kurikulum pondok pesantren ya kurikulum 2013

Non Fiksi, Opini, Pendidikan

kurikulum pondok pesantren ya kurikulum 2013

Kurikulum pondok pesantren ya kurikulum 2013
Maraknya kurikulum 2013 hangatnya diperbincangkan saat ini. Dari persiapan besar- besaran dilakukan Negara yang mengeluarkan anggaran cukup besar sampai semua elemen lapisan masyarakat angkat bicara tentang kurikulum 2013. Gonjang – ganjingpun juga ramai di bicarakan di karnakan pada akhir tahun 2014 pemeritahan baru melalui mentri pendidikan mengumumkan pemberhentian penerapan kurikulum 2013 di beberapa sekolah.
Hal- hal di atas tidak mempengaruhi sebuah pondok pesantren. Dihapus tidaknya kurikulum 2013 tidak mempengaruhi esensial sebuah pndok pesantren, karena semua elemen yang ada di dalam kurikulum 2013 sudah sama persis terbentuk dalam kurikulum pondok pesantren. Penekanan pembentukan karakterpun sudah terbentuk sejak dini. Ketika para calon santri baru memulai kegiatan menuntut ilmu dihadapakan dengan berbagai peratuan- peraturan yang dengan sendirinya santri akan terbiasa melakukan rutinitas yang terdapat di pondok.
Pendidikan karakter dapat dilihat dari bangun pagi lebih awal untuk meningkatkan spiritual anak agar memiliki hati yang selalu rendah di hadapan Tuhan. Di lanjutkan dengan kedisiplinan makan bersama sebagai bentuk memupuk kebersamaan. Berdasarkan pengalaman siraman rohani sebagai bentuk pengecasan terhadap iman di lakukan Pembina dan para guru hampir setiap waktu sehingga santri benar – benar paham akan hal- hal yang di amaikan tidak sia- sia dan benar- benar menjadi kebutuhan diri sendiri untuk kedepannya.
Bentuk pembelajaranpun hampir sama dengan kurikulum 2013, itu terlihat dari alokasi waktu beljaran jika disekolah negri sampai jam 3 siang maka di pendok melakukan pembelajran smapai malam hari Karen pelajaran umum tidak cukup member kontribusi nilai – nilai kehidupan maka kitab- kitab klasik menjadi pemblejjaran yang sangat berarti. Dan salah satu kalimat yang smapai sekarang dapat menjadi motivasi terbesar seperti” berlelah- lelahlah ! manisnya hidup akan terasa setelah lelahnya berjuang kata seorang ulama besar yakni imam syafi’i. dalam buku umum sulit bahkan mungkin tidak terselip kata – kata luar biasa ini.
Penilaianpun tidak luput dari poin terpenting kesamaan antara kulrikulum 2013 dengan kurikulum di pondok. Itu dapat dibuktikan dengan kemudahan para guru dalam menilai murid karena para Pembina atau guru dapat setiap hari bertemu santri di asrama maupun di sekolah hal ini menjadi pemicu guru akan lebih mudah mengetahui karakteristik individu keseluruhan dari aktivitas dan konflik yang mungkin pernah terjadi antara mereka.
Jadi dari pemaparan poin- poin diatas dapat di tarik kesimpuan bahwa kurikulum 2013 tidak asing untuk di aplikasikan dalam sebuah pondok pesantren itu dikarnakan kurikulum pondok pesantern ya kurikulum 2013.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *