HUMOR KEHIDUPAN

HIburan, Komedi, Non Fiksi

HUMOR KEHIDUPAN

SUPIR TAKSI DAN TIGA PEMUDA MABUK

Di suatu malam tiga pemuda mabuk sempoyongan tiba-tiba menaiki taksi

Pemuda : “heh ! ke perempatan Sukarno ya !

Supir taksi : “iya bang” (dengan sedikit gemetar)

Karena melihat keadaan ketiga pemuda mabuk berat, supir taksi akhirnya mengakali ketiga pemuda tersebut dengan menyalakan mobilnya saja, dengan sedikit goyangan dari badan sang supir agar taksi terasa seperti berjalan, setelah dirasa cukup lama, akhirnya supir taksi itu memberanikan diri memberitahu kepada penumpangnya yang terlihat hampir tidak sadarkan diri bahwa tujuannya telah sampai

Supir taksi : “bang sudah sampai” (sedikit ketakutan karena takut ditau berbohong)

Awalnya aman-aman saja, mereka keluar secara bergantian dan tidak mengetahui bahwa mereka dikibuli, pemuda pertama keluar, kemudian dilanjutkan dengan pemuda kedua, dan tiba-tiba pemuda yang ketiga menampar wajah sang supir yang kemudian sontak berkata :

Supir : “ampun bang ampun !!!” (dengan suara sangat ketakutan)

Pemuda : “oke kali ini gue maapin lo ! jangan loe ulangin ! inget !” (dengan suara sempoyongan)

Supir : “iya bang makasi bang, sekali lagi maap bang”

Pemuda : “iya iya gue udah maapin loe, lain kali kalau loe bawa penumpang hati-hati, hampir aja loe buat gue sama temen-temen gue mati, tpi gue salut sama loe, berani ngebut-ngebutan dijalan ramai”

Pemuda itu menepuk pundak sang supir kemudian memberikan uang 20ribu perak dan berlalu bersama kedua temannya meninggalkan sang supir yang tiba-tiba mukanya memerah menahan tawa.

 

 

REALITA KEHIDUPAN BOCAH

Ini adalah kejadian yang sangat memilukan. Di suatu rumah hiduplah bocah berumur 6 tahun yang memiliki seorang adik yang berumur 1 bulan, awalnya bocah itu merasa senang dengan kehadiran sang adik, tapi lama kelamaan bocah ini  merasa cemburu dengan kehadiran sang adik yang membuat ibunya sekarang lebih sering meperhatikan adiknya dari pada dirinya. Akhirnya bocah yang baru berumur 6 tahun ini memiliki niat yang jahat, yaitu hendak membunuh adiknya itu. Dengan otak yang encer dan hasil imajinasi yang dimiliki oleh bocah 6 tahun ini, akhirnya dia memutuskan untuk mengoleskan racun tikus pada payudara ibunya ketika sang ibu tertidur pulas.

Sangat memprihatinkan ketika seorang bocah berumur 6 tahun bisa melakukan hal sekejam dan sejahat itu. Singkat cerita, setelah kejadian mengoleskan racun tikus pada payudara sang ibu, pada keesokan harinya sampailah berita wafatnya seorang manusia di telinga bocah itu. Namun bocah itu begitu kaget melihat sang adik yang seharusnya telah meninggal masih bermain ceria dengan bola kesayangannya. Ternyata akibat olesan racun tikus itu bukan menewaskan sang adik, tetapi menewaskan supir pribadi sang ibu.

 

Sumber : Ingatan cerita yang pernah dibaca


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *