Minyak Samawa

Artikel, Non Fiksi

Minyak_Sumbawa

Samawa adalah daerah yang kaya akan sumber daya alamnya,baik dari hasil bahan tambang,bahari mau pun kekayaan hutannya.Dengan hal itu”tau samawa” memanfaat kekeyaan hutannya,sebagai bahan pembuatan “minyak samawa” yang sudah sangat tersohor sampai ke plosok negeri bahkan mancanegara.
“Minyak samawa” tersohor karena khasiatnya.Tapi bukan itu saja,juga karena bahan yang digunakan dan juga proses pengolahannya.Pembuatan minyak samawa tergolong unik karena tidak sembarang orang dapat membuat minyak samawa,Hanya orang yang dikenal dengan sebutan”sandro”yang dapat membuat minyak samawa.
Ramuan minyak samawa tebuat dari 44 jenis kayu,rempah-rempah,karang,tanduk,serta kelapa.Kelapa sebagai bahan utamanya harus berasal dari kelapa yang berbuah ganjil.Kelapa ini lalu diparut,sebelum dimasak parutan kelapa yang tlah di campur dengan parutan kayu dan bahan lainnya,kemudian didoakan oleh seorang dukun atau lebih dikenal dengan sandro,Konon dari doa inilah yang menyebabkan minyak samawa sangat berhasiat.Selanjutnya campuran kelapa ditambah madu dan lengkuas,lalu dimasak dalam sebuah kuali besar selama 6 jam,dengan terus diaduk dan harus dimasak pada malam hari.Proses selanjutnya minyak dipisah dari ampasnya,ampasnya pun tidak dibuang tapi digunakan sebagai bahan pembuatan makanan.
Minyak samawa dipercaya dapat menyembukan penyakit luar mau pun dalam.mulai dari keseleo,salah urat,luka karena imfeksi,luka baru,koreng,kudis,penyakit kulit,gatal dan lain sebagainya(penyakit luar),cukup di urut dan dioles insya Allah pasti sembuh.Untuk meningkatkan daya tahan tubuh,fitalitas,sakit perut(mules),sakit perut menjelang haid dan lain sebagainya(penyakit dalam),cukup ditambahkan pada makanan/minuman insyaAllah berkhasiat.
Namun dengan adanya pembabatan liar dan pencanangan hutan industri oleh pemerintah,menyebabkan bahan pembuatan minyak samawa semakin sulit didapat,dan ditakutkan pembuatan minyak samawa akan punah karena tiadaan sumbr bahan dan tidak ada generasi penerus.
Maka,dari sekarang kita selaku generasi penerus tanah samawa,mulai saat ini kita canangkan pelestarian tradisi,adat istiadat,wisata kuliner dan lain sebagainya,”ma bau tres tu gita samawa ta ya nan si,samawa sabalong samalewa,mampis rungan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *