JPI dan BPAP 2014, Ajang Pemersatu Pemuda NTB, Senusantara

Belajar Menulis, Berita, Pariwisata

DSC05518

JPI ( Jambore Pemuda Indonesia ) dan BPAP (Bakti Pemuda Antar Provinsi) merupakan kegiatan tahunan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang bertujuan meningkatkan kualitas pemuda Indonesia dan mempererat rasa persatuan dan kesatuan antar pemuda Indonesia. Untuk tahun 2014 ini, NTB mengirimkan 15 orang peserta dan 5 orang pendamping untuk memeriahkan kegiatan JPI dan BPAP tersebut. Akan tetapi semua peserta tidak dipilih secara cuma- cuma, melainkan harus mengikuti beberapa rangkaian tes yang diselenggarakan dinas pemuda dan olahraga pada kabupaten setempat.
JPI diselenggarakan pada tanggal 26 Oktober- 1 November 2014 di pelataran candi Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama perwakilan pemuda dari provinsi lain di seluruh Indonesia dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti : Pentas Kesenian Daerah, Kirab,  upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) , berbagai lomba olahraga tradisional (lomba egrang, lomba hadang, lomba terompah panjang, dan dagongan), lomba senam kreasi, dll. Sedangkan BPAP diselenggaran setelah JPI yaitu pada tanggal 2- 27 November 2014 bertempat di salah satu provinsi yang menjadi kelompok atau partner NTB (Jawa Barat, Bangka Belitung, dan Sulawesi Selatan) dengan perwakilan  masing- masing 5 orang pada setiap provinsi. Namun sebelum mengikuti ke-2 kegiatan tersebut, peserta NTB  harus mengikuti pelatihan selama 7 hari di salah satu tempat yang ada di Ibukota guna mempersiapkan seni dan budaya apa saja yang akan ditampilkan pada pagelaran Budaya dan Pentas Seni selama pelaksanaan JPI. Dan usaha yang dilakukan tidak sia-sia karena dalam kesempatan tersebut, Senam Kreasi NTB yang mereka tampilkan berhasil meraih juara 1 senam terbaik 2014 yang pada tahun sebelumnya meraih juara 2.

prsiapan lomba senam kreasi
Berbagai rangkaian kegiatan yang diikuti ke-15 peserta NTB selama pelatihan dan JPI inilah yang membuat semangat dan rasa solidaritas antar sesama semakin erat. Mereka mengikuti setiap rangkaian kegiatan bersama- sama. Sehingga tak heran jika pada hari terakhir pelaksanaan JPI, semua peserta maupun pendamping menangis karena akan berpisah selama 25 hari di provinsi penempatan kegiatan BPAP.
Peserta yang berhasil mengikuti JPI dan BPAP dari awal sampai akhir dengan baik dinyatakan resmi menjadi anggota Purna Prakarya Muda Idonesia (PPMI). Menurut ketua umum DPD PPMI NTB bernama Yudi Hermawan,  “organisasi PPMI adalah organisasi bonafit dan bukan sembarang organisasi, karena anggotanya hanya purna JPI dan BPAP, jadi tidak sembarang orang bisa masuk dalam organisasi ini”. Dan saya berharap, generasi penerus saat ini mampu membawa organisasi ini menjadi lebih besar”, sambung lelaki yang akrab dipanggil bang Yudi ini.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *