Ibu

Fiksi, Puisi

ibu

ibu
tanpamu aku hanyalah sebuah debu
yang kan terombng ambing oleh kencangnya angin
tanpamu aku hanyalah seekor burung
yang berterbangan
tanpa arah dan tanpa kepastian
ibu senyum diwajahmu
adalah semangat bagiku
disetiap detak jantungku dan disetiap hembusan nafasku
air matamu adalah kerumukan dan kehancuran jiwaku
dimata dan hatiku kau selalu yg terbaik
tak kan ada yang bisa menjadi tandinganmu
mungkin aku tak jarang bahkan mungkin aku tak pernah
berkata bahwa aku tanpamu takkan berdaya
namun melalui puisiku ini aku ingin
mengungkapkan isi hatiku
betapa aku sangat bergantung padamu
dan akan sulit tanpamu
saat ku menangis bahu dan dekapanmu selalu menenangkanku
tangan beserta senyumu hapus air mataku
kau tak pernah ingin melihat air mata itu jatuh di pipiku
kau selalu berusaha memberikan yang terbaik
terima kasih ibu
aku menyayangimu walau aku terkadang menyakiti hati itu
tanpa sengaja dan tanpa rencana
aku mungkin tak akan bisa membalas semua jasa-jasa Mu
yang begitu besar dan takkan bisa terhitung
ataupun tertanding oleh butiran-butiran pasir dilaut sana
aku ingin senyum itu selalu terpancar diwajahmu
maafkan anakmu yang belum bisa sepenuhnya membuat kau bahagia
dan tertawa tanpa beban


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *