kekasih terakhir 1

kekasih terakhir

Fiksi, Puisi

kekasih terakhir

kulihat tanganku, tanganmu telah keriput
tapi tangan kita masih lebih kuat menggenggam satu sama lain
untuk saling melindungi

wajahmu masih indah ketika saat pertemuan pertama kita
kau mengulum senyum dengan sebuah janji di garis matamu
dan aku pun meng-iya-kan
—bersamamu

kecupan lembut hangatmu tak pernah dingin
bahkan di waktu senja ini
kau memelukku lebih erat
pada tubuh rentaku yang semakin kuat

kau
kucintai dengan rasa sederhana yang pekat
untuk kekasih terakhir yang mengikat


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *