Kakek ku 1

Kakek ku

Fiksi, Puisi

Kakek ku

dalam getar dia bercerita

dahulu dia gagah perkasa

berdiri tegak memegang senjata

tak gentar dalam niat berjasa

satu ! dua ! satu ! dua ! dia berkata

berlari serentak dengan tentara

menjaga batas wilayah negara

melawan penjajah haus kuasa

hujan dan panas baginya biasa

tak peduli badan sakit ataupun luka

memegang tanggungan kata merdeka

 

sesekali ceritanya berjeda

 

terengah nafas yang tak lagi muda

sekarang dia telah renta

membungkuk pada tongkat penyangga

jasanya telah terlupa bagai tak berharga

tinggalkan kenangan perang dalam duka

dia merasa berjalan bagai manusia jelata

menjaga hidup yang sudah dapat dikira

melaaw


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *