KE ARAH MANA SEBENARNYA PENDIDIKAN MORAL NEGARA INI ?????

Opini, Pendidikan

 KE ARAH MANA SEBENARNYA PENDIDIKAN MORAL NEGARA INI

Setelah sebelumnya pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Kini pemerintah Jokowi JK kembali akan mengeluarkan kebijakan yang cukup terbilang aneh,terkait dengan tata cara berdoa dalam sekolah. Jokowi JK akan mengevaluasi dan menghapus tata cara lama dan membuat tata cara yang baru ,mereka menganggap bahwa tata cara berdoa yang dilakukan di sekolah-sekolah negeri terlalu identik dengan cara islam,sehingga kebijakan tersebut menimbulkan berbagai macam protes dari semua kalangan,seperti halnya ustadz Yusuf Mansur yang mengomentari kebijakan tersebut.

Orang tua dari para murid mengeluh terhadap tata cara agama yang mayoritas tertentu dalam proses belajar mengajar,sehingga membuat para siswa yang Non Islam menjadi tidak nyaman dalam melakukan proses pembelajaran. Padahal tata cara berdoa yang rutinitas dilakukan siswa sebelum memulai menerima pembelajaran dari guru bisa saja dilakukan dengan kata-kata yang lebih sopan dan mudah di terima atau dipahami oleh agama lain ,seperti dengan mengucapkan ‘’Berdoa menurut keyakinan masing-masing ‘’,dengan kalimat seperti itu sudah bisa mewakili para agama yang lain ,bukan hanya untuk agama yang mayoritas saja tetapi minoritas juga bisa di pahami.

Yang menjadi pokok pembicaraan adalah sekolah negeri ,dimana murid-muridnya berasal dari berbagai latar belakang agama dan budaya berbeda,kalau di sekolah swasta dari yayasan agama tertentu,kalau sekolah katolik ya menerapkan ajaran katolik,kalau sekolah islam ya menerapkan ajaran agama islam terlepas dari agama apapun si murid tersebut ,karena saat sudah masuk sekolah tersebut seharusnya murid sudah tahu latar belakang yayasan sekolah tersebut dan seharusnya komit dengan aturannya. tetapi untuk sekolah negeri apa salahnya memberi kesempatan untuk muridnya berdoa sesuai dengan agama serta keyakinan masing-masing. Maka sebaiknya pemerintah memikirkan terlebih dahulu apabila memutuskan sesuatu tidak hanya sepihak saja.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *