NEGERI INI BUKAN ORIGAMI

Fiksi, Puisi

NEGERI INI BUKAN ORIGAMI

Sayangnya, negeri ini bukan origami:
Ia menghampar dengan dengan carut marutnya yang berliku,
tak bisa dilipat dengan kelembutan hati dan emosi,
tak bisa dibentuk dengan prediksi bernama logila,
tak bisa mengirim senyum pada orang yang melihatnya

Sayangnya, negeri ini bukan origami,
yang bahannya seharga lima ribu perseratus lembar
Hasil-hasil laut, pulau, gunung dan rimbanya habis dijual,
idealisme, harga diri dan otaknya miskin tergadai,
terima uang panjar untuk pesta demokrasi,
demi menanak nasi hasil doktrin “nasi harus padi”

Sayangnya, negeri ini bukan origami
yang dicintai anak-anak dengan jiwa suci
Manusianya saling menerkam seperti serigala,
berteriak seperti jengkerik mencari pasangannya,
bergaya bagai merak merentangkan ekornya,
menjejalkan doktrin-doktrin tapi dihianati sendiri,
lalu berharap hujan rezeki turun dari langit
dan bermimpi indah di pekat malam
juga banjir darah saudaranya.

(Semoga mereka bukan kalian,
anak-anak yang menulis mimpi di balik kertas origami.)

Janabijana with Love,
Klatak, 23 Januari 2015


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *