MalaikatPencabutNyawa 1

Meregang Nyawa

Fiksi, Puisi

 Meregang Nyawa

Terkurai-kurai dalam suatu sajak yang sentimentil

Terdengar sayup angin yang menggelipahkan gending telinga

Saentereo tempat menjadi goyah dengan keadaan yang tak menentu

Terdentingkan suatu irama kian kemari

Memecahkan kesunyian malam yang merenggut jiwa

Ntah apa yang dilanda oleh kesunyian tersebut

Hanya topan yang menjadi tamengnya dalam merenggut suatu yang tak ternilai

Diam-diam tak kaku lagi, tapi mungkin tergerak hanya mengangkat keajaiban di pundaknya

Susah… Katanya, tapi mudah untuk dicerna

Aneh, memang aneh….

Tapi tak tahu yang disana hanya diam, diam, lalu tak berkutik lagi


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *