keputihan setiap hari

Penyebab Keputihan Setiap Hari dan Cara Menanganinya

Kesehatan

Holla ladies!!! Apakah kamu sedang mengalami keputihan setiap hari dan merasa khawatir karena itu? Kamu mencari-cari penyebabnya di mbah google an merasa galau karena itu?

Mulai sekarang stop terlalu mengoverthinkingkan hal itu ya. Karena dalam artikel ini akan membahas tuntas penyebab keputihan setiap hari dan cara menanganinya.

Pertama-tama, ladies perlu tahu apa itu keputihan. Keputihan sendiri merupakan sebuah kondisi yang normal, namun dengan beberapa gejala tambahan lainnya keputihan juga bisa jadi tidak normal lho!

Jumlah cairan kepuithan bervariasi atau tidak sama pada setiap perempuan. Beberapa perempuan mengalami keputihan setiap hari, sementara perempuan lain lebih jarang mengalaminya.

Namun pada umumnya, keputihan setiap hari sebenarnya hal yang normal.

KEPUTIHAN NORMAL

Mengenal apa itu Keputihan

Keputihan yang normal merupakan sebuah kondisi fisiologis yang dialami oleh kaum hawa setiap bulannya. Keputihan juga dikenal dengan istilah leucorrhea.

Saat keputihan terjadi ada semacam cairan yang keluar dari vagina. Biasanya, keluarnya cairan ini yang merupakan proses normal, akan muncul saat menjelang menstruasi atau sesudah menstruasi dan masa subur seorang wanita. 

Jangan buru-buru merasa bahwa keputihan ini adalah hal yang kotor dan harus dibersihkan ya! Karena fungsi dari cairan keputihan adalah untuk membantu membersihkan vagina dan menjaganya tetap sehat.

Selain itu, keputihan juga berfungsi sebagai pelumas vagina alami serta melindungi vagiba dari infeksi dan iritasi karena kekeringan.

Ciri-ciri Keputihan Normal:

Keputihan normal sendiri memiliki beberapa ciri-ciri yang dapat ladies amati sendiri. Ciri-cirinya di anataranya:

1.Warna keputihan jernih dan transparan bisa juga sedikit putih.

2. Tekturnya bisa cair seperti ai atau lengket dan kental, licin serta basah.

4.  Tidak berbau atau tidak mengeluarkan bau yang menyengat.

5. Keputihan akan muncul cukup banyak dan bertekstur licin nan basah. Terjadi beberapa hari di antara siklus menstruasi, tepatnya selama masa ovulasi atau saat masa suburnya seorang wanita.

Fyi juga nih ladies, cairan keputihan biasanya akann keluar lebih banyak jika perempuan tengah mengandung atau hamil, menyusui, saat aktif secara seksual, atau jika ladies menggunakan alat kontrasepsi.

Apa sih yang menyebabkan keputihan Normal?

Keputihan normal umumnya terjadi setidaknya 6 bulan sebelum seorang perempuan mengalami menstruasi atau haid untuk pertama kalinya.

Keputihan terjadi akibat dari perubahan hormon di dalam tubuh si perempuan. Peningkatan hormone estrogen yang menjadi penyebab keputihan keluar lebih banyak.

Namun keputihan tak hanya terjadi menjelang dan setelah menstruasi lho. Keputihan bisa juga muncul akibat rangsangan seksual, sedang menyusui, atau terlalu stress. Karena itu, jangan stress terlalu lama ya ladies. Stay chill!!

KEPUTIHAN YANG TIDAK NORMAL

Keputihan yang tidak normal bisa terjadi karena adanya infeksi atau peradangan pada vagina. Namun tak hanya itu, keputihan bisa juga terjadi karena faktor lainnya. Apa saja penyebabnya?

Berikut adalah beberapa penyebab keputihan tidak normal dikarenakan kondisi medis tertentu yang mungkin menjadi penyebab keputihan tidak normal:

1. Infeksi jamur vagina.

2. Penyakit radang panggul.

3. Penyakit menular seksual, seperti gonore, klamidia, dan trikomoniasis.

4. Iritasi pada vagina karena kontak dengan sesuatu yang menyebabkan reaksi alergi.

5. Atrofi vagina.

6. Fistula vagina.

7. Bacterial vaginosis.

8. Servisitis.

9. Kanker serviks.

10. Kanker vagina.

Sementara itu, di bawah ini merupakan tanda keputihan yang abnormal plus gejala lain yang menyertainya:

1. Cairan vagina berbau tidak seperti biasanya, sangat tidak sedap, amis, anyir, atau busuk yang cukup menyengat.

2. Warnanya berubah menjadi kuning, kehijauan, abu-abu atau apa pun yang tampak seperti nanah.

3. Tekstur lebih kental, berbusa, atau menggumpal seperti keju cottage.

4. Vagina terasa gatal, terbakar, atau kemerahan.

5. Jumlah cairannya lebih banyak dari biasanya.

6. Nyeri pada panggul.

7. Sakit saat buang air kecil

8. Perdarahan di antara siklus haid, setelah, atau selama berhubungan intim.

9. Cairan vagina disertai dengan darah yang bukan haid.

Jika ladies memiliki kemungkinan adanya tanda-tanda dan gejala yang disebutkan di atas atau khawatir akan gejala tertentu, konsultasikanlah kepada dokter segera ya!

Karena hanya diri kitalah yang paling mengerti apa yang tidak baik terjadi pada tubuh kita. Jangan pernah menunda untuk konsultasi ke dokter ya!

CARA MENGATASI KEPUTIHAN

Untuk mengatasi keputihan yang normal, ladiues hanya perlumenjaga area kewanitaan lebih intens lagi, dengan cara rajin membersihkan dengan air biasa.

Tak perlu menggubnakan sabun mahal dan melakukan treatment tertentu karena vagina dapat membersihkan dirinya sendiri jika dalam kondisi normal.

Hindari pemakaian sabun wangi, gel, antiseptik, serta douching karena bisa memengaruhi keseimbangan pH vagina serta bakteri baik di dalamnya. 

Rajin-rajinlah mengganti celana dalam atau menggunakan pantiliner yang dijual bebas di warung warung atau swalayan terdekat.

Jangan lupa membersihkan vagina dari depan ke belakang untuk mencegah kotoran dari belakang bermigrasi ke vagina ya!

Setelah dicuci, selalu keringkan vagina menggunakan handuk yang lembut atau tissue kering dan tepuk-tepuk pelan hingga tidak lagi basah ya!

Celana dalam berenda memang cantik, tapi alangkah baiknya memilih celana dalam yang terbuat dari 100 persen katun karena akan memberikan kenyamanan yang lebih baik.

Bahan celana dalam yang terbuat dari katun dapat menyerap keringat dengan baik. Selain itu jangan suka menggunakan celana yang ketat ya!

Jika keputihan ladies tidak normal, berikut langkah-langkah yang dapat ladies lakukan:

Ladies dapat menggunakan kompres dingin untuk mengurangi rasa gatal atau pembengkakan akibat keputihan yang abnormal.

Selalu gunakan kondom saat berhubungan intim atau tunda hubungan seksual selama seminggu untuk mencegah penyebaran infeksi.

Ladies bisa juga mengkomsumsi yoghurt atau mengoleskannya ke vagina untuk mengurangi gatal dan mengontrol keluarnya cairan.

Baca Juga: MEMANGGANG MAKANAN LEBIH BAIK BAGI KESEHATAN DARIPADA MENGGORENGNYA


Tinggalkan Balasan