kehidupanmu

Fiksi, Puisi

kehidupanmu

Menatap senyum yang kian layu
tatapan mata yang kian perih,
meneteskan air mata tak henti.
tubuh yang kian rentan sakit,
yang sekarang menemani.
kaki yang dulu kuat tuk berjalan,
kini menjadi lemah.
tangan yang dulu kuat bekerja,
kini lemah juga.
kemana harus mengadu?
yang dilakukan diam terpuruk oleh waktu.
kemana harus meminta?
yang dilakukan diam terpuruk oleh waktu.
mampu dan kuatkah tuk bertahan kala hidup tak seperti yang diinginkan?


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *