Malam Sebagai Alasan

Fiksi, Puisi

Malam Sebagai Alasan

-Gelap bukan berarti mencekam.
Tenang, jika kau mulai merasa takut
Maka akan ku panggilkan rembulan untuk datang-

Aku lelah. Sebab selalu kau tinggalkan bersama malam
Katamu kau tak suka gelap,
Padahal sudah sering kukatakan–akan ku pasang ribuan lampu rindu untuk menjagamu
Tapi kau tetap menghilang hingga petang pulang

Bagiku kau benar-benar pecundang!
Benar bukan?

Lantas, belakangan ini aku sering merasa kesepian
Sebab aku-kau tinggalkan
Baik petang maupun siang
Ku anggap saat itu malam seluruhnya
Karna Malamlah tempatmu biasa tak pulang

Lalu kapan siang datang?
Masihkah ku harus menunggu sampai kau pulang?

Sudahlah!
Kau tak perlu susah-susah datang (lagi)!!
Sebab ku tau-kau akan terus menghilang,
Berulang-ulang.

Mari kita sudahi bermain kucing-kucingan
Ku rasa kau juga bosan mencari alasan
Walaupun kau pernah bil;ang;
“Akan ada masa aku tetap berada di sisimu, sayang!”
Ku anggap itu hanya bualan.

Ku mohon,
Jangan semarakkan rindu yang tak nampak oleh mata telanjang,
Sayang!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *