pethitopak 1

Hari-Hari Kelabu

Fiksi, Puisi

pethitopak

 

 

Sebatang pohon tumbuh di tanah gersang

Kering kerontang tiada air

Hawa panas sangatlah menyengat

Menusuk bagai taring yang runcing

Sebatang pohon goyah ditiup angin

Daunnya jatuh berguguran

Ranting dan cabang kekuning-kuningan

Kulitnya hangus kepanasan

Ia tidak hidup tapi tidak mati

Bagai kerakap di atas batu

Hidup segan mati tak mau


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *