logo website tulismenulis.com header 2
Edit Content

Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Interpretasi Puisi Rakyat Karya Hartojo Andangdjaja

puisi rakyat karya Hartojo Andangdjaja

Rakyat jika diartikan secara leksikal berarti warga masyarakat atau segenap penduduk yang menempati wilayah tertentu ( dalam suatu Negara ).

Rakyat ialah kita : kita berarti semua masyarakat yang ada di republik atau Negara ini.

Jutaan tangan yang mengayun dalam kerja :warga masyarakat yang rajin bekerja seperti petani amupun nelayan dan lain-lainnya.

Di bumi di tanah tercinta: mengolah bumi dan tanah dengan bekerja sebagai petani yang giat.

Jutaan tangan mengayun bersama: dan ada warga atau rakyat yang lain dan di tempat yang lain yang melakukan hal yang sama.

Membuka hutan ilalang menjadi ladang-ladang berbunga: membuka lading baru atau mengolah tanah seperti lahan gambut maupun hutan menjadi lahan-lahan pertanian yang bisa ditanami.

Mengepulkan asap dari cerobong pabrik-pabrik di kota: atau seperti warga yang bekerja di kota sebagai buruh pabrik.

Meraba kelam di tambang logam batu bara: warga masyarakat yang bekerja di terowongan pertambangan emas, perak maupun batubara dan gelap.

Menaikkan layar dan melempar jala: warga masyarakat yang bekerja sebagai pelaut maupun nelayan yang menangkap ikan.

Rakyat ialah tangan yang bekerja: segenap warga masyarakat atau penduduk yang bekerja dan tidak tingggal diam.

Rakyat ialah kita: seluruh warga atau segenap penduduk Indonesia.

Otak yang menapak sepanjang jemaring angka-angka: pikiran yang hanya berkutat pada angka yang bisa berarti uang maupun materi.

Yang selalu berkata dua adalah dua: pikiran yang hanya memikirkan uang dan uang semata.

Yang bergerak di simpang-siur niaga: yang berbicara diperdagangan tentang uang dan modal yang terus berputar dan diniagakan.

Rakyat ialah otak yang menulis angka-angka: segenap warga masyarakat atau penduduk yang menggerakkan roda ekonomi perdagangan suatu Negara.

Rakyat ialah kita: seluruh warga masyarakat atau penduduk.

Beragam suara di langit tanah tercinta: ada beraneka ragam budaya dan alat music yang bisa dimainkan dan dimiliki oleh segenap penduduk atau rakyat negeri ini.

Suara bangsi di rumah berjenjang bertangga: suara alat musik bangsi (sejenis seruling ) yang dimainkan di tangga rumah penduduk yang berbentuk panggung seperti di Daerah Padang.

Suara kecapi di pegunungan jelita: suara alat musik kecapi yang ada di wilayah penduduk suka sunda yang ada di Bandung, bogor dll.

Suara boning mengambang di pendapa: suara alat musik boning di daerah Jawa.

Suara kecak di muka pura: suara tarian kecak di depan Pura masyarakat Bali.

Suara tifa di kebun pala: suara alat musik tifa yang dipukul oleh warga di Maluku.

Rakyat ialah suara beraneka: semua warga masyarakat atau penduduk yang memiliki keberaneka ragaman budaya, alat musik, tarian dan lainnya di Indonesia.

Rakyat ialah kita: segenap penduduk dan semua rakyat yang ada di negeri ini.

Puisi kaya makna di wajah semesta: segenap masyarakat seperti keindahan yang ada di muka bumi

Di darat: seluruh daratan wilayah nusantara atau Indonesia.

Hari yang berkeringat: hari yang melelahkan dengan beragam aktifitas atau kegiatan.

Gunung batu berwarna coklat: Pegunungan yang Tandus dan tidak ada pohon.

Di laut angin yang menyapu kabut: sedangkan di lautan dengan angin yang banyak dan menghapus kabut yang akan dibawa ke darat.

Awan menyimpan topan: awan yang banyak bisa berarti aka nada hujan badai.

Rakyat ialah puisi di wajah semesta: segenap masyarakat yang beraneka ragam, multi etnis dan suku seperti sebuah keindahan yang ada di muka bumi

Rakyat ialah kita: semua atau segenap warga masyarakat.

Darah di tubuh bangsa: masyarakat atau penduduknya seperti darah yang ada di tubuh manusia dan hal ini membuat sebuah bangsa hidup.

Debar sepanjang masa: penduduk atau masyarakatnya bergerak dan terus berkembang dari waktu ke waktu.

(Hartojo Andangdjaja )

Tinggalkan Balasan