kau dan dia 1

Kau dan Dia

Fiksi, Puisi

kau dan dia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Haruskah ku turut bahagia

Menyaksikan lakon

Yang kau sebut sebagai pementasan terlama

Dalam sejarah hidupmu

Dengan dua peran utama

Yakni kau dan dia

Dengan dekorasi panggung

Yang berbeda dari biasanya

Melemparkan senyuman

Pada setiap penonton

Yang berdatangan sesuai undangan

Tak terkecuali aku

Yang berdiri mematung

Menopang kedua kaki

Yang tak tergerakkan

Tertunduk

Menahan airmata

Yang hanya menambah luka

Berusaha mengangkat kepala

Sebagai tanda bahagia

Untuk kau dan dia

Namun tetap saja ku tak kuasa…


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *