Irama Kehidupan

Cerpen, Editor Picks, Romance

bosa

 

Sudah berkali-kali ku dengar erangan itu, namun terasa telinga ini makin apatis saja,Sembari mendekati tubuh yang menggeliat menahan rasa itu,

Minyak gosok yang tersimpan didalam lemari kutuang sedikit-demi sedikit kemudian kubalurkan pada pinggangnya, masih terdengar lagi erangan itu, hingga pada titik jenuhnya entah karena capek ia terlelap juga.

Pagi hari yang bising oleh kicau burung gereja seakan bagai denting irama kehidupan, namun telingaku yang terbiasa mendengar serapah, kini telah mulai menganggap pekik dan jeritnya adalah sebuah sentuhan terlembut yang pernah ada,

namun yang paling membuatku terkejut adalah ketika dia menganggap diriku sudah mulai tuli, padahal itu kulakukan untuk menunjukkan betapa besar cintaku padanya.

Tumpukan piring kotor dan panci-panci berserakan memenuhi ruang dalam kelopak mataku, menjadi pemandangan paling menakjubkan yang pernah di lakoni oleh kelamnya Tabu kehidupan,

Seakan terbawa tangan sang peri perlahan satu persatu ku sapu sembari memberskan pernak-pernik alat dapur yang menggunung di tumpuk masa.

Matahari dan mata hati adalah sinergi yang mengelilingi alam jiwaku bertopan pada tanggung jawab dalam bungkus tolong menolong dan ritme keserasian tanpa sedikitpun mengurangi maksud menghargai nuansa harmonis yang berdetak dalam jantungmu.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *