepenulisan

009e0adcb6cc33042e5312c1c70bf893_XL   

         Nyi Roro kidul, Nyi Blorong atau Ratu Laut Kidul merupakan legenda yang ratusan tahun terjadi. Konon, kecantikannya sangat memukau dan memiliki banyak dayang-dayang serta pengikut-pengikutnya atau utusan-utusan Nyi Roro Kidul yang diperintahkan bila ada sesuatu yang diinginkannya. Salah satu pengikutnya adalah Ratu Duyung yang tinggal di laut selatan bersama Nyi Roro Kidul di daerah Jawa, tentunya di bawah penguasaan Ratu Laut Kidul. Ratu Duyung ini juga memiliki kecantikan yang memukau dihiasi mahkota berupa karang yang berwarna merah, disetiap bajunya memilki manik-manik kecil yang tak kalah indahnya, ditambah dengan bola matanya yang berwarna biru. Konon, Ratu Duyung ini memilki cermin ajaib sehingga dapat melihat segala sesuatu dari kejauhan lewat cermin saktinya itu. Salah satu juga kepercayaan Nyi Roro Kidul yaitu Nyi Roro Manggut, dikatakan Nyi Roro Manggut karena kepalanya selalu manggut-manggut, Nyi Roro Manggut juga diketahui mempunyai kekuatan yang luar biasa, diantaranya adalah ilmu “Meraga Sukma”, di mana tubuh halusnya atau rohnya dapat keluar sedangkan tubuh kasarnya tetap berada di tempat.

            Banyak yang percaya dengan adanya Ratu Pantai Selatan ini, masyarakat setempat membuat aktivitas ritual tahunan yang dilakukan oleh sebagian masyarakat pesisir pantai selatan dengan menabur sesajen berupa bunga hingga mengumpankan kepala kerbau. Saking percayanya dengan adanya Ratu Pantai Selatan ini, seseorang pernah mengutarakan bahwa dia mengakui pernah bertemu walau hanya sekilas. Ada juga yang berpendapat bahwa itu semua hanya legenda yang tidak diketahui kebenarannya secara pasti.

            Kerajaan sang Ratu Laut Kidul mungkin merupakan bagian dari Palung Jawa yang memanjang dari barat Nikobar, Sumatra, selatan Jawa hingga selatan Kepulauan Sunda Kecil di bagian Timur Indonesia. Sejak tahun 1970an sudah cukup banyak penelitian geologi laut di Barat Sumatra dan Selatan Jawa yang sebagian besar dilakukan dalam payung kerjasama dengan Amerika, Jerman, Perancis, Inggris dan Jepang. Palung di Selatan Jawa umumnya terdiri tumpukan tebal sedimen lepas dan fragmen batuan dasar samudra. Sang Ratu mungkin menguasai hingga kedalaman laut 6500 meter dan berbukit-bukit seperti pegunungan di pulau Jawa.

Konon katanya di dasar laut pantai selatan terdapat banyak harta karun yang dipendam. Banyak orang yang tidak percaya akan hal itu, akhirnya para ilmuan memutuskan untuk membuktikan semua itu dengan menggunakan kapal selam ke dasar laut. Ternyata terbukti benar, bahwa di dasar laut terdapat banyak sekali harta karun, ini pun baru sebagian kecil, keluhnya.

Cerita Nyi Ratu Kidul mempunyai versi yang berbeda-beda, ada yang mengatakan bahwa Nyi Ratu Kidul berasal dari Mataram, Pajajaran, hutan Sigaluh, Munding Wangi, dan sebagainya. Pertanyaannya adalah, mungkinkah satu sosok yang bernama Nyai Ratu Kidul berasal dari beberapa sosok manusia?, secara logika tidak mungkin. Inilah yang belum dipecahkan untuk menguak hal tersebut sampai sekarang. Sama halnya dengan kisah Gajah Mada, kisah Gajah Mada juga terdapat beberapa versi, ada yang bilang dari Jawa, Lombok, dan lain-lain. Mengapa kisah Gajah Mada ada yang bilang berada di Lombok ?. Karena makamnya terdapat di Selaparang, dan ini terbukti nyata. Konon, Gajah Mada ini adalah jelmaan dari Doyan Medaran (Doyan Mangan). Hal yang sama juga terjadi pada daerah Jawa, di sana juga terdapat makan Gajah Mada. Tapi, menurut beberapa pendapat, kisah Gajah Mada yang asli terdapat di Jawa yang hidup pada zaman Majapahit.

Di dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 1 sampai 5, dinyatakan bahwa orang bertaqwa itu harus percaya dengan hal-hal gaib. Namun, karena Ratu Kidul merupakan fenomena hal yang gaib, maka bukan itu yang dimaksudkan dalam surat Al-Baqarah ayat 1 sampai 5 tersebut. Tetapi yang dimaksudkan hal-hal gaib itu adalah sebagaimana yang telah disebutkan di dalam Al-Quran seperti: Allah, Malaikat, Neraka, Surga, dan lain-lainnya yang pada dasarnya disebutkan oleh wahyu, tetapi tidak dapat dicapai panca indra manusia. Tapi hal gaib itu harus diyakini eksistensinya.

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *