Legenda Pulau Kemaro

Budaya & Folklor

DSC02253

Ada sebuah legenda yang berasal dari tanah Palembang. Konon katanya ada seorang putrid raja yang bernama Siti Fatimah. Dia di sunting oleh saudagar Tionghoa yang bernama Tan Bun An pada zaman kerajaan Palembang. Siti Fatimah kemudian di ajak ke daratan tiongkok untuk melihat orang tua dari Tan Bun An. Setelah beberapa waktu disana, Tan Bun An beserta istrinya yakni Siti Fatimah mohon diri untuk pamit pulang ke Palembang dan mereka di hadiahi 7 (tujuh) buah guci. Sesampainya mereka di dekat sungai musi yang letaknya dekat dengan Pulau Kemaro, Tan Bun An mau melihat hadiah yang telah di berikan. Begitu di buka Tan Bun An, dia kaget sekali karena hanya terdapat sawi-sawi asin. Tanpa banyak berpikir Tan Bun An langsung membuangnya ke sungai. Tetapi, guci yang terakhir jatuh dan pecah di atas dek perahu layar, ternyata ada hadiah yang tersimpan di dalamnya. Tan Bun An tidak banyak berpikir ia langsung melompat ke sungai untuk mencari guci itu, seorang pengawal juga ikut terjun untuk membantu. Melihat 2 orang yang terjun ke sungai itu tidak muncul, Siti Fatimah pun ikut lompat untuk menolong. Ternyata tiga-tiganya tidak muncul lagi. Penduduk sekitar pulau sering mendatangi pulau kemaro untuk mengenang 3 (tiga) orang tersebut dan tempat tersebut dianggap sebagai tempat yang keramat sekali.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *