HIDUP GELOMBANG HARMONIK

Editor Picks, Fiksi, Puisi

oscill2

Selagi matahari masih hujankan sinar-sinar cahayanya

Jauh dari dasar palung jiwa yang menajam

Sadarkah aku bahwa mimpi itu masih berupa koyakan-koyakan kecil realita?

Tapi aku mengapung, membukit, melembah,

Bersama ayunan gelombang tanpa arah

Lalu berharap mampu menyentuh langit

Di titi pertemuan antara biru dan biru

Di garis cakrawala

Berkhayal menembus horizon yang kutahu atau tidak itu nyata.

Keluar dari kekosongan makna

Dan ternyata,

Akulah yang terus bermimpi

Antara titik pusat kesadaran dan ketidaksadaran

Yang tanpa batas dan ukuran.

Sudahkah kulalui jerat-jerat misteri yang belum terlewati?

Kehidupanku?

Dan antara memejam dan melotot,

Kurasakan batas antara masa lalu dan kemudian

Tak selebar pembuluh darahku

Kehidupanku?

Sesingkat detik ini yang pasti berlalu

Dalam detik ini,

Hanya mampu menerawang masa lalu

Memimpikan masa depanku.

Dan detik ini,

Berayun bersama gelombang

Mencari nafas baru


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *