Jerat! (Bunga Rampai Yang Terputus-putus)

Cerpen, Editor Picks, Fiksi

yu

Sodom

Tubuhnya menjengah, mengeliat sambil mengeluarkan suara merintih, bermimpi kelaminnya memanjang dan masuk ke pantatnya sendiri. Keesokan pagi dia menangis, mengingat anak tetangga yang diajaknya mampir kemarin.

Kisah Hati

Dia duduk di atas kursi, bersimbah darah. tertawa sambil membelah dadanya sendiri.

Taubat

Dia meminum bubuk hitam itu. Setelah sekian lama, kini dia tahu bagaimana caranya mengekstrak dosa.

Tengkar

“Dengan menyebut nama tuhan aku rela masuk neraka!” sambil menggandeng wanita kafir itu dia pergi meninggalkanku. keesokan paginya aku tahu mereka telah mati, bunuh diri dengan dilindas kereta api. Hal terakhir yang aku tahu mereka bahagia dalam dosa yang mereka cari.

Sesal

Ternyata hari ini aku masih bernapas.

Maut

Matanya membelalak melihat apa yang dihadirkan pandangannya sendiri. Dia mulai bingung, mengapa orang ramai berkumpul menontont hal itu? Itu kepalanya, yang terpisah dari badannya bukan?

Lacur

Sekarang dia tahu dari mana asalnya semua uang itu. ternyata tuhan tidak terlalu baik, saat kau melihat selangkangan istrimu terbuka lebar di tempat lokalisasi.

Sebuah Kebosanan dan Kebodohan

Aku mulai berfikir, tuhan tidak terlalu hebat. Buktinya, aku bisa mengambil nyawaku sendiri yang dia tidak pernah mampu melakukannya.

Nafsu

Wanita itu berdiri diam. Dengan alasan-alasan yang tidak pasti aku merasa dia menggodaku. Karena itu, dengan alasan-alasan yang tidak pasti, aku memperkosanya.

Persiapan Untuk Kematian

Dia terlihat serius mengukir batu itu. saat aku bertanya untuk apa, dia menjawab, “Ini batu nisanku.”

Sebuah Rindu

Semalam Kakek itu terlihat keluar mengendap-endap dari rumahnya. Aku yang melihat itu tak mengambil pusing karena menurutku itu biasa saja. Masih biasa saja sampai keesokan paginya aku menemukan kakek itu tertidur di dalam liang kubur istrinya yang meninggal 30 tahun lalu.

Keterlambatan dan Sebuah Penistaan

“Aku pikir mati atau hidup sama saja. Tak ada yang perlu merasa ditinggalkan ataupun meninggalkan, menurutku dengan begitu rasa sakitnya bisa berkurang.” Aku mengatakan itu di dalam hati saat tali gantugan muali terasa melilit leherku. Anjing! Aku masih ingin hidup.

Sayang

Pria itu tampak pucat. perlahan dibisikkannya sesuatu di telinga gadis itu. Sayup aku mendengarnya sebagai pengakuan rasa sayang. Tiba-tiba gadis itu menangis. bukan karena apa yang diucapkan pria itu, tapi karena kejadian satu bulan yang lalu saat seorang pria tak dikenal ditemukan mati di bawah jembatan dekat perbatasan. Menurutku mungkin hanya kebetulan, wajah pria itu mirip dengan pria yang mati itu.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *