MOVE ON

Cerpen, Fiksi

MOVE ON

Aku ingin merasakan cinta,cinta yang sebenarnya.Cinta yang mampu membuatku bahagia,cinta yang mampu membuat merasa nyaman.Bukan hanya kepalsuan dan angan-angan semata.
Semilir angin di pantai saat itu kembali mengingatkanku akan sebuah penghiatan Rado 2 tahun lalu.Aku tidak menyangka bahwa cinta yang ku jalin,yang ku bangga-banggakan bersama dia,semua itu hanya kepalsuan.Aku hanya dijadikan sebagai bahan taruhan bersama teman-temannya.Ya … 2 tahun,dua tahun sudah aku tak pernah bertemu lagi dengan dia,dua tahun juga aku selalu terkenang dengan kenangan tentang dia.Sinar matahari sudah berwarna kemerahan menandakan bahwa aku harus segera pulang.Dan saat aku bangkit dari tempat dudukku,ada seorang cowok sedang memainkan handphonex berjalan kearahku dan lalu.
“aaaawwww”.Aku terjatuh,mengerang kesakitan sambil memegang lengan kiriku.
“Maaf mbak,saya lagi liat hp tadi.gak liat jalan,maaf yah.Mbaknya gak papa kan ?”
“ya,gak papa”.
Kemudian dia mengulurkan tangannya untuk membantuku bangkit
“sekali lagi maaf ya mbak ?”
“ya gak papa,aku duluan yah,soalnya udah magrib” kataku sambil berjalan meninggalkan dia

Keesokan harinya seperti biasa pukul delapan aku pergi kuliah.Sesampainya di kampus.Lena memanggilku,lalu aku menghampirinya.
“Eh,ini KTP kamu kan”
“Iya,bener.Tunggu dulu,kok bisa ada dikamu sih”
“Tadi malam Andre datang ke rumah,dia bilang ini KTP temen loh.Kemarin terjatuh di pantai” kata Lena menjelaskan
Dengan agak sedikit keheranan,aku mengambil KTP itu.Lalu kami berdua menuju ke kelas.Dengan perasaan yang sedikit penasaran,aku ingin menanyakan kepada Lena,apakah Andre itu cowok yang nabrak aku kemarin,apakah dia cowoknya Lena ?.Tapi aku segera menapik semua pertanyaan yang ada dipikiran aku.Untuk apa aku perduli sama dia,dia mau pacarnya atau bukan.
Dua mata kuliah hari itu cukup membuatku lelah,aku ingin pulang tidur dan mandi sebelum jam empatnya nanti,aku,Riska,Tami,Rangga,dan Dion akan berkumpul di kampus untuk meyeleseikan makalah Semantik.Sesampainya diparkiran aku melihat Lena sedang berbincang-bincang dengan seorang cowok yang sepertinya kutahu.Dan tak salah lagi dia adalah cowok yang menabrakku kemarin.Aku menarik nafas panjang-panjang dan berkata dalam hati,ternyata memang benar,dia cowoknya Lena,yaudahlah biarin aja,aku juga gak kenal sama cowoknya.
Tanpa kusadari,selama beberapa hari ini,khayalanku tentang Andre mampu membuatku lupa sama Rado.Tapi kembali aku berfikir buat apa aku mengharapkan pacar orang lain,yang tak lain itu adalah pacarnya Lena,temen sekelasku di Kampus.
Setelah aku makan,mandi dan berganti pakaian.Aku segera mengambil kunci motorku diatas TV,mengambil motor dan berangkat menuju kampus.Baru satu kilo meter dari rumah,aku merasakan ada yang tidak beres dengan ban motorku.Kemudian aku berhenti dan melihat ternyata ban motorku kempes.
“Sialan,padahal lagi buru-buru nih”
“Gian yah,kenapa motornya”
“Kempes nih,bengkelnya jauh lagi”kataku agak sedikit kesal
“Gini deh,kamu pake motor aku,tunggu dah di bengkel depan warnet tu,biar motornya saya yang bawa”
“hah,gak usah.Aku bisa sendiri kok” kataku
“Udah deh gak usah malu-malu.Yaudah tungguin ja disana” kata Andre cowok yang menabrakku kemarin
Aku gak nyangka kalau dia bakal mau bantuin aku.Walaupun kita gak sempat kenalan kemarin,tapi dia perduli sama orang yang lagi memerlukan bantuan.Jantungku berdetak,ada sesuatu yang lain saat aku berada disamping Andre.Perasaan nyaman dan merasa terlindungi.Dan lagi-lagi aku kembali menampik semua khayalan aku tentang Andre.Aku gak mau jatuh cinta pada Andre.Aku gak mau ngerusak hubungan dia dengan Lena.
Hanya butuh waktu 10 menit,ban motorku sudah selesei di tambah angin.Kemudian aku mengucapkan terimahkasih dan berpamitan kepada Andre.Tapi kemudian dia memanggilku.Dia meminta nomor handphone ku.Ada sedikit perasaan tidak enak kepada Lena,lalu aku menjawab kalau aku bakal ngasih dia kalau kita ketemu lagi.

Keesokan harinya,hari ini aku pulang kuliah pukul tiga sore.Kemudian kembali aku melihat Andre dan Lena berincang-bincang di depan kampus.Lalu Lena memanggilku dan aku menghampirinya.
“Andre mau ketemu kamu nih”kata Lena dengan agak sedikit meledek
“Ketemu aku,kenapa yah” kataku heran.Karena menurutku ngapain Andre pengen ketemu sama aku,sedangkan disini ada Lena,ceweknya.
“Kemarin kan kamu janji,kalau kita ketemu lagi.Kamu bakal ngasih nomor mu ke aku.Kamu gak lupa kan ?”
“Tunggu dulu,kamu gak ngira kalau Andre ini pacar aku kan Gian ?”.Kata Lena sambil menaikkan alisnya yang ia rapikan itu
“Kalian gak pacaran ?”.Kataku sedikit heran dengan pertanyaan Lena
Lalu Lena tertawa terbahak-bahak,sedangkan Andre hanya senyum melihatku heran
“Dia ini sepupu aku Gian.Gak mungkin lah aku pacaran sama dia.Kamu ini,pantesan Andre bilang kalau kamu tuh kayak takut sekali diajak ngomong sama Andre”
Aku hanya membalas tawa Lena dengan senyuman.Kemudian Lena berpamitan pulang kepada aku dan Andre.Dan hanya tinggal aku dan Andre saja di depan Kampus.Lalu aku menepati janjiku untuk memberikannya nomor handphone.Setelah itu aku berpamitan pulang.
Hari-hari berikutnya Andre sering sekali menelpon,sms aku.Kami juga sering menghabiskan waktu bersama di pantai.Aku merasa nyaman dan bahagia bersama Andre.Segala perhatian dan kasih sayang yang ia berikan membuatku tak berfikir lama-lama untuk memberi dia jawaban bahwa aku mau menjadi pacarnya.Aku harap ini awal yang bahagia buatku.Dimana aku bisa melupakan Rado,cowok yang udah membuat aku sakit hati bertahun-tahun.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *