KAU

Fiksi, Puisi

kau

CAHAYAKU
Di kegelapan
Kau datang menjadi lilin
Untuk menerangiku
Kau membukakan mataku
Dan memperlihatkanku akan keindahan itu
kasih sayangmu
Laksana air mengalir
Menyuarakan kegemercikan nan sahdu
Dan merdu
Kau tiupkan cinta di telingaku
Mengalir didarahku hingga berhenti
Tepat dijantung hatiku
Bersemayam damai nan tentram
Kau berikan kesejukan saat panas matahari
Seakan berada tepat diatas
Kepalaku..
Air Keringat yang mengalir
Kau ganti dengan air cairan salju yang mendingin
Kau begitu berarti
Dan takkan terganti
Di hatiku Kau begitu indah
Dihatiku kau takkan pernah punah
Sampai detak jantung terhenti
Sampai mata tak mampu terbuka
Dan sampai nafas itu berhembus untuk terakhir kalinya


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *