KURIKULUM EMAS INDONESIA

Opini, Pendidikan

KURIKULUM EMAS INDONESIA

Kurikulum 2013 atau yang biasa kita kenal dengan nama K-13 sudah mulai diterapkan tahun 2013/2014 di beberapa sekolah sasaran atau yang di jadikan sampel di negara kita ini, pada tahun 2014/2015 akan diterapkan secara nasional. Sebagai salah satu guru di sekolah sasaran maka sudah pasti tahu apa perbedaan antara K-13 dengan kurikulum sebelumnya. Perbedaan yang utama utama adalah cara guru melaksanakan tugasnya di kelas, apabila pada kurikulum sebelumnya (KTSP) guru lebih mendominasi kelas, dan siswanya banyak diam atau pasif, maka dalam K-13, guru harus bisa membuat siswa menjadi aktif artinya pembelajaran bukan terletak pada guru (teacher center) lagi, akan tetapi peserta didiklah yang aktif dalam proses belajar melalui berbagai pendekatan dalam K-13, seperti discovery learning, problem based learning ataupun project based learning.

Cara penilaian dalam k-13 inipun sangat berbeda, yaitu penilaian outentic yang lebih menekankan proses daripada hasil. Laporan pencapaian kompetensi juga sangat berbeda, rentang nilai 1 s/d 4 dengan aturan seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 A.

Karakteristik Kurikulum 2013 yakni mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik dari diri peserta didik . Seorang guru dituntut dapat meningkatkan minat dan daya serap secara potensial dari peserta didik,melalui pengenalan kompetensi, sifat dan gaya belajar siswa.

Namun, akhir-akhir ini para guru merasa resah dan tidak sedikit yang mengeluh terkait implementasi K-13 ini, tentang cara penilaiannya, aspek muatannya, dan lain sebagainya. Tentang perbedaan sikap dikalangan para guru yang mengatakan kurikulum 2013 (K-13) ini bagus, ada pula yang mengatakan K-13 ini teralu ribet dengan muatan isi yang terlalu banyak. Terkait sikap para guru ini disebabkan karena perbedaan cara pandangnya, ada guru yang memang sudah siap dan menerima dengan tangan terbuka atas perubahan kurikulum, ada pula yang masih menyesuaikan atau kurang siap dalam menerima sebuah perubahan.

Konsep dari Kurikulum 2013 ini, merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya, yakni KTSP. Kompetensi yang tidak sesuai pada kurikulum sebelumnya akan dihilangkan, kompetensi yang masih kurang atau perlu diperbaiki dari kurikulum sebelumnya, maka akan diperbaiki dan disempurnakan di dalam kurikulum yang baru.

Sebenarnya muatan isi atau tujuan dari kurikulum K-13 ini sangatlah baik, anak di arahkan untuk menjadi pribadi yang unggul, mandiri, kreatif, berdaya saing tinggi dan memiliki daya eksporasi yang tinggi dan memiliki mental yang kuat. Apabila guru atau masyarakat kebanyakan tidak siap menerima perubahan, bagaimana Negara ini bisa bersaing dan maju di kancah Internasional.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *