Loh Mahfuz

Fiksi, Puisi

4ee17a37aecaf

Kini tiba saatnya perhitungan

tentang desah dan resah:

nikmat dan kesedihan

yang telah ku titipkan pada dosa turunan adam

tentang ketiadaan menggenggam

atau kenyataan menerkam

 

Di atas meja bundar di taman

kumulai semua dari ketiadaan

dengan sehela napas dan hembusan angin

yang mengerang meruang diam diam. diam

memaksa tak bergerak

tak mengepak

 

Maka jadilah firman

kutancapkan sabda-sabda kehampaan

pada daratan janji dan lautan ingin

yang membusuk menusuk ingin ingin. dingin

memaksa tak berdiam

tak menyuram

 

kini tiba saatnya perhitungan

biar terang jadilah hitam

dan apa-apa yang putih biar saja memudar

karena hidup hanyalah bangkai

bercadar luka berdarah resah


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *