orang duduk termenung menunggu buka puasa puisi hanya saja tulismenulis.com.jpg

Hanya Saja (Puisi)

Fiksi, Puisi

 

Kelam…

Gelap mencekam

malam kian menerkam

derai ombak menerjang hamparan

badai terus menghantam

Tenggelam aku…

Tenggelam ke jurang yang dalam

 

Kau yang ber-Takhta…

Terdiam menatap luka

Tak sedikitpun bayang angan

mencoba yang kau bisa

Tak bisa… kau tak bisa

tidak

tidak

kau bukan tak bisa

Hanya saja… kau enggan sekedar bersua

 

Kau yang ber-Takhta…

Hanya diam menikmati Takhta

hadirkan sejuta luka

 

Tak sadar kaki melangkah

meninggalkan duka

Menjauh tak tentu arah

meratap mengenang luka

Kian jauh… jauh

Tak dapat aku temukan

jalan kembali

tidak

tidak

aku bukan tak dapat kembali

Hanya saja… aku enggan kembali


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *