KEKERINGAN MELANDA KECAMATAN KERUAK KABUAPATEN LOMBOK TIMUR (Pemerintah Sebagai Leading Sektor Tertidur Pulas)

Opini

KEKERINGAN MELANDA KECAMATAN KERUAK KABUAPATEN  LOMBOK TIMUR   Pemerintah Sebagai Leading Sektor Tertidur Pulas

Sabtu 25 Oktober 2014, 10.30

     Kasus kekeringan yang menimpa kecamatan keruak sampai saat ini masih dirasakan, dan salah satu sumber mata air yang dimanfatkan warga setelah air sumurnya habis adalah sumur BOR MCK yang terletak di sebelah kiri kantor TNI-AD, pemanfaatan air bersih ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat keruak saja, tetapi dapat dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di daerah pelosok yakni gawah lauk, ekas dan kaliantan yang terletak di kecamatan jarowaru, warga berbondong-bondong mengantri air bersih samapi tengah malam, sedangkan air untuk daerah dikecamatan jarowaru diantarkan memakai mobil tangki air.

      Sumur BOR MCK yang dianggap sebagai primata penyelamat kehidupan warga sejak 3 minggu yang lalu sudah tidak dapat difungsikan lagi karena sudah kehabisan air ujar kepala MCK ( Mamiq Eman). Sungguh mengiris hati ditengah kekeringan yang dirasakan warga, Pemerintah dengan enaknya tertidur pulas khususnya bupati Lombok timur, samapai saat ini belum ada bantuan air bersih yang diberikan kepada waraga kecamatan keruak dan jerowaru dimana janji-janji yang pernah dikobarakan.?

     Warga kecamatan keruak untuk saat ini hanya memanfaatkan air sumur yang terletak ditengah sawah dan yang terletak pemandian teminyak. Saking tidak adanya air bersih untuk memandikan manyat pun tidaka ada, apalagi untuk mandi junub memang sangat memperhatikan. Hj Jamilah, warga kampung Toroh, Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Lotim ini juga mengaku dampak kekeringan brkepanjangan saat ini, warga mengalami kekeurangan air bersih. “ kita punya PDAM, tapi tidak pernah ada air mengalir, kalaupun mengalir, hanya sedikit dan tidak berlansung lama sudah tidak ada lagi. Jangankan untuk memasak untuk minum saja tidak ada, sehingga sengaja kita beli air kemasan untuk kebutuhan air minum. “ jelasnya. Air PDAM yang diharapakan, justru tidak bisa diharapakan sama sekali, padahal mereka tetap membayar rekening air PDAM setiap bulannya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *