JEMARI YANG TAK MENYENTUH

Fiksi, Puisi

JEMARI YANG TAK MENYENTUH

Senyum indah cakrawala

mengepakkan sayapnya dalam menyapa dunia

dingin hawa udara di siang hari

membuat jejak si penelusur jalan

tak ada yang perduli siapa dia

mereka hanya bisa memandang rendah

tak ada yang tahu kenapa dia begitu

mereka hanya menghina

terombang-ambing dengan secarik kertas di tangan

waktu, keringat, pikiran, materi, jiwa raga, serta kehangatan keluarga

telah dia korbankan untuk secarik kertas itu

tak ada yang perduli berapa tahun dia korbankan demi secarik kertas itu

duduk di pinggir jalan

bersandar pada pohon yang rindang

dengan tatapan kosong melihat pengguna jalan

dalam hatinya berkata

aku telah belajar selama bertahun-tahun

aku lulusan terbaik di almamaterku

semua alumniku berfikir aku akan berhasil

mudahnya kalian mengatakan tidak ada lowongan

apa yang salah dengan itu

teringat pesan ayah dan guru

“gantungkanlah cita-cita mu setinggi langit

dan buatlah tangga untuk menggapainya”

tangga itu telah aku buat

sayang

jemari yang tak menyentuhnya

dan aku masih gagal meraih cita-cita itu.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *