Khasiat dibalik kesederhanaan tanaman Ciplukan

Artikel

ciplukan

Ciplukan tentu kita tidak asing dengan tanaman satu ini, sewaktu kecil kita sering menjumpai dan memakan buah dari tanaman ciplukan ini. tapi kebanyakan dari kita belum tau ternyata tanaman ini mempunyai khasiat yang sangat banyak. Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai tanaman ini.

Ciplukan dalam bahasa latin disebut sebagai Physalis angulat. Ciplukan, walaupun nama tumbuhan ini berbau bahasa Indonesia, namun sebenarnya tanaman ini berasal dari kawasan tropis tepatnya di Peru (Amerika Latin). Disebarkan ke Eropa oleh orang-orang Belanda, sedangkan di Indonesia tanaman ini pertama dikenal di daerah Maluku. Buahnya bulat tertutup dalam kantong mirip lampion. Sekilas bentuknya persis kantong kemih, Itulah sebabnya tanaman ini diberi nama ilmiah Physalis angulata L. Dalam bahasa Yunani physalis berarti kantong kemih. Ciplukan juga dikenal dengan berbagai nama di setiap daerah (lokal) yakni dalam bahasa jawa (keceplokan, ciciplukan nyornyoran), bahasa madura (yoryoran),bahasa sunda (cecendet, cecendetan, cecenetan), bahasa bali (kopok-kopokan, kaceplokan, angket), bahasa sumatra (leletep), minahasa (leletokan), sasak (Kenampok, dedes) dan masih banyak lagi nama-nama lain disetiap daerahnya, jad itulah sedikit gambaran atau sejarah dari tanaman ciplukan.

Ciplukan biasanya dapat kita jumpai disawah – sawah ketika sedang musim tanam kacang. Karna belum banyak yang tau tentang banyaknya khasiat dari tanaman ciplukan, jadi banyak petani-petani disawah merusak tanaman ini karna dirasa merusak dan mengganggu tanaman lainnya. Tanaman ciplukan merupakan salah satu jenis tabnaman liar biasanya tumbuh dalam waktu musiman yang mempunyai tinggi biasanya satu meter dengan batang berongga. Daun ceplukan berbentuk bulan telur dengan ujungnya yang meruncing, Bunga ceplukan terdapat di ketiak daun dengan tangkai tegak berwarna keunguan dan ujung bunga yang mengangguk sedangkan buah ciplukan terdapat dalam bungkus kelopak yang menggelembung berbentuk telur berujung meruncing berwarna hijau muda ketika masih muda ketika buah ciplukan matang akan berwarna kekuningan.

Memang buah ciplukan yang sudah matang rasanya asam manis dan enak, namun tak hanya itu saja karena daun, buah, batang dan akarnya berkhasiat obat. Sebenarnya tanaman ciplulkan ini mempunyai banyak khasiat dalam pengobatan herbal dan mampu menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari penyakit ringan sampai penyakit keras sekalipun. Tapi karna belum banyaknya yang tau tentang khasiat atau manfaat dari tanaman ciplukan jadi tidak ada kesadaran dari masyarakat untuk membudidaya tanaman ini.

Berangkat dari ketidak tahuan orang tentang khasiat tanaman ini saya terinspirasi untuk berbagi pengetahuan apa saja khasiat dari tanaman ciplukan sebagai pengobatan herbal. Adapun penyakit yang dapat disembuhkan dengan tanaman ciplukan ini yakni kanker payudara. Bagi para perempuan yang takut atau sudah mengidap penyakit kaker payudara disarankan untuk banyak mengkonsumsi buah dari tanaman ciplukan ini karna pernah dilakukan suatu penelitian menguji potensi kemopreventif ekstrak etanolik herba ciplukan pada sel kanker payudara , penelitian tersebut berhasil menekan pertumbuhan sel kanker hingga 20 persen dan yang lebih mengejutkan pengobatan kanker payudara juga tidak menimbulkan efek samping seperti pengobatan lainnya.

Berikut beberapa penyakit lainnya yang dapat disembuhkan oleh tanaman ciplukan beserta cara pemakaiannya :

  1. Ramuan tradisional influenza dan sakit influenza tenggorokan
    • Ambil tumbuhan ciplukan
    • Potong tumbuhan tersebut menjadi bagian kecil yang berukuran 3-4 cm
    • Jemur potongan tersebut
    • Bungkus potongan yang telah dijemur agar tidak lembab
    • Ambil kira-kira 9-15 gram potongan buah ciplukan dan rebus
    • Air rebusan buah ciplukan diminum
    • Minum air sebanyak 3 kali sehari atau sesuai kebutuhan
    Ramuan ini juga dapat digunakan oleh penderita penyakit batuk rejan (pertussis), radang paru-paru (bronchitis), gondongan (paroritis), pembengkakan buah pelir (orchitis).2. Kencing Manis (diabetes)
    • Ambil tumbuhan ciplukan
    • Potong tumbuhan tersebut menjadi bagian kecil yang berukuran 3-4 cm
    • Jemur potongan tersebut
    • Bungkus potongan yang telah dijemur agar tidak lembab
    • Ambil kira-kira 9-15 gram potongan buah ciplukan dan rebus
    • Gunakan 2 gelas air untuk merubus dan rebus potongan tersebut hingga air yang tersisa hanya satu gelas
    • Saring air rebus tersebut setelah dingin
    • Minim rebusan sekaligus pada pagi hari
    • Ampas saringan bisa digunakan sekali lagi, rebus dan minum pada sore hari

    3. Sakit paru-paru
    • Ambil tumbuhan ciplukan
    • Potong tumbuhan tersebut menjadi bagian kecil yang berukuran 3-4 cm
    • Jemur potongan tersebut
    • Bungkus potongan yang telah dijemur agar tidak lembab
    • Ambil kira-kira 9-15 gram potongan buah ciplukan dan rebus
    • Gunakan 3-5 gelas air untuk merubus dan rebus potongan tersebut hingga air yang tersisa hanya satu gelas
    • Setelah mendidih saring rebusan tersebut
    • Dan minum 3 kali sehari

    4. Ayan
    Ramuannya adalah dengan memakan buah ciplukan sebanyak 8-10 butir setiap harinya

    5. Bisul
    • Petik daun ciplukan sebanyak setengah genggam
    • Cuci bersih buah tersebut
    • Haluskan atau giling daun yang telah dicuci
    • Daun yang telah dihaluskan atau digiling lantas dibalurkan pada bisul, pastikan bisul tertutup oleh daun tersebut
    • Tutup bisul dengan perban
    • Ganti setiap 2 hari sekali

    6. Borok
    • Petik daun ciplukan sebanyak setengah genggam
    • Cuci bersih buah tersebut
    • Haluskan atau giling daun yang telah dicuci
    • Daun yang telah dihaluskan atau digiling dicampur dengan air kapur sirih lantas dibalurkan pada bisul, pastikan bisul tertutup oleh daun tersebut
    • Tutup bisul dengan perban
    • Ganti setiap 2 hari sekali

hal yang tidak kita duga-duga, ternyata tanaman yang biasa kita jumpai disawah yang dianggap tanaman liar ternyata mempunyai banyak khasiat dalam pengobatan berbagai penyakit. Jadi mari kita lebih peduli dengan tamnaman ini dan mulai membudidayakan tanaman ciplukan. Nyatanya pengobatan herbal kadang jauh lebih bagus dibanding pengobatan kimia lainnya. Semoga tulisan ini bermanfaat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *