IBU KENAPA AKU HARUS SHALAT 1

IBU KENAPA AKU HARUS SHALAT ?

Cerpen, Fiksi

IBU KENAPA AKU HARUS SHALAT

Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi, ini pertanda azan akan dikumandangkan. Sebelum mata ini melihat sosok dengan senyum yang selalu merekah dibibir pintu itu. Aku sudah siap untuk melakukan shalat jamaah dua raka”at.

“Rara sayang, ayo shalat berjamaah dulu”

“Ia Bu”

Ini yang selalu Ibu lakukan untukku. Setiap azan berkumandang di masjid. Aku selalu di suruh untuk shalat. Teman-teman disekolahku tidak semuanya bisa shalat, tapi kenapa aku di wajibkan untuk melakukan hal ini. Rasa penasaranku harus terbongkar hari ini. Usai shalat subuh dan berdoa aku mendekati Ibu dan bertanya.

“Ibu.. aku boleh bertanya?”

“Tentu Rara sayang,”

“Kenapa Ibu selalu menyuruhku untuk shalat? Teman-teman Rara ada yang masih bermain ketika azan bahkan sampai selesai azan mereka masih bermain. Apa mereka tidak wajib untuk shalat Bu?

“Mendekatlah anakku sayang, duduklah diatas pangkuan Ibu dan Ibu akan menjelaskan semuanya”

Akupun mendekatkan dan duduk diatas pangkuan Ibu tersayang. Dan Iapun mulai menjelaskannya padaku.

“Wahai anakku sayang, apa kamu merasa tenang ketika shalat?”

“Ia Bu?

“Apakah kau merasa bahagia ketika shalat?

“Ia Bu”

“Dari situ saja Rara sudah tau apa jawabannya. Shalat adalah kewajiban kita sebagai ummat Muslim dan Muslimat. Kau tau Anakku. Sesungguhnya shalat itu tiang agama bagi kita. Shalat itu menenagkan jiwa yang menjalankannya. Shalat itu, melapangkan, membersihkan, membahagiakan, dan memberi kenikmatan di hati. Dan waktu kita paling dekat dengan Allah. Dengan shalatlah dosa-dosa yang kita lakukan itu bisa terhapus atas izin Allah. Rara tau tidak, dulu ketika zaman Rasulullah, beliau selalu melaksanakan shalat ketika di landa kegelisahan dan gundah dalam hatinya, dan lebih mulia lagi beliau pernah shalat dan kedua kakinya itu bengkak. Begitulah Rasulullah menghargai betapa mulianya mengerjakan shalat”.

.         “Kenapa harus bersama-sama Bu’”

“Siapa yang melakukan shalat secara bersamaan atau biasa disebut dengan berjama’ah mendapatkan pahala 27 derajat dari yang tidak melakukan secara berjama’ah. Nah begitulah, kenapa Ibu selalu menyuruh untuk kita melakukan shalat berjama’ah. Apa ada yang masih belum jelas anakku sayang?

“Semuanya sudah jelas Bu’ tapi rara masih mau mendengarkan lagi cerita ibu tentang keutamaan-keutamaan dalam shalat. Apa ibu siap untuk menjelaskan pada Rara?”

“Ibu selalu siap Rara sayang”

“Tapi waktu sudah menunjukkan pukul 06.30, apa Rara tidak siap-siap untuk sekolah?

“Ibuku sayang, Ibu lupa atau pura-pura lupa, hari inikan hari sepenuhnya bersama Ibu dirumah. hehehe”

Sedikit tertawa yang membuat ibu terlihat sangat bahagia dipagi ini. Dan memelukku dengan erat. Cerita yang membuat aku semangat. Sebagai anak ibu satu-satunya harus memberi apa yang Ibu minta. Dengan asyik cerita sampai lupa. Diufuk timur sana Sang Surya telah menyapa. Kamipun siap-siap untuk beres-beres dlam rumah. Aku tak sabar menanti datang waktu magrib untuk mendengar cerita darinya.

………………………………………………………..

Dug…dung…dung…. Allahhuakbar…Allahuakbar,,,,

Alhamdulillah, magrib tiba, Aku segera beranjak dari tempat bermainku dan mencari Ibu. Ternyata Ibu sudah siap untuk berjama’ah magrib. Akupun menyiapkan diri.

Dengan diimami Ibu, kami melakukan shalat dengan khusuk dan tenang. Usai shalat seperti biasa berdoa dan tak lupa ku minta janji Ibu pagi tadi untuk mlanjutkan cerita tentang mulianya melakukan shalat. Aku mendekatkan diri dan duduk di pangkuan Sang Ibu dan mulai memintanya untuk bercerita.

“Ayo Bu lanjutkan cerita lagi”

“Iya iya,,,,,, hmm ketika Ibu membicarakan tentang shalat Ibu akan bergembira dan bersemngat dan sehat. Membicakannya saja Ibu merasa sangat bahagia apa lagi ketika kita melakukannya. Kau tau Anakku. Shalat itu obat bagi orang muslim membangkitkan jiwa dan raga pemberi semangat. Kau tau orang-orang terdahulu selalu menghilangkan penyakit yang mengendap dalam tubuh mereka hanya dengan shalat. MasyaAllah begitu mulia arti dari shalat. Bahkan shalat bisa menghilangkan penyakit kejiwaan. Begitu dengan mudah mereka menghilangkan sebuah penyakit, yaitu hanya dengan melakukan shalat. Tentunya dengan hati yang tenang dan khusuk. Setelah kita bisa melakukan shalat dengan khusuk, hati yang tenang, dan ikhlas menjalankan, InsaAllah akan diberikan jaminan syurga untuk kita. Ayo Rara mau tidak menikmati indahnya syurga, yang dibawahnya mengalir sungai-sungai yang tidak bisa digambarkan keindahannya, apa yang Rara inginkan semua ada disana”

“Wah..enak dong Bu, kalau Rara minta buah anggur merah yang segar ada nggak Bu?

Tentu ada sayang, semua yang kau pinta semunya terdapat didalamnya. Makanya jadilah kau anak yang solihah. Ibu akan bangga jika kau tumbuh menjadi seorang anak gadis yang sholihah yang mau melakukan shalat lima waktu dengan khusuk dan ikhlas karena hal pertama yang akan ditanyakan ketika kita mati adalah shalat”

“Terimakasih wahai ibuku akau cinta ibu,”

“Karena siapa?”

“Karena Allah”

“Ibu juga cinta Rara karena Allah, sayang”.

Peluk Ibu yang tak akan kulupakan. Hingga ku dewasa kelak. Semoga hari ini adalah bekal yang telah ku dapatkan untuk masa depanku yang cerah.

 

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *